7 Jenis Branding Yang Bisa Membantu Strategi Pemasaran Bisnismu!

Branding merupakan salah satu komponen penting dalam membangun sebuah bisnis. Jenis branding sendiri cukup beragam dan bisa dipilih untuk membantu memetakan lebih jelas mengenai strategi yang perlu diambil.
Apa sajakah itu? Simak ulasannya berikut ini ya!
Sekilas Tentang Branding
Pada prinsipnya, branding adalah proses meriset, mengembangan dan menetapkan beberapa aspek yang menjadi ciri khas sekaligus pembeda antara satu bisnis dengan bisnis lain. Tujuan utamanya tak lain agar konsumen bisa lebih mudah mengenali produkmu. Jadi, inti dari branding ialah menciptakan identitas diri atau bisnis yang dijalani.
Proses ini melalui beberapa tahapan penting seperti pemilihan nama dan logo perusahaan, desain kemasan, pembuatan iklan serta penentuan strategi pemasaran.
Jenis-jenis Branding
Meski konsep brand dan mem-branding sudah dipahami oleh sebagian pebisnis, tapi tak banyak yang tahu kalau branding sediri terbagi menjadi beberapa jenis. Padahal, pengetahuan tentang tipe branding juga tak kalah penting lho. Sebab pemilihan branding bisa membantumu menentukan strategi pemasaran yang harus dijalankan.

Dengan begitu, kamu bisa lebih yakin memilih jenis mana yang paling cocok untuk bisnismu. Ketepatan memilih tipe branding mampu menciptakan identitas merk yang kuat serta meningkatkan daya tarik bagi konsumen.
Setidaknya ada lima jenis branding, diantaranya yaitu:
1. Product branding
Di urutan pertama ada product branding yang paling umum dilakukan oleh para pebisnis. Sesuai namanya, product branding adalah metode branding yang digunakan perusahaan untuk memperkenalkan produk agar bisa menjadi pembeda dari produk lain.
Salah satunya dengan menyuarakan manfaat serta ulasan positif mengenai sebuah produk. Tujuannya ialah memperkuat kesan positif dan membedakan produk tersebut dari pesaing di pasar dan lebih dikenal oleh konsumen.
2. Personal branding
Berikutnya ada personal branding yang populer di kalangan public figure alias tokoh publik seperti politisi, musisi dan artis. Branding jenis ini berfokus membentuk citra dan identitas seseorang. Personal branding akan sangat membantu dalam membangun reputasi yang kuat di mata masyarakat agar bisa membuka peluang karier lebih baik.
3. Corporate branding
Corporate branding adalah sebuah upaya membangun citra dan identitas perusahaan secara keseluruhan dengan tujuan pemasaran. Dalam hal ini, perusahaan berusaha memperkuat sisi positif dan menciptakan kesan profesional agar mendapat kepercayaan dari konsumen.
Prosesnya meliputi semua aspek di perusahaan, mulai dari produk yang ditawarkan hingga kontribusi karyawan di masyarakat. Dalam proses corporate branding, perusahaan harus menunjukkan bahwa mereka mampu berbisnis secara etis dan menjaga hubungan baik dalam lingkup internal maupun eksternal.
4. Service branding
Pelayanan menjadi poin penting yang seringkali mempengaruhi kepuasan konsumen produk jasa. Oleh sebab itu, perusahaan membutuhkan service branding. Karena service branding lebih fokus membangun citra dan identitas jasa yang ditawarkan pada calon konsumen.
Dalam konsep branding ini, perusahaan harus berusaha memperkuat kesan positif tentang jasa, menciptakan kesan profesional, terpercaya, dan bernilai di mata konsumen. Tantangannya memang cukup sulit mengingat layanan adalah sesuatu yang tidak berwujud.
5. Cultural Branding
Sederhananya, cultural branding merupakan sebuah teknik membangun merk yang dilakukan oleh perusahaan guna memperkenalkan produk-produknya. Bukan hanya memberi penjelasan tentang manfaat produk tetapi juga nilai-nilai produk atau brand.
Poin utama dari strategi pemasaran ini adalah memberi pandangan hidup yang dianggap positif oleh masyarakat.
6. Geographical branding
Tipe-tipe branding tak hanya sebatas pada perorangan, produk, atau perusahaan. Sebuah daerah pun bisa diperkenalkan melalui strategi branding yang lebih dikenal dengan sebutan geographical branding.
Geographical branding merupakan suatu upaya yang dilakukan pebisnis untuk menunjukan keindahan, keunggulan, serta produk maupun jasa di lokasi tersebut. Strategi ini sering dikaitan dengan promosi daerah wisata. Seperti slogan Enjoy Jakarta, Jogja Kota Gudeg, dan Wonderful Indonesia.
7. Co-branding
Kolaborasi antara dua brand juga termasuk salah satu jenis branding lho. Itu lah co-branding yaitu sebuah metode branding yang melibatkan dua atau lebih merk untuk menciptakan inovasi produk baru. Langkah ini dilakukan guna memperkuat citra produk dan merk, meningkatkan nilai tambah serta memperluan jangkauan target pasar.
Misalnya, perusahaan es krim Wall’s berkolaborasi dengan Oreo menciptakan produk es krim oreo.
Itulah penjelasan mengenai jenis dan unsur-unsur dalam branding. Ingat ya, pemilihan branding sangatlah penting untuk menentukan bagaimana strategi pemasaran yang harus dijalankan. Inti dari proses membangun merk yaitu membuka jalan bagi perusahaan agar bisa dikenal banyak orang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Semoga bermanfaat ya!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



