BahanKain.id
BahanKain.id

Macam-macam Teknik Dasar Merajut, Pemula Wajib Tahu Nih!

BahanKain
Macam-macam Teknik Dasar Merajut, Pemula Wajib Tahu Nih!

Terlihat rumit, tapi faktanya merajut atau knitting adalah aktivitas menarik yang disukai banyak orang. Dengan memahami teknik-teknik dasarnya, seni menjalin helaian benang jadi aneka barang ini bisa menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan.

Benang rajut bisa disulap menjadi barang-barang berguna tas, syal, topi, jaket, hingga rok. Lantas apa saja teknik yang wajib dipelajari para perajut pemula? Berikut teknik-teknik dasar merajut dikutip dari buku Teknik Merajut untuk Pemula karya Noe Idris. Simakk ulasannya yuk!

1.       Simpul awal (cast on)

Simpul awal atau cast on merupakan anatomi rajutan yang dibuat sebagai penanda dimulainya tusuk dasar. Untuk membuat simpul ini, ikuti petunjuk berikut:

·         Peganglah gulungan benang dengan ibu jari dan telunjuk.

·         Posisikan ujung benang pendek di kiri dan gulungan benang di sisi kanan.

·         Lingkarkan benang mengelilingi jari telunjuk ke belakang sebanyak dua kali

·         Selanjutnya, masukkan benang di lubang sela antara kedua jari tersebut.

·         Tarik benang panjang sampai kencang sembari melepas benang yang ada di tangan kiri.

·         Terakhir, masukkan jarum ke lubang hasil tarikan benang dan ulangi sampai panjangnya sesuai keinginan

2.       Simpul rantai (chain stitch)

Setelah memahami simpul awal, kamu harus tau cara membuat simpul rantai alias chain stitch saat merajut. Caranya sangat mudah lho:

·         Mengaitkan hakpen ke benang lalu buatlah simpul hidup

·         Masukkan benang ke dalam lubang .

·         Tarik simpul sampai benang jalinan benangnya kencang tapi pastikan kepala jarum bisa leluasa keluar masuk lubang tersebut.

3.       Tusuk tunggal (Single crochet)

Single crochet atau tusuk tunggal harus dibuat dengan tusuk rantai sebagai dasar. Step berikutnya yaitu:

·         Memasukkan jarum ke lubang kedua.

·         Selanjutnya, jarum dikaitkan ke benang dan ditarik melalui dua lubang sekaligus.

·         Buat lubang baru melewati rantai tanpa melintasi lubang di hakpen.

·         Hasilnya akan ada dua lubang pada hakpen. Lalu, tarik satu lubang baru dari benang melalui kedua lubang untuk menghasilkan satu lubang tunggal.

·         Terakhir, kamu tinggal melanjutkan pembuatan tusuk tunggal pada rantai dengan cara yang sama.

4.       Setengah tusuk ganda (Half Double Crocket)

Seperti halnya single crochet, pembuatan half double crochet dimulai dari tusuk rantai. Setelah itu, ikuti step berikut:

·         Kaitkan benang dan masukkan jarum pada loop ketiga dari ujung.

·         Lalu kaitkan jarum pada benang dan tarik melalui satu lubang.

·         Tautkan lagi jarum rajut pada benang dan tarik melalui tiga lubang sekaligus.

·         Ulangi langkah tersebut untuk membuat setengah tusuk ganda berikutnya.

5.       Tusuk ganda (double crochet)

Teknik double crochet biasanya diterapkan pada pembuatan sweater dan syal karena hasil tusukannya sedikit longgar dibanding tusuk lain.

Tusukan ini juga diawali dengan membuat tusuk rantai, selanjutnya:

·         Masukkan jarum di rantai keempat dari ujung.

·         Tautkan jarum pada benang dan tarik melalui satu rantai supaya menyisakan tiga lubang rantai.

·         Kaitkan kembali jarum ke benang lalu tarik melewati satu lubang hingga tersisa dua lubang.

6.       Tusuk triple

Penerapan tusuk triple hamper mirip dengan tusuk ganda. Hanya saja pada tusuk ganda, benang dikaitkan satu kali ke jarum. Sedangkan pada tusuk triple mengaitkannya sebanyak dua kali.

·         Lagi-lagi, awalan triple crochet juga tak bisa lepas dari chain stitch alias tusuk rantai.

·         Kemudian barulah mengaitkan benang dua kali dan melilitkannya di rantai keempat.

·         Tautkan lagi benang satu kali lalu keluarkan dari tusukan rantai.

·         Lalu, kait dan keluarkan benang melalui dua lubang pada jarum.

Jika kamu ingin berali ke baris kedua, maha awalannya harus dibuat tusuk rantai sebanyak empat kali. Akhiri dengan mengaitkan jarum ke benang lalu tarik keluar melintasi dua lubang terakhir.

7.       Tusuk sisip (slip stitch)

Biasanya jenis tusuk ini dipakai saat akan menghubungkan dua pola crochet, mengikat tusukan, memperkokoh bagian tepi atau membawa benang ke posisi berbeda tanpa menambah panjang.

·         Masih diawali dengan tusuk rantai.

·         Lalu, masukkan jarum ke lubang rantai kedua dari ujung.

·         Kaitkan benang dan tarik langsung melewati dua lubang sekaligus.

·         Setelah itu, buatlah tusuk rantai di bagian yang hendak digabungkan

·         Masukkan jarum pada lubang rantai pertama dari ujung

·         Gabung rantai hingga membentuk pola lingkaran.

·         Kaitkan benang lalu tarik pada dua lubang.

Seperti halnya menjahit tangan, bagian terakhir benang crochet perlu dimatikan. Caranya pun hampir sama yaitu mengikat benang dan memastikannya kuat serta tidak mudah terbuka. Jangan lupa, potong benang beberapa centimeter. Lalu, tautkan sisanya melalui lubang dengan bantuan hakken atau gunakan jarum jahit. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba, Sobat Bahankain!

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait