9 Panduan Utama Memotong Kain Rajut

Kain rajut tak bisa diperlakukan sama seperti kain tenun. Entah itu setelah menjadi produk pakaian maupun selama proses manufaktur garmen.
Bahkan perlakuan awal dan cara memotong kain rajut juga berbeda dengan jenis kain yang ditenun atau woven fabric. Lembaran kain yang terbentuk dari jalinan benang pada mesin rajut ini cenderung bersifat melar dan rentan mengalami kerusakan. Ketika salah satu sisi kain ditarik, simpul-simpul yang lain akan ikut tertarik sehingga terbentuklah ruang bagi benang untuk bergerak dan meregang.
Kain rajutan tersedia dalan berbagai bobot dan peregangan. Itulah kenapa busana yang terbuat dari kain ini bisa ketat, pas, longgar bahkan tersampir. Butuh beberapa trik agar potongan kain rajut benar-benar pas tanpa merusak strukturnya. Simak ulasannya berikut ini yuk:
1. Pre-wash
Banyak orang salah paham dan menganggaap bahwa kain rajut tak bisa menyusut. Padahal nilai penyusuran kain elastis ini seringkali lebih banyak dari jenis kain lain.

Jadi langkah paling awal yang perlu kamu lakukan adalah mencuci kain untuk memastikan bahwa kondisinya sudah stabil. Langkah ini lebih dikenal dengan istilah pre-wash atau pra cuci. Tujuan utama pre wash adalah memastikan kain tidak kehilangan bentuk, menyusut ataupun berubah warna saat digunakan dalam proyek menjahit.
2. Temukan arah garis rajutan
Seperti halnya kain tenun, kamu perlu menemukan grainline alias arah panjang dan lebar kain sebelum membuat pola dan memotongnya. Pertama-tama temukanlah sisi bagus atau permukaan yang akan dijadikan sebagai bagian luar baju.
Ada satu cara yang bisa memudahkanmu dalam membedakan bagian baik dan buruk kain. Biasanya sisi depan kain akan memiliki garis vertikal yang sangat kecil. Sementara siis kain yang salah mungkin akan terlihat seperti mempunyai tekstur horizontal atau pantulan cahaya yang lebih redup.
Namun, jika ternyata bahan tersebut dibuat menggunakan teknik rajutan ganda atau interlock maka kamu bebas memilih. Sebab kedua sisi kain tersebut benar-benar sama persis dan bisa digunakan untuk bagian luar.
Jadi, temukan sisi baik kain dengan cara melihat adakah garis-garis vertikal kecil di permukaan yang menyerupai “tulang rusuk”? Penampakannya seperti simpul rajutan di sweter tapi jauh lebih kecil.
3. Menghentikan penggulungan pada kain rajut
Salah satu kendala utama dalam menjahit kain rajut adalah kecenderungannya untuk menggulung kembali, terlebih jenis kain single knit. Hal itu tidak akan terjadi pada kain dengan rajutan interlock dan rajutan ganda karena strukturnya lebih stabil. Meski cukup mengganggu tapi arah gulungan kain ini bisa membantumu menemukan sisi depan kain.
Satu hal yang perlu diingat, jangan meregangkan tepi kain rajut meski kekusutan atau penggulungannya tampak semakin parah setelah dicuci. Sebab peregangan justru akan membuatnya semakin melengkung.
Sebagai alternatif, kamu bisa gunakan semprotan kanji atau spray starch. Semprotan pati akan menghaluskan kain dan menghentikan pengeritingan. Kalau bisa pilihlah spray starch ramah lingkungan yang terbuat dari tepung maizena. Cukup semprotkan di area yang menggulung lalu rapikan dengan setrika.
4. Memotong kain rajut
Kunci dalam memotong kain rajut adalah memastikan tidak ada ketegangan pada kain tersebut. Temukan meja atau tempat lain yang rata dan cukup besar untuk menampung seluruh potongan kain. Gulung sisa bahan, pastikan seluruhnya berada di atas meja dan tidak jatuh atau menggantung ke salah satu sisi.

Setelah itu, kamu bisa mulai membuat pola lalu memotongnya dalam satu lapis. Ini adalah cara paling mudah memotong serat tanpa menarik kain sehingga tidak terjadi peregangan. Setelah menemukan garis vertikal, lipatlah kain di sepanjang satu atau dua garis yang berdekatan.
Lebih detailnya, perhatikan tips memotong kain rajut berikut ini ya!
· Jika memotong lipatan, kamu harus menyatukan sisi buruk kain lalu tempelkan di sepanjang garis lipatan agar bahan tetap di tempatnya.
· Lipat kain untuk memotong selvage kain sejajar. Ini mudah dilakukan jika tidak menggelinding. Sejajarkan saja, dan lipatan harus sesuai butirannya. Namun pastikan lipatannya benar-benar rata dengan cara menggerakkan salah satu tepi tenunan hingga tidak ada permukaan yang menggelembung.
· Selanjutnya, letakkan kertas pola di atas kain lalu sematkan beberapa peniti. Jika kamu terlalu takut membuat lubang jarum, cukup letakkan pemberat di beberapa titik agar pola tetap pada tempatnya.
· Kamu bisa menggunakan kertas karbon penjahit dan roda kalkir untuk menjiplak pola sebelum memotongnya. Atau potong pola kertas pada garis sesuai ukuran yang diinginkan dan lalu jiplak dengan kapur atau spidol kain. Tapi perlu diperhatikan bahwa penggunaan kapur mungkin dapat sedikit menarik kain rajutan tipis.
· Daripada gunting kain biasa, lebih baik memotong bahan knit dengan menggunakan rotary cutter. Peralatan sederhana ini akan menghasilkan tepian yang lebih akurat, rapi dan tidak merusak rajutan. Jika pun kamu lebih nyaman memakai gunting, pastikan bahwa permukaannya benar-benar tajam agar tidak merusak rajutan.
Itulah 9 panduan utama dalam memotong bahan rajut guna mendapat hasil yang presisi dan rapi. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba ya!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



