BahanKain.id
BahanKain.id

7 Tips Agar Popok Kain (Clodi) Tidak Mudah Bocor

BahanKain
7 Tips Agar Popok Kain (Clodi) Tidak Mudah Bocor

Hadirnya clodi sebagai inovasi popok lebih ramah lingkungan pengganti sekali pakai mengundang banyak pro dan kontra. Di satu sisi, cloth diaper memang bisa jadi pilihan terbaik untuk bayi yang memiliki kulit sensitif serta meminimalisir tumpukan sampah pospak. Namun, di sisi lain banyak orang tua mengeluhkan penggunana popok kain ini harus sering-sering diganti karena mudah bocor.

Padahal, ada beberapa faktor yang menyebabkan clodi cepat merembes. Entah dari segi kualitas yang kurang bagus maupun tindakan awal sebelum penggunaanya.

Nah, berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar clodi tidak cepat bocor:

1.       Beli clodi berkualitas

Kualitas sangat menentukan daya tahan serta kemampuan cegah bocor popok kain. Clodi yang bermutu tinggi biasanya memiliki desain khusus dan dibuat dari jenis kain yang mampu menyerap sekaligus menahan cairan sehingga mencegah kebocoran. Baik dari sisi belakang, samping, dari depan.

Pastikan juga tiap bagiannya terjahit secara sempurna dan rapi. Jangan hanya membelinya karena desainnya yang lucu dan menggemaskan ya.

2.       Lakukan pre-washing

Sebenarnya, pre-washing adalah mekanisme yang berlaku untuk semua jenis pakaian baru. Begitu pula clodi baru, ia harus dicuci terlebih dahulu (pre-wash) sebelum digunakan. Bedanya prewashing popok kain sebaiknya dilakukan hingga tiga kali.

Pada prewash pertama, rendam clodi pada larutan deterjen cair selama 1 jam. Setelah prewashing kedua dan tiga, mencuci tanpa penambahan detergen pun tidak masalah.

Cukup gunakan air suhu biasa atau air hangat. Namun, clodi dengan bahan penyerap organik, seperti bambu atau hemp lebih disarankan untuk dilakukan prewash menggunakan air hangat yang lebih efektif mengangkat kandungan minyak.

Selain membuang residu zat-zat kimia maupun bakteri yang menempel selama proses produksi, pre washing juga bertujuan memaksimalkan fungsi insert daya serap clodi. Lakukan tiap detail prosesnya sesuai petunjuk yang tertera di labek clodi. Gunakan sabun cuci berformulasi lembut yang aman serta bebas pemutih maupun pelembut.

3.       Pakaikan Clodi dengan rapi dan pas

Banyak bunda sering mengeluh karena clodi sering mengalami bocor di sisi samping yang membuat pakaian lainnya ikut basah. Nah, penyebab utama dari permasalahan ini bisa jadi bukanlah kualitas popok yang jelek, melainkan cara pemasangan clodi yang terlalu longgar atau kurang rapi.

Clodi sudah didesain agar bisa disesuaikan dengan ukuran tubuh bayi. Jika popok kain dipasang longgar, cairan mudah merembes ke sisi-sisi kain. Si kecil pun akan merasa tidak nyaman. Jadi, yang perlu dilakukan hanya mengatur ukuran dari Velcro atau snap dan biarkan karet elastis pada clodi menyesuaikan dengan tubuh bayi.

4.       Ganti tiap 3-4 jam sekali

Salah satu penyebab kebocoran popok kain adalah insert yang mengalami kelebihan kapasitas. Oleh sebab itu clodi perlu sering diganti seperti halnya popok sekali pakai.

Secara umum, insert clodi dapat menyerap serta menampung sekitar 150 cc cairan. Sedangkan produksi urine normal seseorang adalah 0,5–1 cc/kg berat badan setiap jamnya.

Sebagai contoh:

·         Jika berat si kecil 10 kg, maka banyaknya urine yang dikeluarkan adalah 5–10 cc/jam atau 20–40 cc/4 jam.

·         Anak dengan berat 20 kg biasanya mengeluarkan urine sebanyak 10–20 cc/jam atau 40–80 cc/4 jam.

·         Sedangkan anak yang memiliki berat 30 kg, kemungkinan akan mengeluarkan 15–30 cc/jam atau 60–120 cc/4 jam urine.

Penggantian clodi bisa lakukan tiap 3 atau 4 jam sekali sehari. Sementara pada malam hari, popok kain bisa dibiarkan lebih dari 4 jam karena bayi tidak sering membuang air kecil ketika tidur.

5.       Lakukan stripping secara rutin

Fungsi memang akan menurun seiring dengan frekuensi penggunaan dan berjalannya waktu. Akibatnya, clodi jadi lebih cepat penuh dan bocor. Untuk mengembalikan performa clodi serta memperpanjang masa guna nya, stripping perlu dilakukan secara rutin.

Stripping adalah metode pencucian untuk menghilangkan sisa-sisa detergen yang ada di dalam clodi. Karena residu inilah biasanya kualitas clodi jadi menurun.

Cara melakukan stripping juga terbilang mudah kok. Cukup rendam clodi bersih di dalam air hangat, lalu bilas sampai airnya tidak berbusa. Tambahkan baking soda dan cuka atau produk khusus stripping clodi lain agar hasilnya lebih maksimal.

6.       Jemur melintang

Tahukah kamu kalau kualitas clodi juga bisa menurun karena cara menjemur yang kurang tepat. Clodi harus diposisikan secara horisontal yaitu melintang (horizontal) dari kanan ke kiri bukan disampirkan memanjang dari atas ke bawah. Pastikan juga lipatannya tepat berada di bagian tengah.

Hindari menjemur popok dengan cara menggantung karena akan membuat karet tertarik sehingga menjadi longgar dan mudah bocor.

7.       Rawat Clodi dengan cara yang benar

Kalau dilihat dari segi teknis, kebocoran clodi biasanya berhubungan erat dengan penurunan daya serap insert, kerusakan material polyurethane laminated (PUL), dan hilangnya elastisitas karet di sekitaran lingkar paha. Faktor-faktor tersebut sangat mungkin terjadi akibat mekanisme perawatan yang kurang tepat atau memang sudah waktunya berganti insert.

Kerusakan bahan PUL bisa terjadi karena menjemur bahan PUL di bawah sinar matahari langsung. Cara ini menyebabkan permukaan PUL retak sehingga menimbulkan celah kecil yang menjadi jalan kebocoran cairan. Sedangkan hilangnya elastisitas karet pada lingkar paha, umumnya diakibatkan oleh posisi penjemuran yang salah.

Itu dia bebarapa tips yang bisa kamu terapkan agar popok clodi tidak mudah bocor. Lakukan langkah-langkah tersebut agar si kecil tetap nyaman dan tidak perlu sering-sering mengganti clodi. 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait