BahanKain.id
BahanKain.id

Jenis-jenis Tanaman Untuk Ecoprint

BahanKain
Jenis-jenis Tanaman Untuk Ecoprint

Tak semua jenis kain bisa digunakan untuk proyek eco printing, begitu pula dengan tamanannya. Meskipun setiap tumbuhan pasti memiliki pigmen warna, tapi hanya jenis-jenis tertentu yang bisa mengeluarkan warna dan menempel sempurna pada media ecoprint.

Selain memastikan bahwa daun tersebut bisa menghasilkan warna tajam, ada beberapa kriteria khusus yang patut dipertimbangkan yaitu ketebalan yang pas. Tidak terlalu tipis atau terlalu tebal. Hendaknya permukaan daun tersebut juga tidak licin agar posisinya tetap dan tidak bergeser ketika disusun.


Lalu, apa sajakah tanaman yang masuk kriteria tersebut? Berikut beberapa diantara jenis tanaman yang bisa kamu gunakan untuk teknik ecoprint:

1.       Daun jati

2.       Daun jambu biji

3.       Daun pepaya

4.       Daun kersen atau talok

5.       Daun belimbing

6.       Daun lanang

7.       Daun jarak

8.       Daun tinta atau mangsi

9.       Buah kesumba

10.   Daun murbei

Baca Juga:
3 Macam Teknik Eco Printing

11.   Daun ungu

12.   Daun jeruju

13.   Daun truja

14.   Daun kelor

15.   Kelengkeng merah

16.   Jarak kepyar

17.   Bunga Melati

18.   Kembang Sepatu

19.   Bunga Mawar

20.   Bunga kenanga

21.   Daun ketapang

Perlu diingat pula bahwa hasil akhir setiap jenis kain atau media ecoprint akan selalu berbeda walaupun menggunakan daun dari jenis tumbuhan yang sama. Motif dan intensitas warnanya pun memiliki karakteristik tersendiri, tergantung pada letak geografis asal tanaman tersebut.


Untuk menentukan bagian tumbuhan itu bisa dijadiakan pewarna ecoprint atau tidak, kamu bisa mengujinya berdasarkan warna, kandungan air serta aroma. Berikut ciri dan karakter bagian tanaman yang cocok untuk teknik pewarnaan alam ini.

1.       Beraroma tajam

Bau tajam dari sebuah tumbuhan merupakan salah satu indikasi bahwa tanaman itu bisa dimanfaatkan untuk eco printing dan metode pewarnaan alami lain.

Baca Juga:
Mengenal Proses Mordanting Pada Pembuatan Kain Eco Print

2.       Meninggalkan bercak noda

Jika bagian tenaman digosokkan ke selembar kain dan meninggalkan noda berwarna, artinya daun itu cukup potensial digunakan sebagai pembentuk motif pada kain ecoprint

3.       Uji panas

Cara mengetahui cocok atau tidaknya tumbuhan sebagai bahan ecoprint bisa dilakukan melalui pengujian air panas.

Kamu hanya perlu merendam daun, bunga atau tangkai tumbuhan pada air panas selama 10 menit. Perhatikan hasil akhirnya, jika warna air berubah berarti bahan tersebut berpeluang besar menjadi bahan eco printing.

Itu dia beberapa jenis tumbuhan yang bisa dimanfaatkan untuk menghiasi kain menggunakan teknik ecoprint. Harus selalu diingat bahwa eco printing adalah metode pewarnaan kain yang mengandalkan bahan-bahan alami. Tentu hasilnya akan lebih maksimal jika menggunakan kain-kain berbahan dasar serat alami.

Kenapa hanya kain dari serat alam? Ya, karena ia lebih mampu menyerap pigmen warna dari daun serta bagian-bagaian tubuhan lain. Hasil ecoprint pun jadi lebih nyata, tahan lama dan bernilai seni tinggi.

Serat alami tersebut antara lain; serat kapas (dari biji tanaman Ordo malvales), serat linen (serat dari tumbuhan rami), serat rayon (dari selulosa tumbuhan), bemberg (turunan rayon) dan serat sutra (dari larva ulat sutra murbei (Bombyx mori).

Nah, kain-kain di atas ada di koleksi Produk BahanKain.id lho. Untuk jenis kain katun versi putihan (sudah finish) kami sebut dengan istilah kain mori. Ada mori batu, mori biru, mori prima dan kain primis. Sedangkan untuk kategori kain rayon (shantung) tersedia dalam beberapa jenis dan turunan, yaitu kain bemberg, modal, dan dobby viscose.

Lebih jelasnya, Sahabat bisa menghubungi Customer Service kami via whatsapp. 

Atau belanja langsung via Shopee dan Tokopedia di store Mekar Jaya Tekstil. 

 SHOPEE

TOKOPEDIA 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait