Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Jumpsuit dan Overall

Sobat Bahankain tentu tak asing lagi dengan model busana overall dan jumpsuit? Jenis outfit yang punya desain one piece ini seringkali dianggap sama dan banyak orang masih kesulitan membedakan keduanya. Wajar sih, karena bentuk potongannya memang hampir sama.
Lantas, apa sajakah kesamaan serta perbedaan antara jumpsuit dan overall? Simak ulasan berikut ini yuk!
Sekilas Tentang Jumpsuit
Jumpsuit merupakan model pakaian yang diperoleh dari penggabungan blus dan celana panjang namun masih mempertahankan bentuk serta karakter masing-masing. Biasanya jumpsuit memiliki bukaan di bagian depan, samping, atau belakang tubuh untuk memudahkan saat memakaiannya.

Mereka hadir dalam model atasan potongan
lengan pendek, lengan 3/4, lengan panjang atau tanpa lengan (you can see).
Disebut sebagai gaun one-piece, jumpsuit memiliki potongan ramping dan menutup lengan dan kaki. Dari cerita sejarah, jumpsuit sering digunakan oleh penerjun payung yang ingin melompat dari pesawat. Mengingat detailnya yang praktis, jumpsuit menjadi pakaian yang fungsional untuk para penerjun payung.
Tepat di tahun 1930-an, jumpsuit mulai dikenal dan dirancang ulang oleh Elsa Schiaparelli. Desain tersebut dikenal namun saat itu hanya bisa digunakan oleh beberapa orang. Menyusul di tahun 1940-an, Vera Maxwell asal Amerika dan Bonnie Cashin pada tahun 1950-an. Baru pada tahun 1964, jumpsuit mulai diperkenalkan oleh Vogue dan dikenakan oleh Guy Laroche bersama jaket kulit.
Dari situlah jumpsuit memasuki dunia mode selama beberapa bulan. Perpaduan antara jumpsuit dan kaos putih pun mulai diidentikkan dengan gaya “moon shot” yang mengisi majalah Vogue di bulan Januari 1965. Hingga akhirnya, para desainer memperkenalkan baju dan celana terusan ini sebagai pakaian pokok berpenampilan modern.
Sekilas Tentang Overall
Disisi lain, overall adalah jenis pakaian mirip jumpsuit yang terdiri dari bawahan (celana atau rok) serta model atasan semacam apron di bagian dada dan punggung. Pola potongan bagian depan dan belakang disatukan dengan dua buah tali melewati pundak.
Overall tidak memiliki kerung lengan sehingga harus dipakai bersama dalaman kaos maupun kemeja. Umumnya berbahan dasar denim dengan model atasan terbuka. Mengingat potongan overall sangat terbuka, kamu membutuhkan baju tambahan atau inner untuk menghindari kesan busana yang terlalu frontal.

Dilihat dari sejarahnya, dahulu
overall hanya dipakai oleh para petani, pekerja tambang maupun tukang bangunan.
Pergeseran trend overall dimulai pada tahun 1960an dimana kaum wanita mengenakan
overall dengan variasi warna yang lebih cerah. Memasuki tahun 1970-an, overall menjadi
bagian dari style fashion remaja di
Amerika.
Sejak saat itulah, busana ini menyebar ke seluruh penjuru dunia. Namun istilah overall tidak berlaku di Inggris sebab warga disana lebih sering menyebutnya “dungarees”. Beda lagi dengan masyarakat Indonesia, dimana orang-orang mengenalnya sebagai “celana kodok”.
Meski selalu dipandang sebagai busana perempuan, nyatanya jumpsuit termasuk pakaian unisex yang bisa dipakai kaum pria maupun wanita. So, laki-laki mengenakan overall tuh nggak salah kok. Sisi maskulinmu akan membaur bersama look yang lebih cute sehingga memunculkan vibe yang lebih attractive.
Perbedaan Jumpsuit dan Overall
Dari pengertian di atas, bisa disimpulkan bahwa persamaan paling mendasar antara jumpsuit dan overall adalah keduanya sama-sama berupa busana terusan. Dimana bagian baju atasan dan bawahannya dijahit menjadi satu kesatuan utuh.

Meski demikian, baik jumpsuit maupun overall tetap punya ciri khas tersendiri. Nah, berikut beberapa hal yang membedakan dua busana tersebut:
1. Model dan cara memakai
Dibandingkan overall, model jumpsuit jauh lebih beragam. Ada yang dibuat bersama lengan atau tanpa lengan. Sekalipun tanpa lengan, kamu tetap bisa memakai jumpsuit meski tidak mengenakan baju atasan atau inner.
Lain halnya dengan overall yang selalu dibuat tanpa lengan sehingga penggunaannya harus dibarengi kaus atau kemeja. Itu karena model baju ini hanya dilengkapi suspender sehingga bagian depan dan sampingnya cukup terbuka.
2. Bahan yang digunakan
Jumpsuit bisa dibuat dari kain katun, rayon, atau bahan kaus. Walau ada juga produsen jumpsuit yang berbahan dasar kain denim.
Sementara bahan kain untuk membuat overall berupa kain yang lebih tebal, seperti denim, corduroy, atau twill. Hal tersebut tak lepas dari sejarah overall sebagai baju kerja yang notabene membutuhkan bahan yang berkarakter tebal dan kuat.
3. Kesan penampilan
Jumpsuit bisa dikenakan pada acara formal, semi-formal maupun kasual. Sementara overall hanya didesain untuk momen-momen santai yang sifatnya non-formal.
Zaman dulu, kebanyakan jumpsuit atau overall dibuat dalam versi bawahan celana panjang. Namun, sekarang model jumpsuit sudah dimodifikasi dengan bawahan berbentuk kulot serta overall rok yang lebih feminim.
Itu dia beberapa hal yang membedakan jumpsuit dan overall. Sekarang udah nggak bingung lagi ngebedainnya kan? Semoga bermanfaat ya!
Jangan lupa, selalu percayakan kebutuhan kain dan tekstilmu pada BahanKain.id ya. Kami punya koleksi kain siap garmen bermutu tinggi yang cocok untuk bahan jumpsuit maupun overall. Langsung saja cek di Kategori Produk ya.
Atau hubungi Customer Service kami untuk pemesanan serta info tekstil lainnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



