BahanKain.id
BahanKain.id

8 Ide Usaha Di Bidang Fashion Yang Bisa Kamu Coba

BahanKain
8 Ide Usaha Di Bidang Fashion Yang Bisa Kamu Coba

Tingginya minat masyarakat dalam berbelanja produk fashion menjadikan sektor ini sebagai peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Sebab, walau bagaimanapun dan sampai kapanpun,  pakain tetaplah satu dari tiga kebutuhan pokok  manusia.

Ditambah lagi fakta bahwa orang terus bergerak mengikuti trend mode yang juga silih berganti. Meski beberapa orang memilih stay dengan gaya minimalis, tapi pada kenyataannya mereka tetap ingin tampil stylish dan jauh dari kesan 'norak'. 

Dengan pengelolaan yang tepat, fashion memiliki peluang besar untuk menjadi usaha jangka panjang dan mendatangkan keuntungan besar. Tertarik untuk terjun ke bisnis fashion? Ada beberapa usaha yang bisa kamu pertimbangkan.

Berdasarkan tujuan utamanya, usaha fashion terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu:

·         Usaha komersil, bertujuan memperoleh keuntungan (profit oriented). Pemiliknya disebut entrepreneur

·         Usaha non-komersil, dilatarbelakangi unsur sosial sehingga pencarian laba bukan prioritas utama.

·         Usaha semi-komersil, operasionalnya mengedepankan aspek sosial sekaligus mencari keuntungan. Jadi, fokusnya seimbang. 

Terlepas dari hal-hal tersebut, usaha fashion bisa dibedakan lagi menjadi beberapa jenis. Simak ulasannya berikut ini ya!

1.       Jahit perorangan


Usaha jahit perorangan merupakan jenis bisnis yang bisa dilakukan secara individual. Setiap produk busana dibuat dan diselesaikan oleh satu orang tanpa campur tangan siapapun. Dilihat dari fokusnya, bisnis jahit perorangan ini bisa dibedakan lagi menjadi 3 yaitu:

·         Modiste

Istilah modiste digunakan untuk mendeskripsikan seorang penjahit wanita yang khusus membuat busana wanita berdasarkan pesanan (make to order). Seluruh pekerjaannya dilakukan sendiri, mulai dari memilih model, mengukur badan, membuat pola, memotong, menjahit hingga finishing.  

Peralatan yang digunakan masih sangat sederhana dan terbatas. Hasil jahitan tergolong halus, modelnya tidak selalu unik karena tergantung selera pelanggan. Ukurannya dibuat sesuai tubuh pelanggan.

·         Tailor

Merujuk pada seseorang yang berprofesi sebagai penjahit busana khusus pria atau pakaian sangat formal. Mengerjakan jenis busana tailoring, meliputi setelan jas kadang juga dilengkapi vest.

·         Haute couture

Seorang penjahit haute couture biasanya lebih mengutamakan keindahan detail potongan serta penggunaan bahan berkualitas tinggi. Desain pakaian haute couture cenderung eksklusif, unik serta kombinasi materi-materi yang tak biasa.  

2.       Usaha Atelier

Atelier adalah bahasa Perancis yang berarti tempat kerja, bengkel atau workshop. Sedangkan dalam istilah busana atelier diartikan sebagai rumah mode atau tempat untuk mengolah pakaian. Pengelolaan usaha ini jauh lebih luas dibanding modiste maupun tailor, baik dari segi peralatan, jumlah pegawai maupun struktur organisasi.

Disamping menjahit busana perorangan, atelier juga menerima pesanan dalam jumlah cukup besar. Termasuk pembuatan lenan rumah tangga dan menjual pakaian jadi. Pola busana dibuat dalam bentuk konstruksi, dimana seluruhnya dibuat berdasarkan ukuran badan pemakai lalu digambar menggunakan perhitungan matematis.

3.       Butik

Boutique atau butik adalah sebuah toko pakaian yang menyediakan aneka model busana berkualitas tinggi. Selain baju siap pakai, tempat ini juga menjual berbagai jenis aksesoris serta pelengkap fashion. Seperti halnya sepatu, sandal, tas, ikat pingggang, manset, hairpiece dan masih banyak lagi.

Pakaian-pakaian yang ada di butik umumnya bersifat eksklusif dengan jahitan halus serta tidak diproduksi secara massal. Ukurannya sesuai standar dunia mode atau berdasarkan ukuran tubuh tertentu. Desain busana butik cenderung unik, tidak pasaran dan hanya dibuat dalam satu hingga tiga pieces untuk setiap model.

4.       Konveksi

Bisnis konveksi merujuk pada bidang usaha yang memproduksi jenis pakaian ready to wear dalam skala lebih besar. Ukurannya tidak didasarkan pada pesanan pelanggan melainkan, ukuran yang sudah distandarkan. Produk konveksi berupa busana pria, wanita maupun linen rumah tangga.

Ongkos jahit konveksi cenderung lebih murah dan bisa dijangkau oleh semua kalangan. Modelnya juga lebih simpel serta mudah dikerjakan. Mutu produk konveksi cukup bervariasi, mulai dari kualitas tinggi, menengah hingga rendah.

5.       Usaha sablon

Bisnis fashion tak melulu tentang jahit menjahit ya. Kamu bisa mencoba bisnis lain, seperti membuka jasa sablon. Modern ini, teknik sablon terbagi menjadi dua yakni sablon manual dan sablon digital yang menggunakan mesin khusus.

Di satu sisi, sablon mesin memang dapat mencetak gambar jumlah banyak dalam waktu yang singkat. Namun di sisi lain, ketahanan warna sablon manual jauh lebih awet ketimbang sablon mesin. Biaya operasional usaha sablon manual pun jauh lebih kecil dibandingkan sablon mesin.

6.       Distro (Distribution Store)

Distribution outlet atau distro dapat diartikan sebagai toko khusus tempat menuangkan kreatifitas pemiliknya. Distro merupakan perwujudan konsep DIY (do it yourself) dimana seorang pebisnis menentukan segalanya secara mandiri. Jika ditelusuri lebih jauh lagi, sebenarnya distro lahir dan tumbuh dari komunitas independen.  

Bisnis kaos distro paling cocok digeluti oleh generasi muda yang penuh kreatifitas. Barang-barang yang dijual di toko distro diproduksi secara terbatas dengan desain-desain unik. Pembuatannya tidak didasarkan pada permintaan pasar melainkan keinginan desainer itu sendiri.

7.       Reseller fashion

Bisnis selanjutnya yang cocok dipertimbangkan adalah menjadi seorang reseller produk pakaian. Di sini kamu hanya perlu membeli, memasarkan dan menjual kembali produk fashion dari supplier. Bisa berupa perusahaan konveksi, butik, atau merk fashion tertentu.

Tak perlu pusing-pusing memikirkan model, ukuran maupun bahan, sebab kamu hanya butuh kepiawaian dalam hal pemasaran. Caranya sangat mudah dan modalnya juga tak begitu besar.

Hanya tinggal mengambil barang dari supplier, melakukan promosi, lalu menjualnya ke konsumen. Kamu bisa mengambil keuntungan berdasarkan persentase penjualan atau sesuai kesepakatan bersama pemasok. Namun, berhati-hatilah dalam memilih supplier dan pastikan sumbernya terpercaya dan memiliki reputasi yang baik.

8.       Dropshipper

Seperti halnya reseller, bisnis dropshipper kita menjual barang produksi atau merk milik orang lain. Hanya saja seorang dropship tidak harus menyetok atau membeli dulu barang-barang yang hendak dijual. Karena pada prinsipnya kamu hanya perlu mengeluarkan modal ketika ada orderan, uang itu akan segera kembali bersama keuntungan setelah dibayar oleh konsumen.

Itu dia beberapa ide usaha di bidang fashion yang bisa kamu coba realisasikan di dunia bisnis. Itu dia beberapa ide usaha di bidang fashion yang bisa kamu coba realisasikan. Sudah punya gambaran mau coba bisnis apa? Apapun pilihannya, pastikan kamu sudah paham dasar-dasarnya ya. Semoga bermanfaat ya!

Dan BahanKain.id selalu siap untuk menjadi mitra usaha fashion Anda. Mau usaha perorangan, mikro ataupun skala besar, kami siap memenuhi kebutuhan kain Anda.

Temukan bahan yang Anda butuhkan di Kategori Produk.

Atau langsung hubungi customer service kami untuk detail produk, pemesanan maupun konsultasi seputar kebutuhan tekstil dan dapatkan penawaran terbaiknya. 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait