BahanKain.id
BahanKain.id

Mengenal Bahan Seersucker, Kain Unik Favorit Sejuta Umat

BahanKain
Mengenal Bahan Seersucker, Kain Unik Favorit Sejuta Umat

Seersucker adalah jenis kain tipis, kusut yang umumnya dibuat dari campuran katun, nilon atau polyester. Tekstur kain ini sangat khas dengan pola lipatan serta garis-garis vertikal atau horizontal yang timbul.

Kata "seersucker" sendiri berasal dari bahasa Persia "shīro dan shakar" yang secara harfiah berarti "gula susu" atau "gula dan garam". Disebut semikian karena tekstur kainnya memang terlihat seperti butiran atau kristal gula. Banyak orang mengenalnya sebagai busana musim panas.

Bahan seersucker ditenun sedemikian rupa sehingga terciptalah selembar kain yang tampak kusut atau mengkerut. Efek itu tercipta berkat proses pertenunan benang lusi yang diumpankan pada kecepatan tinggi.

Sekilas Tentang Sejarah Seersucker

Meski populer sebagai gaya khas orang selatan, tapi sebenarnya busana seersucker berasal dari India, lho. Kain ini pertama kali diproduksi oleh East India Company dan diperkenalkan pada tahun 1600 an. Awalnya berupa kain bergaris coklat muda dan putih yang merepresentasikan warna gula tebuu dan susu. Dari situlah para pedagang Persia menyebutnya dengan istilah ‘shirushakar’.


Sumber: https://www.medicoselite.com/

Selang beberapa abad lamanya, pria Eropa mulai menyadari bahwa bahan ini adalah pilihan sempurna untuk busana musim panas. Mereka pun mengubah nama dari ‘shirushakar’ menjadi ‘seersucker’ guna menyederhanakan pengucapannya.

Selama masa koboi (Old West), seersucker berwarna biru tua dengan karakter lebih tebal mulai banyak digunakan untuk membuat baju terusan, jaket, dan topi klasik. Kain ini lebih tahan lama, cukup nyaman dan mudah dicuci sehingga kerap dipilih sebagai bahan seragam layanan.

Banyak perawat atau relawan rumah sakit memakai seersucker merah dan putih yang lebih dikenal dengan sebutan “Candy Stripe“. Banyak juga yang memanfaatkan seersucker dalam pembuatan quilting, mantel olahraga, serta busana pria.


Proses Pembuatan Kain Seersucker

Permukaan berkerut pada seersucker terbentuk karena perbedaan tegangan benang lungsin dan benang pakan selama proses penenunan. Kain tersebut kemudian diperlakukan sedemikian rupa untuk menciptakan efek kerut yang lebih jelas.

Proses pembuatannya melibatkan dua lungsin dengan tegangan berbeda. Satu buah lungsin diatur pada tegangan yang teratur, menghasilkan garis-garis polos. Sedangkan benang lusi kedua memiliki tekanan lebih tinggi sehingga menghasilkan tekstur unik berupa kerutan. Secara prinsip, mekanisme pertenunan yang menggunakan satu benang kendur dan benang lainnya kencang akan menghasilkan efek berkerut.

Umumnya bahan seersucker memiliki pola garis-garis vertikal (stripes) atau kotak-kotak (gingham atau square) dari penggunaan warna yang berbeda pada benang lungsin dan benang pakan. Namun ada juga jenis seersucker berwarna solid.


Kelebihan, Kekurangan dan Penggunaan Seersucker

Meski variasi warnanya makin beragam tapi hingga saat ini, kain seersucker dengan pola garis berwarna biru putih masih jadi favorit banyak orang. Banyak produsen mengaplikasikannya dalam pembuatan busana kasual atau semi-formal seperti setelan jas, topi, celana pendek, kemeja, blouse, tunik hingga bando.

Bahkan tak sedikit yang memodifikasi kain bertekstur unik ini jadi produk linen rumah tangga. Contohnya yaitu gorden dan tirai yang dapat menjaga sirkulasi udara sehingga cocok untuk iklim tropis.

Diantara kelebihan seersucker meliputi sifat bahan yang ringan, adem dan breathable. Itu menjadikannya pilihan ideal untuk pakaian musim panas. Istimewanya lagi kamu tidak perlu menyetrika baju seersucker mengingat karakter kainnya memang berkerut. Tampilan unik dan menciptakan kesan gaya casual nan stylish. Harga kainnya pun relatif terjangkau.

Sayangnya, permukaan berkerut seersucker membuatnya lebih rentan kotor karena mudah menangkap debu maupun partikel lain. Cukup sulit menjaga pakaian bahan seersucker agar tetap bersih. Tampilannya juga kurang formal. Artinya baju bertekstur ini hanya pas dipakai saat menghadiri acara-acara santai. Pemakaian jangka lama juga akan mengurangi efek kerut pada kain. 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait