BahanKain.id
BahanKain.id

Psikologi Fashion, Menyingkap Rahasia Dibalik Apa Yang Kamu Pakai

BahanKain
Psikologi Fashion, Menyingkap Rahasia Dibalik Apa Yang Kamu Pakai

Cara berbusana bisa menunjukkan kepribadian seseorang, seperti ungkapan “You are What You Wear”. Banyak orang mungkin merasa kurang setuju akan penyataan satu ini. Padahal ada ilmu yang secara khusus mempelajari hal itu yaitu psikologi fashion.

Lantas, apa itu psikologi berbusana? Dan bagaimana pengaruhnya terhadap kepribadian seseorang? Simak ulasan lengkapnya berikut ini yuk!
Sekilas Tentang Psikologi Fashion

Psikologi fashion adalah sebuah kajian tentang bagaimana pemilihan busana bisa mempengaruhi emosi, harga diri dan identitas seseorang. Dalam dunia pendidikan, ilmu ini termasuk cabang psikologi terapan yang secara khusus menggunakan teori serta prinsip berbeda untuk menganalisis dan mengeksplorasi hubungan antara busana dan perilaku manusia. Bagaimana alternatif fashion bisa dipengaruhi oleh beragam faktor seperti perbedaan karakter, budaya, norma sosial serta nilai-nilai.


Sumber: https://www.onlinepsychologydegree.info/

Dengan memahami konsep psikologi fesyen berarti kamu sudah memahami konsep ‘you are what you wear’. Para psikolog mode menggunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk memberi saran pada individu, organisasi, serta industri mode tentang berbagai permasalah. Contohnya yaitu perilaku konsumen, keberlanjutan, strategi pemasaran, maupun gaya.

Namun sangat disayangkan saat keinginan untuk tampil fashionable tersebut justru mendorong perkembangan fast fashion. Dan pada akhirnya menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, eksploitasi sumber daya alam serta emisi gas rumah kaca.

Aspek Psikologi Dari Fashion

Konsep ‘enclothed cognition’ yang dikemukakan oleh peneliti Hajo Adam dan Adam D. Galinsky menyarankan bahwa pakaian dapat mempengaruhi proses kognitif. Dimana hal tersebut akan memberi berdampak besar pada cara berpikir dan berperilaku seseorang.

Sudah menjadi rahasia umum kalau pakaian dapat mempengaruhi banyak aspek seperti kepercayaan diri, sifat, suasana hati, hingga kesejahteraan mental secara keseluruhan. Berikut penjelasan lengkapnya:

1.       Ekspresi Diri

Pemilihan pakaian yang paling khas dipercaya sebagai perwujudan kepribadian dan sifat pribadi. Ketika seseorang cenderung menggunakan warna, gaya, atau item dari merek tertentu, berarti dia memberikan sinyal tentang siapa dirinya pribadi dan bagaimana seharusnya dia dipandang.

Contohnya, memakai baju berwarna cerah bisa menunjukkan sikap positif dan percaya diri yang tinggi. Sementara warna-warna lembut lebih mencerminkan relaksasi dan kebahagiaan tersendiri.

2.       Kepercayaan Diri

Mengenakan outfit-outfit yang membuat kita merasa nyaman tentu akan meningkatkan kepercayaan diri. Ketika merasa sangat santai dan bahagia dengan apa yang kenakan, kemungkinan besar akan terlihat menonjol di antara orang lain, dan menunjukkan lebih banyak kepercayaan diri, dan bahkan menjalani hari dengan pola pikir dan sikap positif.

3.       Keterhubungan Emosional

Pakaian menyimpan sejumlah nilai sentimental yang terkadang bisa mengingatkan kita akan kenangan indah bersama orang-orang yang pernah menjalin hubungan dekat dengan kita. Memakai outfit seperti ini seringkali membangkitkan emosi positif dan juga menjadi sumber relaksasi saat menjalani masa-masa sulit.

4.       Komunikasi Non-verbal

Busana bisa berfungsi sebagai media komunikasi non-verbal yang mengekspresikan identitas dan menyampaikan pesan-pesan sosial. Keputusan dalam berpakaian dapat memengaruhi persepsi serta cara orang lain menganalisis diri seseorang. Pakaian yang sesuai citra diri dan gaya pribadi seseorang dapat meningkatkan konsep positif sekaligus harga diri.

Pengaruh Psikologis Warna Dalam Fashion

Banyak penelitian menunjukkan bahwa psikologis warna dalam fashion merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan. Pemilihan warna dapat membangkitkan emosi dan suasana hati tertentu. Misalnya, warna hangat seperti merah dan kuning seringkali dihubungkan dengan energy. Sedangkan warna-warna sejuk seperti biru dan hijau lebih menggambarkan ketenangan serta ketentraman.


Pada dasarnya memahami aspek psikologi warna membuat individu cenderung memilih alternatif di lemari pakaian untuk membantu kesejahteraan mental mereka. Gambaran industri fesyen mengenai tingkat kecantikan akan sangat memengaruhi harga diri dan citra tubuh seseorang.

Antara Kenyamanan Fisik dan Kesehatan Mental

Kenyamanan fisik dan kesejahteraan psikologis memiliki ikatan yang sangat besar sehingga dapat mengembangkan hubungan simbiosis yang melampaui kepuasan materi. Ketika sebuah pakaian diproduksi untuk memberi keselesaan, rasa nyaman akan menyelimuti rutinitas harian mereka. Sebab, badan yang nyaman merupakan salah satu landasan dalam memperkuat kedamaian jiwa.

Bebas dari pakaian yang sesak atau menimbulkan iritasi akan mengurangi kemungkinan terpuntirnya susunan OOTD seseorang. Oleh karena itu, manusia bisa memanfaatkan energy mereka untuk melakukan aktifitas-aktivitas menyenangkan. Intinya, ketepatan antara tubuh dan pakaian dapat menumbuhkan citra positif yang memotivasi kepercayaan diri.

Kekuatan Penyembuhan Dari Fashion

Busana menjadi aspek penting di bidang “terapi fashion”, yaitu sebuah metode yang hanya melibatkan penggunaan pakaian dan gaya pribadi sebagai langkah penemuan jati diri, pemberdayaan, penyembuhan, dan berbagai permasalahan diri.

Kolaborasi terapis Fashion dapat memberi wawasan pada orang-orang tentang pengenalan sekaligus identifikasi tantangan pribadi serta menciptakan hubungan positif dengan citra diri. Namun, perlu diketahui jika pengaruh pakaian terhadap kesejahteraan mental dan dapat berubah dari orang ke orang.

Pada akhirnya, psikologi mode membuka hubungan mendetail antara pakaian dan kesejahteraan mental. Ia juga menyoroti dampak pilihan pakaian terhadap persepsi diri, kepercayaan diri, dan keadaan emosional. Bagaimana mode menjadi sebuah fenomena yang tak hanya melampaui estetika berpakaian di tingkat permukaan, namun juga mendalami dunia ekspresi diri, perspektif masyarakat, serta identitas.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait