BahanKain.id
BahanKain.id

Pentingnya Brand Positioning Dalam Strategi Pemasaran

BahanKain
Pentingnya Brand Positioning Dalam Strategi Pemasaran

Tahukah kamu kenapa brand Gucci, Hermes serta merk-merk sekelasnya begitu ikonik dan terkenal, sedangkan brand lain seolah hanya ecek-ecek atau jadi 'background noise' saja? Yups, jawabannya ada di strategi pemasaran, lebih tepatnya yaitu brand positioning.

Lalu, sebenarnya apa itu brand positioning? Dan seberapa pentingkah penerapannya? Simak ulasan berikut ini, yuk!

1.       Pengertian Brand Positioning

Pada dasarnya, brand positioning adalah strategi untuk menciptakan kesan tertentu dan selalu diingat oleh konsumen. Positioning membahas tentang bagaimana sebuah brand mempunyai identitas yang kuat, unik, dan relevan bagi customer.

Fakta bahwa memiliki produk, tagline dan logo saja masih kurang bisa meyakinkan pelanggan atau membuat mereka mengerti apa yang kamu jual. Itulah pentingnya memikirkan bagaimana agar sebuah produk ingin dikenal dan lebih menonjol dibandingkan competitor lain.  Dan hal itu bisa dicapai dengan membangun brand positioning yang kuat.

Simak penjelasan lengkapnya di Chanel Youtube Bahankain berikut ini:



2.       Manfaat brand positioning

Brand positioning akan sangat membantu efektivitas kegiatan pemasaran yang pada akhirnya akan berimbas pada penjualan. Dengan positioning yang baik, pebisnis maupun wirausahawan akan lebih leluasa menyusun strategi pemasaran dan meraih pasar baru.

Selain itu, berikut pentingnya brand positioning dari sebuah merk:

·         Sebuah ciri khas

Brand adalah identitas, sehingga penting untuk mencari ciri khas dari sebuah brand yang membuatnya unik sehingga bisa menarik perhatian calon pembeli. Brand positioning yang bagus dapat membantu dalam menjelaskan sebuah produk, apa bedanya dengan kompetitor, dan kenapa produkmu yang terbaik.

·         Membangun Loyalitas

Brand positioning yang konsisten akan menciptakan sebuah memori yang membekas di benak pelanggan. Sehingga mereka lebih mudah mengingat dan mengenali produk dari brand mu. Pada akhirnya, hal tersebut bisa meningkatkan loyalitas pelanggan.

·         Meningkatkan Perceived Value

Positioning yang tepat juga menambah perceived value atau nilai yang dirasakan dari produk. Artinya, orang akan merasa produk tersebut punya nilai lebih dan rela membayar lebih mahal.

3.       Langkah-Langkah Membangun Brand Positioning

Langkah pertama untuk membangun posisi sebuah merk yaitu mengenali siapa customer yang ditargetkan. Pahamilah apa kebutuhan dan preferensi mereka agar bisa kamu bisa menyesuaikan pesan yang disampaikan.

Setelah itu, coba lakukan analisis competitor. Bagaimana mereka melakukan, apa yang membuat mereka sukses, dan pertimbangkan nbagaimana agar kita bisa tampil beda. Terakhir, tentukan keunikan dan posisi atau Unique Selling Proposition (USP). Misalnya, untuk pembatik menonjolkan penggunaan pewarna alami yang ramah lingkungan. Sementara pengrajin tas bisa fokus ke sustainability atau craftsmanship berdetail tinggi.

4.       Membangun Konsistensi

Tak selesai disitu, hal yang tidak kalah penting setelah brand positioning yang kuat adalah membangun konsistensi. Ya, konsistensi adalah kunci agar sebuah brand benar-benar melekat di benak konsumen. Bukan hanya sekedar logo atau warna, tetapi juga kualitas produk, pelayanan dan semua aspek bisnis.

5.       Studi Kasus Brand Positioning di Fashion

Lantas, bagaimana kekuatan brand positioning bekerja? Salah satu contoh nyata penerapan brand positioning dalam dunia fashion bisa kita lihat pada Buttonscarves yang memposisikan diri mereka sebagai merek modest fashion berkualitas premium.

Terlihat bahwa mereka selalu konsisten dengan koleksi scarf, pakaian, dan aksesoris kekinian yang elegan tapi tetap sesuai prinsip modesty atau kesopanan. Merk ini juga membangun positioning lewat influencer modest fashion yang memiliki personal branding kuat terutama di media sosial. Alhasil, setiap kali orang lihat Buttonscarves, mereka langsung terbayang gaya modest yang elegan dan premium.

6.       Menerapkan Brand Positioning

Setelah memahami positioning dan pentingnya dalam bisnis, kamu bisa langsung menerapkan konsep ini ke bisnis fashionmu. Seperti halnya merk tas dengan konsep 'limited edition' yang bisa membuat pelanggan merasa spesial dan memiliki loyalitas saat memilikinya. Atau seorang fashion desainer yang mempunyai gaya khas, apakah minimalis, avant-garde, atau klasik lalu buatlah gaya itu menjadi identitas di setiap koleksi.

Itu dia pembahasan tentang brand positioning. Intinya, kekuatan brand bukan seberapa banyak menjual produk, tapi juga bagaimana orang melihat merk mu di pasaran. 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait