BahanKain.id
BahanKain.id

Mengenal Sablon Pigmen, Kelebihan Dan Kekurangannya

BahanKain
Mengenal Sablon Pigmen, Kelebihan Dan Kekurangannya

Sablon pigmen merupakan salah satu teknik pencetakan yang cukup populer dalam dunia tekstil. Sesuai namanya, jenis sablon ini menggunakan tinta pigmen dengan partikel warna yang lebih besar dan padat. Tinta tersebut berbahan dasar air (waterbased) sehingga dapat menempel di permukaan kain serta menghasilkan cetakan yang lebih jelas dan tajam.

Teknik sablon pigmen disebut juga pigment print cocok untuk mencetak desain pada kain katun, polyester, maupun campuran keduanya. Banyak pengusaha konveksi mengandalkan teknik ini karena hasilnya lebih tahan lama dan tidak mudah luntur meski sering dicuci. Namun, karena tintanya tidak menonjol, sablon pigmen hanya bisa diaplikasikan kada kaos warna putih dan warna-warna cerah lain.

Dalam prosesnya, pigmen warna dicampur dengan binder (perekat) agar dapat menempel di permukaan kain. Kain dicetak lalu melalui proses pengeringan dan pemanasan guna memastikan tinta pigmen tersebut benar-benar melekat pada kain.

Ciri Khas Dan Karakteristik Sablon Pigmen

Sebenarnya, sablon pigmen tak jauh berbeda dengan jenis sablon rubber karena sama-sama mengggunakan pewarna waterbased. Karakteristik utama teknik pencetakan ini terletak pada penggunaan tiga warna dasar yaitu merah, kuning dan biru. Ketiga warna tersebut kemudian dikembangkan menjadi berbagai jenis warna.


Namun, ada satu warna yang mempunyai kriteria khusus tanpa melalui mekanisme pencampuran yakni hitam. Selain itu, berikut beberapa karakteristik sablon menggunakan tinta pigmen .

1.       Ketahanan warna yang baik

Daya tahan warna sablon pigmen sangat luar biasa. Bahkan ia tidak mudah pudar atau berubah warna meski sering terpapar sinar matahari langsung dan dicuci berulang kali. Sablon ini cocok untuk produk tekstil yang membutuhkan durabilitas tinggi seperti kaos, jaket, dan celana.

2.       Bertekstur Lembut

Meskipun tinta pigmen hanya menempel di permukaan kain, hasil cetakannya tidak akan menambah lapisan atau membuat kain menjadi kaku. Baju pun tetap fleksibel dan nyaman digunakan.

3.       Tidak Mudah Luntur

Tinta pada sablon pigmen juga lebih tahan luntur. Partikel pigmen dapat menempel kuat di serat kain sehingga warnanya tetap cerah dan tajam meski sudah dicuci berulang kali. Atas dasar itulah, teknik pencetakan ini kerap digunakan pada seragam sekolah atau baju olahraga yang harus sering dicuci.

Kelebihan Dan Kekurangan Sablon Pigmen

Dikenal dengan kemampuannya menghasilkan cetakan yang detail dan presisi, sablon pigmen menjadi pilihan utama untuk beragam aplikasi produk. Di satu sisi, teknik printing tekstil menggunakan tinta jenis ini memang menawarkan berbagai kelebihan. Namun di sisi lain, sablon pigmen tetap mempunyai kekurangan di sana-sini.

Keduanya perlu dipahami guna mendapat hasil yang optimal dalam berbagai aplikasi tekstil. Simak ulasan berikut ini:

1.       Warna cerah dan stabil

Detail warna yang dihasilkan dari aplikasi sablon pigmen lebih stabil dan terlihat jelas ketika diaplikasikan pada kain berwarna terang.

2.       Mencetak secara detail

Teknik ini memungkinkan pencetakan detail yang sangat halus dan presisi karena pigmen hanya menempel di permukaan kain. Sablon menggunakan tinta pigmen bisa jadi pilihan ideal untuk desain yang butuh keakuratan tinggi.

3.       Murah dan ekonomis

Dibandingkan teknik print lain, biaya produksi sablon pigmen jauh lebih ekonomis, terlebih untuk percetakan massal.

4.       Cocok untuk berbagai jenis kain

Karena tidak memerlukan banyak tinta, sablon pigmen bisa diterapkan kain tipis dan halus tanpa mengurangi kenyamanan maupun fleksibilitas pemakaiannya.

Kekurangan Sablon Pigmen

Terlepas dari beragam keunggulannya, berikut beberapa kelemahan sablon pigmen yang perlu kamu pertimbangkan:

1.       Terbatas pada Kain Berwarna Terang

Kelemahan utama dari sablon pigmen adalah kemampuannnya yang terbatas pada kain-kain berwarna cerah. Warna pigmen cenderung kurang menonjol jika digunakan pada kain yang gelap dan tebal.

2.       Permukaan yang Kurang Lembut

Karena pigmen hanya menempel di permukaan kain, hasil cetakan sering kali terasa sedikit kasar dan kurang lembut dibandingkan dengan teknik lain seperti sablon discharge atau plastisol.

3.       Kurang direkomendasikan untuk Kain Elastis

Sablon pigmen kurang cocok untuk kain yang mempunyai sifat elastis. Hal tersebut dikarenakan lapisan tinta pigmen tidak dapat mengikuti elastisitas kain. Kalau tetap dipaksakan, cetakan sablon  retak atau rusak seiring waktu.

4.       Kurang Efektif untuk Warna Metalik atau Fluoresen

Pigmen warna standar tidak dapat menghasilkan efek metalik atau fluoresen yang mencolok. Keterbatasan ini membuat sablon pigmen tidak cocok untuk desain yang membutuhkan efek visual khusus.

Secara inklusif, sablon pigmen adalah teknik cetak yang serbaguna dan efektif untuk berbagai aplikasi teksti. Cocok mencetak desain berdetail tinggi, namun hasil cetaknya lebih maksimal jika diterapkan pada bahan kain yang tidak terlalu tebal dan berwarna terang.

Nah, BahanKain.id menyediakan bahan kaos cotton combed, polyester dan kain TC 30s warna putih, lho. Dengan kualitas yang baik, kain-kain tersebut sangat cocok untuk diproses sablon pigmen maupun teknik cetak lainnya.

Cek spesifikasi kainnya di Kategori Produk.

Atau langsung hubungi Customer Service kami untuk detail produk, pemesanan serta info lainnya.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait