3 Jenis Lapel Yang Perlu Kamu Tahu

Lapel merupakan bagian jas yang mempengaruhi penampilan serta gaya seseorang ketika memakai Jas ataupun blazer. Ibarat kerah jas, lapel mengelilingi bagian leher lalu menurun hingga di titik pertemuan dua sisi jas. Tepatnya sampai kancing jas bagian atas.
Bentuk lapel sangat mempengaruhi penampilan. Lapel juga menjadi bagian utama yang menentukan gaya serta formalitas blazer, jas maupun tuxedo. Yuk, kenali jenis lapel dan masing-masing ciri khasnya!
Apa itu Lapel?Dalam dunia mode, istilah lapel merujuk pada detail lipatan di sepanjang kerah jas, blazer atau tuxedo. Ada juga yang mengartikan lapel sebagai terusan kerah atau bagian dada baju yang dilipat ke samping.
Detail ini menjadi elemen yang paling mencolok dalam jenis jaket formal. Lapel berguna membingkai bentuk, memberi karakter, bahkan kesalahan padupadannya dapat merusak tampilan sebuah setelan. Oleh sebab itu, penting untuk memilih jenis lapel karena masing-masing mempunyai fungsi tersendiri.
Jenis-jenis Lapel
Setidaknya, ada tiga jenis lapel
yang wajib tahu yaitu notch lapel, peak lapel, dan shawl lapel. Seperti
apa karakteristiknya? Simak ulasan berikut ini, yuk!
1. Notch lapel
Jenis lapel yang pertama yaitu notch lapel. Disebut juga lapel takik merupakan jenis lapel paling sering ditemukan pada jas dan blazer pria, terutama jenis single-breasted. Lapel jenis ini sangat fleksibel dan bisa dipakai untuk acara formal, semi-formal maupun kasual.

Istilah “notch” merujuk pada lekukan terbuka ke arah samping yang terdiri dua lapis lapel yang saling bertemu dan membentuk huruf V dengan besaran sudut 60 – 90 derajat.
Ada lapel “Slim notch” yang lebih tipis untuk pria berpostur kurus. Dibandingkan jenis lapel lain, harga jaket notch lapel tergolong. Looknya formal namun tetap luwes sehingga bisa dipakai di berbagai kesempatan. Mulai dari outfit bekerja, acara kantoran, bisnis, interview hingga wedding.
| Baca Juga: Mengenal Jenis Jas formal Pria dan Fungsinya |
2. Peak lapel
Lapel ini terkesan lebih tegas juga tampak lebih formal. Peak lapel memiliki ujung atas berbentuk runcing yang mengarah ke bahu. Detail inilah yang memberi detail begitu dramatis dan tajam sehingga tampak lebih professional, elegan serta mewah. Dahulu peak lapel kerap diaplikasikan pada jas “tailcoat” yang bagain belakangnya sedikit panjang seperti ekor.

Secara visual, lapel peak memberi efek “elongating” dan kesan lebih ramping dengan mengarahkan pandangan ke arah. Lapel ini juga menambah ketajaman struktur sehingga menciptakan ilusi tubuh lebih tinggi dan bersudut.
Lapel peak menandakan model jas yang lebih resmi dan fashionable dibanding notch lapel. Produksi jas dengan lapel ini juga terbilang sulit karena kerumitan jahitannya tergolong tinggi.
Peak lapel cocok untuk suasana acara yang lebih resmi seperti makan malam formal, black tie events dan pesta yang membutuhkan evening wear
3. Shawl lapel
Terakhir, ada jensi lapel yang paling formal yaitu shawl lapel. Disebut demikian karena bentuk lapel ini memang mirip syal atau selendang. Lengkung yang membulat tanpa celah, titik ataupun sudut tengah.

Lapel shawl menduduki kelas yang paling tinggi dalam hal formalitas sekaligus menjadi penanda jas formal klasik dan evergreen. Lapel jenis ini kerap dijumpai pada tuxedo yang biasa dikenakan pada momen-momen sangat formal seperti malam penghargaan, gala dinner dan pernikahan super mewah dengan tamu-tamu berkelas.
Namun karena bentuknya cenderung membulat, shawl lapel akan kurang pas jika dipakai orang-orang berwajah bulat atau bertubuh gempal.
Itu dia penjelasan mengenai jenis lapel jas serta masing-masing ciri khasnya. Udah nggak bingung lagi kan? Pastikan kamu memakai model yang pas untuk tiap kesempatan, ya. Semoga bermanfaat!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



