BahanKain.id
BahanKain.id

Kriteria Dan Tips Memilih Sepatu Untuk Mendaki Gunung

BahanKain
Kriteria Dan Tips Memilih Sepatu Untuk Mendaki Gunung

Memilih sepatu untuk mendaki memang nggak boleh asal-asalan. Ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan agar sepatu dapat melindungi kaki selama melakukan pendakian. Alam liar dengan jalur terjal, berbatu, kontur tanah yang tidak rata, kadang juga licin bisa mengancam keselamatan pendaki.

Fungsi utama sebagai penopang tubuh membuat kaki harus senantiasa terlindungi dari segala bahaya tersebut. Maka dari itu, ada beberapa tips yang perlu kamu perhatikan dalam memilihnya. Lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini, ya!

Tips Memilih Sepatu Untuk Mendaki

Saat melakukan kegiatan di alam liar, terutama mendaki gunung setiap orang membutuhkan perlengkapan yang mumpuni untuk menjaga keselamatan mereka. Salah satunya adalah memakai sepatu khusus hiking.

Selain mencegah pergelangan kaki terkilir atau melepuh, desain sepatu ini umumnya sangat fleksibel sehingga tidak membatasi gerakan. Penting untuk memilih sepatu hiking yang tepat karena mendaki adalah salah satu olahraga ekstrem yang berisiko tinggi. Simak tipsnya, yuk!

1.       Sesuaikan dengan medan

Mengenali medan merupakan salah satu pertimbangan penting dalam memilih sepatu untuk mendaki gunung. Karena potongan tinggi sepatu cukup bervariasi, mulai dari low cut, mid cut, hingga high cut.


Berikut penjelasannya:

·         Low cut dengan tinggi bagian mata kaki standar, biasanya hanya sebatas di bawah mata kaki. Model sepatu ini cocok untuk medan cukup landai dengan waktu pendakian yang singkat (bisa tektok). Fungsi perlindungannya memang kurang baik, tapi dapat mendukung mobilitas tinggi.

·         Mid cut yang potongannya sedikit lebih tinggi dari mata kaki, sehingga dapat melindungi dari resiko cedera. Mobilitas sepatu jenis ini memang tak sebaik low cut shoes, namun keamanannya lebih mumpuni dan cocok untuk di segala jenis medan.

·         Sedangkan high cut adalah jenis sepatu dengan potongannya jauh lebih tinggi dari mata kaki. Proteksinya pada bagian mata kaki dan ankle jauh lebih baik. Model sepati ini sangat direkomendasikan untuk perjalanan trekking.

2.       Menutupi seluruh telapak kaki

Hal yang tak kalah penting dalam memilih sepatu gunung adalah desain yang benar-benar menutupi seluruh telapak dan mata kaki. Jangan coba-coba mendaki hanya berbekal sandal gunung. Meski namanya ‘sandal gunung’, tapi penggunaannya hanya disarankan pada area yang mendatar.


Karena saat melakukan pendakian atau berkegiatan di hutan, sangat dianjurkan untuk memakai atribut serba panjang. Tujuannya agar dapat melindungi kulit dari goresan ranting atau rumput, gigitan serangga, duri, hingga hewan dan tumbuhan beracun. Begitu pula sepatu gunung, makin banyak bagian yang tertutup maka risiko terluka pun semakin kecil. 

3.       Naikkan 0,5-1 nomor dari ukuran biasa

Guna meminimalisir risiko lecet pada jari kakimu, pilihlah sepatu dengan nomor 1-2 lebih besar dari ukuran biasanya. Tentu kamu tahu bahwa medan di gunung berbeda jauh dari lapangan, terjal dan menurun.

Jika ukurannya terlalu pas, jari dan tepian kaki akan lebih sering bergesekan dengan sepatu saat melewati medan yang sulit. Kaos kaki tak banyak menolong karena ruang yang terlalu sempit. Sebaliknya, ukuran sepatu yang terlalu besar dapat meningkatkan risiko tergelincir. Jadi, cara paling aman adalah melebihkan 0,5 sampai 1 nomor sepatu. Kalau kamu biasa memakai sepatu ukuran 37. maka pilihlah size 37,5 atau 38 untuk sepatu mendaki.

4.       Desain sol yang mencekeram

Beda dengan sepatu pada umumnya, sol sepatu gunung hendaknya lebih bergerigi. Hal tersebut dimaksudkan agar sepatu dapat menapak sempurna di medan pegunungan. Sehingga kamu tidak mudah tergelincir ketika melewati jalanan yang basah atau berlumpur.


Sol bergerigi juga sangat membantu para pendaki ketika dihadapkan dengan medan berbatu karena daya cengkeramnya yang lebih kuat dibandingkan sepatu biasa. Salah satu kriteria penting outsole untuk sepatu hiking adalah terbuat dari senyawa karet yang lebih keras atau lunak.

Sol luar dari karet yang lembut mempunyai daya cengkeram yang lebih baik, terutama saat basah. Namun di satu sisi, ia juga cepat aus. Sedangkan sol berbahan dasar karet yang lebih keras cenderung awet, tetapi daya cengkeramnya tidak sebaik sol karet lembut. Terlebih di permukaan yang basah dan lembab.

5.       Bahan sepatu

Pengetahuan mengenai bahan sepatu penting guna memaksimalkan kenyamanan selama pendakian. Pilihlah sepatu gunung yang terbuat dari material tahan lama dan tidak mudah rusak. Kamu bisa mempertimbangkan sepatu gunung berbahan kulit, mesh, Gore-tex, suede, nubuck atau kombinasi antar bahan tersebut.

Dalam hal ini, Gore-Tex jadi bahan yang paling umum diterapkan pada sepatu gunung karena bersirkulasi baik. Sehingga kaki bisa tetap kering dan nyaman, namun harga sepatu bahan ini cukup mahal.

6.       Dijahit tambahan

Sangat disarankan untuk memberi jahit tambahan pada sepatu yang digunakan untuk mendaki. Tujuannya agar sepatu tersebut lebih tahan banting, tidak mudah rusak dan awet.  Meskipun sepatu ini sudah didesain sedemikian rupa untuk dipergunakan di jalanan terjal dan membukit, namun kita tetak tidak bisa melawan segala kemungkinan dari alam. 

Walau semahal apapun, sol sepatu tetaplah bagian yang paling rentan mengalami kerusakan. Bawalah ke tukang sol sepatu dan lakukan jahit tambahan untuk memperkokohnya. Gunakan sandal gunung atau sepatu cadangan ketika kamu beristirahat atau melakukan aktivitas di sekitaran shelter atau puncak gunung. Jangan coba-coba memakai sepatu sneakers, kalau kamu tidak ingin tergelincir.

Itu dia 6 tips memilih sepatu untuk mendaki yang bisa kamu coba. Selain memakai perlengkapan keamanan, tetap perhatikan sinyal-sinyal dari alam dan setiap langkahmu selama pendakian ya. Ingat, alat hanya penunjang keselamatan. Semoga bermanfaat ya! 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait