BahanKain.id
BahanKain.id

6 Variasi Model Sepatu Loafers, Cocok Untuk Acara Formal Maupun Kasual

BahanKain
6 Variasi Model Sepatu Loafers, Cocok Untuk Acara Formal Maupun Kasual

Bosan dengan sepatu bertali? Loafers bisa jadi pilihan pertamamu untuk tampil dalam gaya kasual yang santai atau lebih formal. Model alas kaki simpel ini sangat cocok menemani rutinitas harianmu seperti kuliah, jalan-jalan, pergi kerja, bahkan menghadiri pesta pernikahan.

Dengan variasi bahan dan desain yang beragam, fungsi loafers bukan sekadar “jika sepatunya pas, pakailah”. Tapi ia memang cocok di segala suasana.

Lantas, apa itu loafers? Bagaimana sejarahnya? Dan apa saja jenisnya Simak ulasan berikut ini yuk!

Sekilas Tentang Sepatu Loafers

Sepatu loafers adalah jenis sepatu slip on dengan ciri khas tanpa tali pengikat. Loafers dikenal sebagai sepatu resmi yang terbuat dari bahan kulit atau suede. Jahitan upper dibuat begitu mendetail dan biasanya sedikit menonjol. Beberapa loafers dilengkapi elastis serta aksen hias lain yang menjadikannya begitu nyaman dan tampak elegan.

Sejarah sepatu loafers dimulai pada tahun 1930-an saat model alas kaki yang dikenal sebagai "Aurland moccasin" pertama kali muncul di Norwegia. Sepatu ini memiliki desain slip-on tanpa tali fungsional. Revolusi paling penting terjadi ketika perusahaan sepatu Amerika Serikat, G.H. Bass & Co., mengadopsi konsep Aurland moccasin. Hingga akhirnya pada tahun 1936, G.H. Bass & Co. memperkenalkan penny loafers yang begitu ikonik.

Penny loafers kian populer berkat kebiasaan mahasiswa Ivy League yang memasukkan koin ke dalam slot depan sepatu. Hal itu membuat sepatu loafers semakin populer di kalangan mahasiswa dan professional hingga akhir tahun 1960-an. Mereka menganggap loafers sebagai sepatu santai yang tetap memberi kesan klasik dan rapi.

Variasi Model Sepatu Loafers

Ada beberapa jenis sepatu loafers yang memiliki ciri khas dan variasi desain, diantaranya yaitu:

1.       Penny Loafers

Ini merupakan tipe loafers berdesain klasik dengan bagian depan terbuka dan memiliki sebuah slot di tengah. Disebut "penny loafers" karena dulu pemakainya terbiasa memasukkan koin ke dalam slot tersebut.


Sumber: https://tgcollection.com.au/

Nyaman, tradisional, dan klasik, itulah kesan yang terlihat dari sepatu loafers pria versi pertama bernama penny. Meski sudah ada sejak tahun 1930-an, namun ia baru mulai populer pada tahun 1950-an. Penny loafers telah lama menjadi salah satu sepatu serbaguna bagi pria yang kini juga tersedia untuk wanita.

2.       Tassel Loafers


Sumber: https://fromsqualortoballer.com/

Sesuai namanya, loafers tipe ini memiliki tassel yaitu aksesoris sepatu yang menggantung di sisi atas sepatu. Sehingga memberikan sentuhan elegan dan sedikit formal. Itulah kenapa, tassel loafers seringkali dianggap lebih formal dari penny loafers.

3.       Bit Loafers atau Horsebit Loafers

Horsebit adalah jenis loafers yang memiliki aksen gesper logam emas berbentuk seperti snaffle kuda di bagian atas. Bit tersebut memberikan sentuhan lebih modern dan formal, sehingga cocok dipakai dalam konteks bisnis formal atau semi-formal.

Dipopulerkan oleh brand Gucci yang mengubah warna dari cokelat menjadi hitam dan mengotak-atik lapisan logamnya. Improvisasi desain tersebut berhasil meledakkan popularitas loafers khususnya di kalangan atas. Loafer horsebit memberi kesan agak retro, namun tetap terlihat modern.

4.       Venetian Loafers

Tak seperti jenis lain, desain venetian loafers lebih minimalis, tanpa aksen tambahan maupun detail jahitan. Dengan gaya lebih kasual dan sederhana do it all loafers paling menyerupai asal sebenarnya dari jenis alas kaki ini.

Sepatu loafers venetian memiliki tampilan mulus tanpa jahitan serta flamboyan kilted sehingga cocok untuk tampilan formal maupun acara kasual.

5.       Kiltie Loafers

Berikutnya ada kiltie loafers yang memiliki kain berlipat atau flap kiltie di bagian atas yang menambah elemen dekoratif. Sekilas desainnya memang tampak sangat mirip dengan tassel loafer, namun detail kiltie loafer mempunyai bentuk mirip pagar yang mengelilingi sisi muka pada sepatu.

Sering dianggap aneh, kilt loafer adalah satu-satunya model yang bisa masuk list alas kaki favorit. Rumbai pada kiltie loafers menawarkan gaya unik yang juga berfungsi melindungi punggung kaki.

6.       Belgian Loafers

Desain slip-on Belgian loafers sangat ringan dan fleksibel. Bentuknya juga terbilang sederhana tanpa banyak aksen dekoratif. Detail jahitan unik berbentuk sebuah busur kecil yang menempel di upper sepatu menjadi salah satu ciri khas sepatu ini. Kebanyakan dibuat berwarna hitam atau coklat sehingga menampilkan sisi lebih formal. Namun, Belgian loafers tetap terlihat semi-formal karena pola desain slip-on nya.

Itu dia beberapa model sepatu loafers yang bisa kamu jadikan referensi sebelum membelinya. Tiap jenis sepatu ini memiliki karakteristik tersendiri dan cocok untuk berbagai kesempatan. Semoga bermanfaat ya!

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait