11 Jenis Isen-isen yang Lengkapi Keindahan Motif Kain Batik

Keindahan motif batik begitu otentik menghiasi setiap wilayah di Indonesia. Kekayaan corak pada tiap helai kain batik didukung oleh penambahan ornamen pelengkap berupa isen-isen.
Motif isen atau pola isian menjadi ciri utama kain batik khsusunya dari wilayah Jawa. Kata ‘isen’ diterjemahkan sebagai ‘isian’ atau gambar yang digunakan untuk mengisi. Jika didefinisikan secara utuh, isen-isen adalah ornamen-ornamen kecil yang berfungsi mengisi corak utama batik agar terlihat lebih nyata.
Ornamen isen-isen biasa diaplikasikan pada batik cap maupun batik tulis. Pola isian ini cukup kecil dan rapat yang disusun secara teratur dan berulang. Detail gaya isen-isen memperlihatkan keterampilan tangan pembuatnya
Fungsi Isen-isen batik
Penambahan isen memang samata-mata bertujuan mempercantik tampilan batik secara keseluruhan. Namun jika diperhatikan lagi, berikut beberapa fungsi ornamen isian alias isen-isan pada kain batik:
1. Mengisi kekosongan pola utama
Batik tanpa isen hanyalah pola motif kosong yang terkesan sangat kaku. Isen-isen disusun secara teratur dan berulang hingga cukup terisi. Makin kecil guratan atau lekuk isen, proses pembuatannya akan makin rumit. Menyelesaikannya tentu butuh waktu lama serta keterampilan tersendiri.
2. Menonjolkan karakter utama motif batik
Motif utama tanpa isen akan terlihat membosankan. Dengan susunan isen-isen yang menghiasi tiap sudut pola, bentuk ornamen utama jadi lebih tegas dan menarik. Pada kain batik tulis, guratan motif pada satu sisi ke sisi lainnya berbeda. Hal itu karena proses canting dilakukan bolak-balik.
3. Menambah estetika batik
Isen-isen tidak selalu ditambahkan ke seluruh permukaan kain, terutama pada batik berbasis kontemporer. Biasanya pengrajin menambahkan motif isen pada bagian-bagian yang memang di perlukan. Bisa jadi isian hanya ditambahakan di sekitar ornamen utama atau ruang tertentu. Tujuannya agar batik tidak terlihat penuh dan mengurangi nilai estetika secara keseluruhan.
Ragam motif isen-isen
Awalnya, ornamen pengisi alias isen-isen hanya berupa garis, titik-titik atau gabungan garis dan titik yang lebih dinamis. Seiring perkembangannya, jenis ornamen makin beragam beberapa diantaranya yaitu:
1. Cecek
Bisa dibilang cecek adalah isen-isen yang paling simpel karena hanya berupa titik-titik. Sesuai artinya dalam bahasa Jawa, cecek berarti titik. Cecek sangat mudah dimodifikasi dan dikreasikan, seperti cecek pitu, cecek sawut dan masih banyak lagi.
· Cecek pitu membentuk segi enam atau lingkaran dengan 6 titik mengelilingi 1 titik. Titik di bagian tengah membuatnya berjumlah tujuh, sesuai sebutannya.
· Cecek sawut berarti garis bertitik yaitu kombinasi antara isen sawut dan cecek. Bentuknya berupa pola garis yang ujungnya diberi titik terpisah seperti dedaunan dengan ruas-ruas menjari.
2. Ada-ada
Bentuk ada-ada berupa garis melengkung setengah lingkaran yang mengisi bagian kosong garis melengkung horizontal maupun vertikal.
3. Atap sirapan
Bentuk isen-isen satu ini menyerupai atap rumah, itulah kenapa namanya atap sirapan. Sirap sendiri merupakan variasi atap kayu yang terbuat dari kayu jati dan kayu ulin. Dua jenis kayu tersebut dikenal sebagai material yang awet dan tahan terhadap perubahan cuaca.
Atas dasar itulah, atap sirapan dijadikan sebagai salah satu motif isen-isen. Selain bermakna kuat, atap model ini sangat akrab ran familiar di mata masyarakat Indonesia.
4. Gringsing
Nama gringsing merupakan gabungan dari kata gring yang berarti sakit dan sing yang bermakna tidak. Jadi, secara harfiah gringsing berarti tidak sakit atau terhindari dari penyakit. Bisa ditebak maknanya yaitu sebagai penolak bala yang mampu mengusir penyakit tohani.
Namun di satu sisi, bentuk motif ini justru terlihat seperti sisik dengan titik di bagian tengah. Gambaran itulah yang membuat banyak orang menamainya isen sisik melik.
5. Ukel
Isen jenis ini berbentuk lengkungan garis yang berulang dan tersusun secara teratur. Ornamen ini memberi kesan penuh pada corak utama batik.
6. Rawan atau rambutan
Nama rawa atau rambutan memiliki arti air rawa. Jenis isian ini berupa garis diagonal bergelombang abstrak yang menggambarkan aliran air di rawa-rawa.
7. Berangan
Ciri khas isen-isen berangan yaitu pecahan menyebar berupa kombinasi simbol plus (+) atau silang (x) dan minus (-) yang diulang-ulang. Desain tersebut secara tidak langsung merujuk pada gambaran pola pikir manusia yang berangan bebas.
8. Galaran
Berikutnya ada isen-isen galaran yang bentuknya seperti galar yakni sejenis tempat tidur dari bambu membujur. Berupa pola garis lurus dalam jumlah banyak dan berjarak sama.
9. Blarak sahirit
Isen blarak sahitit disebut juga sabut kelapa karena bentuknya memang sangat mirip. Lebih tepatnya, pola motif ini berupa garis bergelombang dengan cabang-cabang kecil di sepanjang garis tersebut.
10. Sawut
Desain motif sawut menyerupai jajaran bunga yang tersusun rapi membentuk garis lurus pendek. Garis-garis tersebut berjejer ke arah horizontal dengan posisi saling berdekatan.
11. Mlinjon
Tak seperti motif-motif sebelumnya, isen-isen mlinjon berbentuk jajar genjang besar yang mengecil ke sisi dalam. Bagian tengahnya diisi cecek atau titik sehingga terlihat lebih penuh dan luwes. Posisi antar isen dibuat sedemikian rapi untuk menghiasi ruang kosong pada kain batik.
Itulah deretan isen-isen yang membuat kain batik lebih kaya akan corak-corak unik dan menarik. Bahkan keragaman bentuk isen masih terus berkembang hingga saat ini.
Sedang mencari supplier kain untuk bahan batik? Dapatkan kain-kain berkualitas dengan harga terbaik di BahanKain.id. Kami menyediakan beragam pilihan kain putihan seperti mori katun primis, kain shantung/rayon hingga kain sutra yang mewah nan eksklusif.
Order online lebih mudah dan murah via whatsapp ataupun marketplace. Silahkan hubungi Customer Service kami terkait detail produk, pemesanan serta info tekstil lainnya.
Produk dan tekstil dari BahanKain.id juga bisa Anda beli via Shopee atau Tokopedia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



