Tips Memilih Benang Untuk Menjahit Bahan Kulit

Dibalik pesona produk-produk
berbahan kulit, ada tangan-tangan ahli yang bekerja sedemikian rumit. Ya, menjahit
bahan kulit, terutama genuine leather
mungkin terlihat menakutkan karena bahannya tebal dan kasar. Membayangkan saja sudah
sulit apalagi untuk mengerjakannya.
Menjahit bahan kulit (genuine leather) memang memerlukan banyak keahlian. Baik dalam prosesnya maupun pemilihan bahan serta alat yang digunakan. Satu diantaranya yaitu memilih jenis benang untuk menjahit bahan kulit.
Jenis Benang Untuk Menjahit Bahan Kulit
Untuk mengolah kulit menjadi tas, dompet, sepatu, pakaian, atau pelapis furnitur, kulit harus dipotong sesuai pola kebutuhan dan menuhi persyaratan estetika maupun teknis.

Mengingat karakteristik kulit yang tebal serta permukaan yang mudah ditandai, proses menjahit bahan kulit menimbulkan berbagai kekhawatiran. Akan tetapi, pemilihan benang yang sesuai akan menciptakan perbedaan besar dalam hal kekuatan, ketahanan, dan keseluruhan tampilan produk kulit.
Berikut tips memilih benang untuk proyek menjahit bahan kulit:
1. Jenis benang
Kamu membutuhkan jenis benang yang berkarakter kuat untuk menyatukan dua potongan kulit di bawah tekanan. Setidaknya ada dua jenis benang yang umum digunakan dalam pengerjaan material kulit yaitu bonded nilon dan Poliester.
Sementara, jenis benang terbaik untuk menjahit kulit secara manual atau menggunakan jahitan tangan tradisional adalah linen berlapis lilin. Lapisan lilin membuat benang lebih tahan lama dan tahan terhadap kelembapan. Benang juga menjadi lebih kuat dan lentur, sehingga ideal untuk kulit jahitan tangan. Jenis benang ini memberikan tampilan yang bersih dan profesional pada barang-barang kulit.
· Bonded nilon
Benang bonded nilon sangat populer di kalangan pengrajin maupun pengusaha kulit karena sifatnya yang kuat dan mudah digunakan. Dari segi harga, benang ini juga tergolong murah dengan kualitas mumpuni.
· Polyester
Karena sama-sama terbuat dari material sintetis, penampilan benang polyester dan bonded nilon terlihat begitu mirip. Handfeelnya pun hampir sama. Namun jika dibandingkan dari segi kualitas, polyester cenderung lebih awet karena tahan terhadap sinar Ultraviolet maupun jamur.
Baik bonded nilon ataupun polyester umumnya tersedia dalam versi wax (dilapisi lilin) dan non-wax (tidak dilapisi lilin).
· Benang wax
Merupakan jenis benang yang sudah diberi zat pelapis berupa lilin setelah proses pewarnaan. Lapisan ini akan mengikat dan mengunci serat benang sehingga prosesnya menjadi lebih cepat dan mudah. Membuat benang jadi berkarakter kaku, tidak meregang, tahan air, tahan busuk, dan tidak cepat berserabut. Tampilan benang pun tidak berbulu dan lebih mampu bertahan di tengah perubahan cuaca.
· Benang non-wax
Lain halnya dengan benang non wax yang tidak diberi lapisan apapun setelah pewarnaannya. Harga benang ini umumya lebih murah, tapi kamu perlu menambahkan wax sendiri agar benang tidah mudah terurai dan masuk ke lubang jahitan secara lancar.
White wax dan bees wax adalah dua jenis lilin yang paling umum digunakan sebagai pelapis benang jahit kulit. Lilin putih (white wax) terbuat dari campuran natural bees wax, parafin dan getah pohon cemara. Sementara bees wax merupakan bahan 100% lilin dari rumah lebah.
Dalam hal ini, bees wax berfungsi melumasi benang agar menjadi licin serta tidak mudah putus karena mengurangi gesekan. Aplikasikan dengan cara meletakkan benang diatas wax, kemudian ditarik ke atas dan bawah hingga seluruh permukaannya berlapis wax.
2. Ukuran benang
Pemilihan ukuran benang harus disesuaikan dengan ketebalan kulit serta kegunaan produk. Kulit yang tebal seringkali diaplikasikan pada barang-barang yang lebih rentan rusak seperti sarung atau pelana. Makin tebal benangnya, semakin besar pula tekanan yang dapat ditahannya.
Namun karena sebagian besar benang diukur dalam milimeter, akan bermanfaat jika fokus pada angka yang dikonversi.
· Bahan kulit ringan
Untuk bahan kulit yang ringan dalam proyek pembuatan dompet, sabuk, clutch, dan tas kecil, kamu bisa menggunakan ketebalan kulit antara 46-138. Ukuran tersebut mampu melewati sebagian besar mesin jahit tanpa masalah.
· Bahan kulit berat sedang
Kulit dengan ketebalan sedang yakni antara 138-554 untuk barang-barang yang lebih fungsional seperti ikat pinggang dan koper. Kamu akan butuh mesin jahit model komersial.
· Bahan kulit berbobot berat
Sementara bahan kulit berbobot sangat berat, mulai 207 ke atas akan cocok digunakan untuk membuat produk yang butuh ketahanan tinggi seperti halnya sepatu bot dan pelana. Bahan ini tidak akan muat di mesin jahit biasa, kecuali dengan footer berjalan untuk memandu kulit.
Kegunaan kulit juga dapat diperhitungkan dalam menentukan ukuran benang. Jadi, meskipun dompet kulit dan cover leather untuk sofa mungkin punya ketebalan yang sama, namun sofa akan diduduki, meregang dan menyusut. Sehingga membutuhkan benang yang lebih tebal daripada dompet.
Saat menjahit dengan tangan, nilai benangnya sekitar 2-7 dan ini mengacu pada jumlah tali yang dipelintir dan dilapis lilin menjadi satu. Inilah sebabnya mengapa benang kulit jauh lebih kuat karena beberapa tali diikat menjadi satu untuk menghasilkan gulungan yang kuat.
Itulah beberapa panduan yang bisa kamu gunakan sebagai acuan dalam memilih benang jahit untuk bahan kulit.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



