Perbedaan Jas Dan Tuxedo, Pria Wajib Tahu Nih!

Jas dan tuxedo selalu jadi pakaian formal andalan kaum pria saat menghadiri acara-acara istimewa. Sekilas memang tampak sama, padahal keduanya jelas-jelas punya banyak perbedaan lho.
Jadi, sebelum memilih menggunakan jas atau tuxedo lebih baik cari tahu dulu perbedaannya biar nggak salak kostum.
Sekilas Tentang Tuxedo dan Jas
Tuxedo dikenal sebagai smoking jacker alias black ventless dinner adalah jenis pakaian formal pria yang bisa dibilang paling mewah dan elegan. Satu setnya terdiri dari setelan jas kerah shawl berbahan dasar kain sutra atau satin. Umumnya berwarna hitam atau navy blue dengan lapel kontras.
Celana tuxedo juga dilengkapi strip satin berwarna senada dengan lapel. Kemudian dipadukan bersana bowtie hitam, kemeja putih kerah wingtip dan vest lapel satin yang serasi.

Sementara jas merupakan busana resmi bergaya eropa yang dipadukan bersama pakaian lain seperti halnya kemeja. Bisa dibilang, jas adalah pakaian formal yang lebih serbaguna dan bisa dipakai untuk acara formal maupun semi formal. Desain lapenya mirip notch, lapel peaked atau lapel shawl.
Warnanya lebih bervariasi dan umumnya dipadukan bersama dasi leher, kemeja beraneka warna serta vest opsional.
Perbedaan tuxedo dan jas
1. Kerah, kancing dan saku
Perbedaan paling mendasar antara tuxedo dan jas terletak di bagian outer atau jasnya tepatnya pada detail kerah, kancing serta saku bawah.
Kancing dan kerah tuksedo umumnya dilapisi dengan bahan satin sutra sehingga menampilkan kesan mewah dan mengkilap. Begitu juga di bagian-bagian lain seperti ujung saku. Tak seperti jas, dimana kancing dan kerahnya dibuat menggunakan bahan senada dengan material utama jas. Saku bawah pada suit alias jas dilengkapi lidah sedangkan saku tuksedo adalah jenis passpoille.
2. Desain celana
Aspek lain yang membedakan antara jas dan tuksedo adalah model celana. Diamana tuxedo biasanya dipasangkan bersama celana bahan dilengkapi garis jahitan barbahan dasar kain satin. Detailnya memanjang dari bagian sabuk hingga ujung celana.
Sedangkan garis jahitan pada setelan celana jas tidak diberi tambahan bahan atau aksen apapun. Sehingga terlihat lebih simpel. Detail mewah tuxedo lebih sering digunakan oleh mempelai pria saat acara pernikahan.
3. Dasi dan aksesori tambahan
Pengguna jas lebih bebas memilih mau memakai aksesoris tambahan atau tidak, karena sifatnya opsional. Salah satunya dalam hal pemakaian dasi. Selain menambah kesan formal, dasi juga membuat penampilan tanpak lebih rapi.
Umumnya jas disandingkan dengan dasi memanjang berwarna senada. Meski demikian, kamu tetap boleh mengenakan dasi kupu-kupu pada jas, semua tergantung acara dan selera masing-masing.
Bebeda dengan tuksedo yang setiap pemakaiannya harus selalu dipadukan dengan dasi kupu-kupu, vest atau cummerbund serta aksesori pelengkap lainnya.
4. Penggunaan
Hal yang paling membedakan jas pria dan tuksedo adalah penggunaannya. Suit atau setelan jas adalah busana yang digunakan untuk menghadiri acara formal seperti pertemuan bisnis, makan malam, perayaan keluarga atau sebagai tamu undangan di pesta.
Sementara, tuksedo hanya dipakai di momen-momen yang sifatnya lebih resmi, seperti gala dinner, pernikahan atau pesta formal. Bahkan di negara Inggris, dahulu tuksedo hanya dikenakan untuk menghadiri acara yang dilangksungkan di atas pukul 17.00. Orang-orang yang memakainya di luar waktu itu, dianggap tidak pantas.
5. Harga tuxedo relatif lebih mahal
Mengingat tuksedo hanya dipakai pada momen-momen special dan sangat berkelas, detail porongannya lebih rumit dan dipilih bahan yang paling berkualitas. Itulah kenapa harga tuksedo jauh lebih mahal dibandingkan jas, tergantung image dari brand atau desainer yang merancangnya.
Berikut beberapa jenis kain yang kerap digunakan untuk membuat tuxedo:
· Kain sutra satin
Tuksedo berbahan dasar kain sutra terkenal karena kelembutan serta keindahan yang secara natural memberi kesan mewah bagi pemakainya. Bahan sutra juga akan memberi kenyamanan baik saat musim dingin maupun panas.
Pola tenunan satin memberi ciri khas permukaan yang licin dan mengkilap. Tuxedo satin diminati kaum pria sebagai busana pernikahan atau pesta glamor nan elegan.
· Kain wol
Salah satu keunggulan tuxedo wol adalah kemampuannya memberi kehangatan dan tidak mudah kusut dibanding bahan katun dan linen. Hanya saja, bobot kainnya akan terasa lebih berat.
· Kain velvet
Bahan velvet atau beludru memiliki struktur yang halus dan tampak berkilau. Dibanding bahan lain, tuxedo velvet lebih rentan terhadap kerusahan sehingga disarankan untuk menyimpannya dengan cara digantung.
· Kain polyester
Sifat bahan polyester cenderung kaku dan panas, tapi permukaannya tidak mudah kusut. Ketahanan warnanya juga sangat baik, tahan terhadap pencucian kimia, pelarut organic, sinar matahari dan antibacterial. Polyester juga pilihan bahan yang paling ekonomis untuk membuat tuxedo.
6. Etiket berpakaian
Dalam etiket bepakaian, tuxedo sering dipandang lebih formal daripada jas. Tuxedo pun jadi standar berbusana untuk menghadiri acara formal dengan dress code ‘black tie’ atau ‘white tie’. Disisi lain, jas dianggap sebagai pilihan yang lebih santai untuk tampilan formal maupun semiformal.
Memilih antara tuxedo atau jas, harus selalu mempertimbangkan beberapa faktor seperti dress code, jenis acara, serta preferensi pribadimu. Jika acara yang kamu hadiri sangat-sangat formal dan berdresscose, jelas tuxedo adalah opsi yang paling tepat. Namun, jika sekiranya acara itu tidak begitu formal, maka jas bisa jadi lebih serbaguna. Kamu pun bisa lebih bebas memilih paduan warna, gaya serta aksesorisnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



