BahanKain.id
BahanKain.id

6 Jenis Kain Untuk Bahan Boneka, Mana Yang Paling Bagus?

BahanKain
6 Jenis Kain Untuk Bahan Boneka, Mana Yang Paling Bagus?

Kamu punya berapa boneka di rumah? Selain untuk dimainkan, banyak orang suka memeluk boneka saat tidur. Selama ini boneka dikenal sebagai jenis mainan kesukaan anak-anak, khususnya perempuan. Padahal orang dewasa sekalipun menyukai tampilan lucu dan menggemaskan dari karakter-karakter boneka.

Setidaknya ada 6 jenis kain yang biasa digunakan untuk membuat boneka. Sebut saja kain flannel, kain velboa, rasfur, kain nylex, kain yelvo dan snail. Seperti apa karakternya? Dan mana yang paling bagus? Simak ulasan berikut ini yuk!

1.       Kain Flanel atau felt

Sobat Bahankain tentu sudah sangat akrab dengan bahan boneka satu ini. Ya, itulah kain flannel yang kerap dikreasikan menjadi berbagai karya seni termasuk boneka dan bantal hias.


Flanel merupakan jenis kain non-woven yang terbuat dari proses pemanasan dan penguapan serat wol. Kain ini tersedia dalam beragam ketebalan dan tekstur. Sangat mudah menemukannya di pasaran dengan harga yang terjangkau. Kain ini juga fleksibel sehingga mudah dikreasikan menjadi bentuk apapun.

2.       Kain rasfur

Boneka dari kain ini sangat mudah dikenali karena ciri khas permukaan yang berbulu panjang. Ada yang lurus, ada juga keriting. Namun di satu sisi, harga bahan ini tergolong mahal dibandingkan material lain. Jadi, jangan heran kalau harga boneka rasfur juga lebih mahal.


Varian warna kain rasfur cenderung soft, tekstur kainnya juga lembut saat bersentuhan dengan kulit. Ada jenis rasfur impor dan lokal. Dalam hal ini, kain rasfur impor cenderung lebih rapat dan kuat dibandingkan rasfur lokal. Biasanya produsen memanfaatkan bahan ini untuk membuat boneka beruang atau teddy bear yang lucu dan menggemaskan.

3.       Kain snail

Pernah melihat boneka dengan permukaan unik berupa pola melingkar seperti keong? Itulah boneka yang terbuat dari bahan snail.


Snail dikenal sebagai bahan boneka yang memiliki tekstur lembut dan empuk. Karakter bulu kainnya melingkar mirip rumah keong atau bunga mawar. Ciri unik dan kelembutan kain snail membuat harganya jauh lebih mahal dari rasfur. Selain bahan boneka, kain snail kerap digunakan pada pembuatan sajadah, tas, bantal aksesoris serta produk lain.

4.       Kain Yelvo

Tak seperti rasfur dan snail, boneka dari kain yelvo tidak memiliki bulu panjang. Karakter kainnya juga lebih licin dan mudah melar sehingga cukup sulit dijahit. Tidak semua penjahit bisa menjahitnya. Namun boneka yang dihasilkan lebih bagus, terasa lembut juga halus.


Hingga saat ini, bahan yelvo masih diimpor dari luar negeri. Itulah kenapa tidak akan mudah mencari kain yelvo di pasar lokal. Bahan yelvo bisa diproses menggunakan pewarna dan motif printing. Itulah kenapa boneka bahan ini sering ditemukan dalam versi guling, bantal sofa atau bantal leher.

5.       Kain velboa

Bisa dibilang verlboa adalah jenis kain yang paling sering dimanfaatkan sebagai bahan boneka. Variasi warnanya juga dinilai paling lengkap, dari warna-warna gelap sampai paling terang. Harganya pun cukup terjangkau.


Kainnya lembut dengan bulu pendek yang tidak mudah rontok maupun berdebu. Biasanya velboa juga digunakan dalam pembuatan sofa, selimut dan sajadah.

6.       Kain nylex

Diantara jenis bahan boneka, nylex dikenal sebagai jenis kain yang cenderung tipis dengan tekstur agak kasar. Meski demikian, produsen tetap memanfaatkan kain ini untuk membuat boneka custom berukuran kecil atau sedang yang ringan. Seperti halnya yelvo, bahan nylex biasa digunakan pada pembuatan boneka berbentuk bantal, guling maupun bantal leher karakter.

Itu dia jenis-jneis kain yang kerap digunakan untuk membuat boneka. Nah, sekarang coba raba boneka kesayanganmu, kira-kira dia dibuat dari bahan apa? 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait