8 Cara Praktis Membedakan Produk Kulit Asli dan Imitasi, Jangan Terkecoh Ya!

Pernah kecewa berat gara-gara beli tas atau dompet kulit palsu? Mungkin lebih sering terjadi saat belanja online, tapi tak sedikit yang sudah melihat langsung barangnya saja masih terkecoh. Katanya sih dompet kulit asli tapi pas udah terlanjur beli dan dicek lagi ternyata bahannya nggak asli alias imitasi.
“Berkualitas, eksklusif, premium dan tahan lama,” itulah gambaran sekaligus pandangan seseorang pada segala produk leather atau kulit. Harga yang cenderung mahal tak menyurutkan minat para penggila fashion berbahan kulit asli karena bisa menaikkan pamor seseorang. Meski demikian, kamu tetap harus teliti dan berhati-hati dalam memilih jaket, tas, maupun dompet kulit.

Biar nggak terkecoh dengan produk kulit palsu dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, ada baiknya kamu kenali dulu ciri-ciri kulit asli. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah membedakan mana kulit asli dan mana yang buatan.
Lalu, bagaimana cara membedakannya? Simak langkah-langkah berikut ini yuk!
1. Cek Label Produk
Kebanyakan produsen merasa bangga ketika mereka membuat produk dari kulit asli, sehingga memberi label khusus seperti:
· Genuine leather
· Real leather
· Top/Full grain leather
· Terbuat dari produk hewani
Kalau kamu menjumpai produk berlabel ‘handmade material, man-made material, atau synthetic leather sudah pasti bahan dasarnya adalah kulit sintetis. Produk tanpa label sama sekali juga kemungkinan besar terbuat dari kulit imitasi.
2. Cek tekstur permukaannya
Langkah berikutnya adalah mengecek permukaan bahan. Produk yang terbuat dari kulit hewan memiliki perbedaan warna, goresan, kerutan dan keriput. Ketidaksempurnaan itu menjadi ciri khas sekaligus pembeda antara kulit asli dan kulit buatan.
Perhatikan bagian tepi, jika kamu hendak membeli kulit lembaran. Kulit hewan yang asli mempunyai pola pinggiran acak dengan serat-serat tak beraturan serta bentuk seunik pemiliknya. Kalau teksturnya halus dan seimbang, bisa dipastikan bahwa itu bukanlah kulit asli.
3. Cek aroma
Cara ketiga ini harusnya sudah sangat familiar dan terbukti efektif. Bisa dibilang, mencium aroma produk adalah langkah paling efektir untuk mengenali kulit asli. Umumnya, kulit asli punya aroma khas yang mirip kulit kelapa. Lain halnya dengan kulit sintetis yang cenderung berbau tajam seperti karet, vinyl atau bahan kimia.
4. Bakar Produk semala 10 detik
Ekstrim sih, tapi cara ini juga bisa mendeteksi mana yang benar-benar kulit hewan ataukah buatan. Bakarlah ujung kulit selama 5 sampai 10 detik. Kamu perlu berhati-hati kalau ingin menguji keaslian produk kulit.
Kulit asli tidak akan mudah terbakar (sedikit) dan menimbulkan aroma mirip bakaran rambut. Beda dengan kulit sintetis yang akan terbakar seluruhnya karena berbahan dasar plastik.
5. Tes menggunakan air
Seperti halnya kulit manusia, kulit asli akan mudah menyerap cairan. Sedangkan kulit sintetis akan sulit bahkan tidak bisa menyerap cairan sama sekali.
Kamu bisa menuang beberapa tetes air ke permukaan kulit dan lihat reaksinya. Kulit asli akan meninggalkan bercak air lalu hilang setelah beberapa saat.
6. Menekan produk
Kulit asli akan menghasilkan kerutan yang terlihat alami karena teksturnya elastis menyerupai kulit manusia. Coba tekan produk lalu perhatikan, adakah kerutan di permukaannya. Timbulnya kerutan menandakan bahwa kulit itu asli.
Meski cara ini bisa menjadi patokan, tapi kamu juga perlu mencoba pengujian lain. Mengingat ada beberapa kuli asli yang teksturnya memang lebih keras dan tidak menghasilkan kerutan. Contohnya saffiano leather atau patent leather.
7. Lihat sisi belakang kulit
Pada beberapa produk, sisi belakang kulit bisa mengungkap apakah itu genuine leather ataukah syntetic leather. Bagian buruk (belakang) kulit hewan seringkali memperlihatkan pola serat alami yang mencerminkan struktur kulit.
Akan terlihat serat-serat kecil dari pengolahan kulit, ketidakseragama dan perbedaan warna yang mencolok. Bagian belakang yang tidak terlalu seragam merupakan ciri khas kulit asli.
Sementara kulit sintetis sangat rata dan berlapis material berbasis kain atau bahan sintetis lain. Serat tak akan terlihat pada sisi belakang, permukaannya pun lebih halus dan konsisten daripada kulit asli.
8. Harga tidak akan bohong
Jangan mudah tergiur dengan iklan produk kulit asli yang harganya sangat murah. Sebab produk berbahan kulit hewan tidak akan pernah berharga murah mengingat ekslusifitas dan tahan lama.
Sebaliknya, kulit sintetis selalu dijual murah tapi jangan harap daya tahannya bisa sebagus kulit asli.
Itulah beberapa cara yang bisa kamu coba untuk membedakan kulit asli dan kulit sintetis. Jangan ragu membandingkan harga serta informasi dari berbagai sumber sebelum membelinya. Pertimbangkan rating atau ulasan produk kalau kamu ingin belanja lewat e-commerce. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



