Identik Dengan Busana Mewah, Ini 5 Jenis Kain Yang Kerap Digunakan Untuk Membuat Abaya

Abaya dikenal sebagai busana wanita dengan kesan mewah yang berasal dari Timur Tengah. Itulah kenapa banyak orang menyebutnya gamis arab. Sempat kontroversial karena larangan memakai busana abaya di negara Perancis, kini kita akan membahas tentang busana wanita satu ini.
Desain abaya sangat sederhana dengan ciri khas lengan panjang, potongan badannya longgar serta panjang sampai batas mata kaki. Abaya menjadi simbol kesederhanaan, ketinggian moral serta keanggunan dalam fashion busana muslim.
Banyak orang juga percaya bahwa abaya menyatakan tentang identitas dan keyakinan seseorang. Dalam hal ini, busana abaya menggambarkan gaya muslimah di seluruh belahan dunia.
Sekilas Tentang Abaya
Busana abaya diperkirakan sudah ada sejak ribuan tahun lalu pada masa peradaban Mesopotamia kuno. Lebih tepatnya saat munculnya ajaran Islam yang memerintahkan kaum wanita untuk menutup aurat. Abaya pun menjadi simbol ketaatan perempuan terhadap ajaran agama Islam. Sebelum itu, abaya lebih dipandang sebagai simbol kehormatan dan kemewahan.
Istilah abaya dalam bahasa Arab berarti jubah atau toga. Atau secara harfiah merujuk pada sehelai pakaian yang berpotongan lebar, berbahan ringan dan panjang sampai batas mata kaki. Desain abaya sangat mirip djellaba, pakaian khas Afrika Utara atau gamis dari Afrika Barat.

Awalnya, abaya selalu identik dengan warna hitam serta hiasan sederhana berupa bordir atau manik-manik. Seiring perkembangannya, kini warnanya makin cerah dan desainnya makin bervariasi. Ada abaya lebar dilengkapi kerut di bagian lengan, abaya A-line berpenampilan elegan, abaya kimono yang memberi nuansa etnik, dan masih banyak lagi.
Karakter kain untuk bahan abaya juga patut diacungi jempol. Biasanya terbuat dari kain katun, chiffon, atau satin berkualitas tinggi sehingga mampu memberi kenyamanan dan tampilan yang berkesan. Penggunaan material-material tersebut tidak hanya membuat pakaian tersebut terasa nyaman, tetapi juga lebih tahan lama.
Jenis Kain Yang Kerap Digunakan Untuk Bahan Abaya
Bicara tentang abaya terasa kurang lengkap jika tidak membahas bahan dasarnya. Yups, selama ini hampir semua baju abaya khas wanita Arab memiliki tampilan mewah, flowly, terkesan jatuh, dan tidak menarawang. Padahal kalau dilihat sekilas bahannya tampak tipis serta lembut.
Nah, usut punya usut ternyata ada kain yang memang dikhususkan untuk membuat abaya lho. Beberapa diantaranya, yaitu:
1. Kain maliky
Maliky merupakan jenis kain yang memiliki karakteristik matte (doff), pekat, permukaan beralur, terasa lembut, agak lentur, dan adem saat digunakan. Cocok untuk cuaca panas maupun dingin. Tone warna hitam bahan maliky juga lebih pekat dan cenderung doff dibandingkan jet black dari jenis kain lain.
2. Kain nida
Kain nida atau kain Saudi sering digunakan untuk membuat baju abaya modern kelas menengah ke atas. Bahan nida sangat diminati pemilik butik-butik terkenal di Negara Qatar, Saudi, Dubai dan Negara timur. Busana abaya berbahan dasar kain nida mampu mendukung sirkulasi udara dari tubuh. Sehingga cocok digunakan di daerah beriklim tropis, terlebih saat cuaca panas.
Dibandingkan maliky, tekstur kain ini sedikit lebih lembut, agak tipis dan ringan lengkap dengan kesan yang glamor nan elegan. Terlihat sedikit berkilau jika terkena cahaya layaknya butiran glitter hitam di atas kain.
3. Kain Fursan
Kain fursan merupakan jenis bahan abaya berkelas menenga yang banyak dijual di sekitar masjid Nabawi, Arab Saudi. Berikut karakter fursan:
· Permukaan kainnya sangat rapat
· Tekstur bagian luarnya lebih halus, terang dan berkilau. Sementara sisi dalam kain lebih gelap
· Terasa halus dan licin namun tidak menampakkan lekukan badan
· Tidak menerawang, sehingga tidak butuh tambahan furing
· Bagian dalam terasa kesat dan bergerigi jika digesek pada di kedua sisinya
· Terkesan jatuh dan nyaman dipakai ketika cuaca panas
· Tampilan hitam berkilau tapi agak keabuan
· Tidak mudah lecek atau kotor
4. Kain Lexus
Bahan lexus merupakan jenis kain Arab yang sering dipakai untuk membuat pakaian di negara timur tengah seperti Bahrain, Kuait, Saudi Arabia, Qatar dan Uni Emirat Arab. Secara garis besar, kain ini bersifat ringan, halus, sejuk, tampak elegan, serta nyaman ketika musim hujan maupun panas.
Sekilas, teksturnya mirip kain woolpeach dengan sifat matte finished dan tidak licin atau glossy sehingga tone warna hitamnya bisa lebih pekat. Terkesan jatuh dengan tekstur sangat lembut, halus dan tampak elegan.
5. Kain Hareer
Abaya dari kain hareer sangat mudah ditemukan di wilayah Timur Tengah dan Arab Saudi. Bahan hareer disebut sebagai kain harir, satin arab, crystal satin atau crystal crepe yang merupakan material terbaik dalam pembuatan busana abaya.
Warna jet black kain hareer terkesan mewah, eksklusif, dan sering dipilih oleh desainer untuk membuat beragam model pakaian. Ciri khas yang halus, sangat lembut, ringan, dan terasa sejuk saat bersentuhan dengan kulit. Abaya dari kain hareer umumnya dibanderol dengan harga yang sangat tinggi karena berkualitas super.
Selain kelima bahan tersebut, sebenarnya abaya juga bisa dibuat dari kain-kain lain yang bekarakter flowly. Seiring meningkatnya popularitas pakaian abaya di kalangan wanita muslimah Indonesia, sangat penting untuk memahami tipe-tipe kain yang dipakai. Bukankah lebih baik memilih bahan pakaian berkualitas tahan lama, ketimbang bahan-bahan kurang berkualitas yang cepat rusak? Semoga bermanfaat ya!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



