5 Perbedaan Industri Garmen Dan Konveksi Yang Wajib Kamu Tahu!

Industri pakaian menjadi salah satu sektor bisnis yang sangat menjanjikan karena permintaan produk selalu ada. Dua diantaranya yaitu perusahaan garmen dan konveksi.
Jika membahas perihal dua istilah tersebut, yang terbayangkan pasti sebuah perusahaan memproduksi pakaian. Akar kata garmen sendiri berasal dari bahasa inggris “garment” yang berarti pakaian jadi. Meski demikian, produk industri garmen bukan sekedar pakaian jadi tapi juga barang-barang lain berbahan dasar tekstil yang dibuat secara massal.
Sebenarnya, komoditas barang yang dihasilkan oleh perusahaan konveksi tak jauh berbeda dengan garmen. Hanya saja jumlah dan minimal ordernya jauh lebih sedikit.
Perbedaan Garmen dan Konveksi
Pada prinsipnya, garmen adalah industri pembuatan produk pakaian jadi yang memiliki sistem manajemen lebih baik. Mereka memproduksi busana secara massal untuk diperjualbelikan di toko-toko. Jumlah pekerja perusahaan garmen pun mencapai ribuan hingga belasan ribu. Industri ini juga mempunyai dua ciri utama yaitu adanya permisahan manajemen produksi dan hanya berfokus pada satu item produk saja.

Sedangkan konveksi adalah perusahaan yang memproduksi pakaian di bawah kendali perorangan karena jumlah tenaga kerja serta peralatannya relatif sedikit. Skala pesanannya juga masih di bawah 500 buah. Perusahaan ini hanya membuat produk berdasarkan pesanan yang datang. Mereka tidak memproduksi barang secara khusus untuk dijual di toko seperti halnya industri garmen.
Dari penjelasan tersebut, perbedaan garmen dan konveksi dapat dilihat dari beberapa aspek, seperti:
1. Kepemilikan usaha
Perbedaan pertama adalah mengenai kepemilikan bisnis. Konveksi hanya dimiliki dan dikelola oleh satu orang, hanya menerima pesanan berskala kecil hingga menengah. Meski terdapat pro dan kontra, bisnis konveksi memberi lebih sedikit birokrasi atau kebingungan karena hanya satu orang yang memberi perintah. Namun di satu sisi pasti akan sulit untuk mengelola kelompok besar dan membuat pilihan dalam situasi berisiko.
Di sisi lain, pengelolaan garmen ada di tangan manajer yang terorganisir dengan baik. Nilai positifnya, pembagian kerja tidak terkonsentrasi pada satu individu, sehingga mengurangi kemungkinan kesalahan. Namun karena ada banyak orang yang bertanggung jawab, birokrasi juga akan rumit.
2. Pemisahan manajemen produksi
Salah satu karakter paling mencolok yang dimiliki pabrik garmen adalah pemisahan di semua alur pokok proses menjahit, memotong hingga pemasangan komponen. Ratusan bahkan ribuan pekerja pabrik pakaian lengkap dengan beragam beralatan seperti mesin jahit, obras maupun pisau. Setiap proses dilakukan secara teratur dan sangat detail untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Lain halnya dengan perusahaan konveksi, dimana pemiliknya secara khusus mempekerjakan beberapa orang untuk membuat produk jadi dan siap dipasarkan.
3. Pengambilan keputusan
Dalam kaitannya dengan pengambilan keputusan, konveksi terbilang lebih mudah karena hanya satu orang yang akan memerintah. Tidak perlu diskusi panjang dan lama. Keputusan bisa diambil dengan cepat.
Namun, pengambilan keputusan ini akan sulit dilakukan manakala kondisinya memerlukan risiko besar. Dan ini merupakan kelemahan konveksi, di mana dibutuhkan pandangan atau opini dari orang lain supaya keputusannya benar dan tidak terlalu berisiko.
4. Fokus pada satu item produk
Ciri khas garmen yang biasanya hanya ingin memfokuskan pada satu produk, karena ada hampir ribuan produksi pada garmen, yang membuat banyak produk menjadi sulit. Hal ini juga dipengaruhi oleh permintaan pasar mereka yang sangat besar dan berasal dari mall, department store atau took grosir, dan juga merupakan bagian dari branding perusahaan clothing.
5. Minimal order
Seperti pembahasan sebelumnya, konveksi memiliki minimum order sedikit, yaitu puluhan bahkan satuan. Biasanya, kamu bisa memesan mulai dari 12 buah kaos di perusahaan konveksi. Dengan kualitas produk yang baik tanpa batas minimal pemesanan, konveksi menjadi satu unit menguntungkan. Industri ini selalu jadi tujuan perorangan, organisasi, komunitas, atau lembaga tertentu yang membutuhkan seragam dalam jumlah kurang dari 500 pcs.
Beda dengan pabrik garmen dimana mereka hanya melayani pesanan dalam jumlah besar, bisa puluhan hingga ratusan ribu pcs. Mengingat kualitas produknya jauh lebih tinggi dan tentu masuk akal jika minimal pemesanannya tak sedikit. Jenis pesanannya pun beragam, bisa berupa seragam, pakaian, celana, baju, atau produk tekstil lain.
6. Jumlah karyawan dan gaji
Perbedaan selanjutnya terlihat pada jumlah karyawannya. Jumlah pegawai pabrik garmen mencapai belasan hingga ratusan ribu orang. Sedangkan pabrik konveksi umumnya hanya mempekerjakan 10 atau maksimal 50 orang. Merkelah yang nantinya akan menyelesaikan tugas menjahit baju, tas, atau produk lain sesuai request pelanggan.
Perihal gaji, keduanya juga berbeda. Selama ini garmen terkenal dengan upah lumayan tinggi karena sudah berbentuk badan usaha. Bayaran pekerja konveksi disesuaikan dengan kemampuan pemilik atau kinerja pegawainya. Ada pula konveksi yang sistemnya meminjamkan mesin pada pegawai untuk menjahit di rumah mereka. Lalu hitungan upahnya sesuai jumlah produk yang dihasilkan.
7. Peralatan produksi
Peralatan yang dipergunakan oleh industri garmen dan konveksi juga terdapat perbedaan. Mengingat skala produksinya sangat besar, alat-alat di pabrik garmen jauh lebih banyak dan canggih.
Tapi, di dalam konveksi ada beberapa tahapan masih dilakukan secara manual. Hal itu karena pemakaian mesin dan pembuatan produk handmade akan mempengaruhi kualitas produk. Asal bisa bekerja sama dengan konveksi terbaik yang punya tim quality control, sehingga kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan.
8. Target pasar
Pabrik konveksi umumnya lebih menargetkan komunitas, organisasi, serta usaha kecil dan menengah. Hal itu dikarenakan kelompok ini lebih mementingkan harga, tidak terlalu peduli dengan kualitas atau konsistensi produk. Sektor ini tak mungkin menerima ribuan pesanan sekaligus. Proses produksinya pun memakan waktu lama.
Lain halnya dengan industri garmen yang dalam sekali prosesnya bisa menghasilkan belasan hingga puluhan ribu produk. Dan mereka hanya melayani pesanan sesama perusahaan.
Dari penjelasan di atas, kita bisa menarik satu garis merah bahwa perbedaan utama antara industri garmen dan konveksi adalah kapasitas produksinya. Sekarang udah bisa ngebedain kan? Semoga bermanfaat ya!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



