6 Bahaya Terlalu Sering Memakai High Heels, Jangan Abaikan!

Siapa nih yang sering bahkan tiap hari memakai sepatu hak tinggi alias high heels? Emang sih, alas kaki satu ini bisa mendukung gaya berbusana sekaligus meningkatkan rasa percaya diri. Tapi, kamu juga harus paham bahwa alas kaki kebiasaan memakai high heels juga berdampak buruk pada kesehatan, terutama di bagian kaki.
“Beauty is pain”, begitu katanya. Yaps, terkadang memang sedikit menyakitkan agar bisa tampil cantik dan anggun. Seperti halnya high heels, sepatu cantik dengan hak tinggi ini selalu bisa diandalkan untuk menyempurnakan penampilan. Selain menambah tinggi badan, heels juga membuat porsi tubuhmu terlihat lebih proporsional dengan kaki yang terkesan jenjang. Karena alasan itulah, banyak wanita rela memakai high heels hingga berjam-jam lamanya tanpa menghiraukan rasa pegal di kaki mereka.

Ya, pasti ada momen dimana kamu merasa pegal dan kurang nyaman. Faktanya dampak memakai high heels tak sesederhana rasa nyeri dan pegal-pegal saja, lho. Pemakaian secara terus-menerus tanpa jeda sedikitpun akan mengancam kesehatan kaki serta anggota tubuh lainnya.
Berikut beberapa dampak buruk pemakaian high heels:
1. Nyeri tumit
Keluhan yang paling umum dirasakan para pengguna sepatu hak tinggi adalah nyeri tumit dan mata kaki. Peningkatan tekanan pada daerah telapak kaki akibat pemakaian high heels menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini mungkin akan muncul ketika kamu mengenakan sepatu hak tinggi seharian penuh.
2. Varises dan ketegangan otot
High heels memaksa pergelangan kaki condong ke depan dan membatasi aliran darah di tungkai bawah. Itulah kenapa orang yang sering memakai sepatu hak tinggi dalam jangka waktu lama berisiko tinggi mengalami varises.
Sepatu ini juga menyebabkan tendon Achilles, otot di belakang betis yang berperan sebagai pendukung gerakan tumit menjadi kaku. Penggunaan dalam jangka berpotensi menimbulkan ketegangan urat di pergelangan kaki dan betis bahkan memperpendek urat betis. Akibatnya, kakimu akan terasa sakit dan kesulitan saat berjalan.
3. Cedera lutut
Lutut adalah sendi terbesar dan termasuk bagian yang cukup tahan banting. Kebiasaan memakai sepatu hak tinggi lama-kelamaan akan menekan posisi lutut dan meningkatkan risiko radang sendi atau osteoarthritis.
Hal itu terjadi karena tumpuan yang salah ketika menggunakan high heels dimana berat badan lebih banyak bertopang di bagian tengah lutut. Resiko cedera lutut pun menjadi lebih besar.
4. Perubahan postur tubuh
Untuk menjaga keseimbangan tubuh saat memakai sepatu hak tinggi, kamu akan berdiri tegap membusungkan dada, dan memposisikan pinggang maju ke depan. Postur ini memang membuatmu terlihat seksi, tapi posisi jalanmu jadi tidak seimbang. Tulang belakang akan bekerja keras saat kamu berjalan. Posisi tulang belakang jadi tidak sejajar sehingga mengganggu postur tubuh.
5. Gangguan saraf punggung
Berubahnya postur tubuh dapat mengganggu kesehatan tulang belakang serta meningkatkan risiko saraf kejepit. Memakai high heels terlalu lama menyebabkan penekanan otot daerah lumbar. Sehingga menimbulkan rasa sakit, mati rasa, sakit pada punggung bagian bawah, dan kesemutan. Area tulang belakang yang bermasalah akan mengalami kebas, nyeri, bahkan sensasi terbakar.
6. Kelemahan otot betis
Penggunaan sepatu high heels memaksa otot betis bekerja lebih berat. Jika berlangsung lama, bisa berujung pada kelemahan otot betis. Dan besar kemungkinan, kamu akan merasa kesulitan untuk menaiki tangga atau sekadar bangun dari kursi.
Rasa nyeri dan pegal adalah sebuah sinyal bahwa kamu perlu lebih memperhatikan model high heels serta durasi waktu penggunannya. Boleh-boleh saja memakai high heels, tapi untuk menghindari efek kesehatan di masa mendatang, mulailah memperhatikan beberapa hal berikut:
1. Hindari sepatu yang heelsnya terlalu tinggi
2. Pastikan ukuran dan lebarnya pas
3. Jangan memakainya selama seharian penuh
Itu dia beberapa dampak buruk pemakaian sepatu hak tinggi alias high heels dengan frekuensi yang terlalu sering. So, pakailah sepatu hak tinggimu seperlunya saja yaa. Semoga bermanfaat ya!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



