BahanKain.id
BahanKain.id

7 Fakta Menarik Tentang Crop Top

BahanKain
7 Fakta Menarik Tentang Crop Top

Sejak demam Citayam Fashion Week tahun lalu, crop top menjadi salah satu model busana yang banyak digandrungi generasi muda. Terutama kaum wanita. Tapi, sadarkah kamu kalau belakangan ini atasan yang memperlihatkan bagian perut juga mulai tren di kalangan pria?

Hal itu pun mengundang beragam komentar dan tak sedikit yang kurang setuju dengan gaya tersebut. Padahal faktanya, sebelum ngehits dan diidentikkan sebagai busana perempuan crop top adalah ide sekaligus gaya khas laki-laki berotot alias binaragawan lho.

Simak faktanya berikut ini, yuk!

1.       Awal mulanya dari India dan Arab

Percaya nggak percaya, tapi fakta mengungkap bahwa Jazirah Arab dan India adalah tempat kelahiran crop top. Yups, sejarah baju yang kerap diidentikkan dengan gaya kebarat-baratan ini ternyata berakar dari busana para belly dancer di Arab serta India. Awalnya disebut bedlah, yaitu berupa pakaian two pieces yang mengikuti bentuk tubuh penari.

2.       Mulai populer pada tahun 1940-an

Perjalanan sejarah baju dengan panjang badan sebatas dada kembali terdeteksi pada tahun 1930-an, tepatnya di era Perang Dunia II. Bermula dari kebijakan pembatasan suplai kain yang memaksa penduduk di negera Barat lebih kreatif dalam membuat pakaian. Crop top pun menjadi satu-satunya alternatif meskipun dianggap kurang praktis sebab mereka tinggal di iklim subtropis.


Memasuki tahun 1940-1960-an, baju ini hadir dalam versi kerah tinggi berlengan pendek dyang dikombinasikan dengan rok midi high waist. Agar tidak terlalu terbuka, para wanita memakai halter sebagai pelapis.

Seperti tren-tren baru lainnya, tidak semua orang menyambut baik keberadaan busana crop top di dunia mode. Banyak yang menganggap pakaian ini terlalu terbuka. Sehingga, pada 1960-an busana berpotongan setengah badan itu digantikan oleh budaya hippie. Dimana para penggemarnya memakai kemeja yang diikat di bagian depan.

3.       Kembali tren pada 1970-an

Memasuki tahun 1970-an, crop top kembali muncul namun dalam versi lebih glamor dan menjadi simbol kemewahan dalam budaya pop. Potongannya makin tinggi dengan pinggang celana makin rendah sehingga tampilan perut kian meluas.

Karena dipopulerkan oleh tokoh-tokoh dunia pop, crop top pun mulai diidentikkan sebagai lambang seksualitas.

4.       Awalnya diperuntukkan bagi kaum pria

Mungkin tak banyak yang tahu kalau sebenarnya crop top diperuntukkan bagi kaum pria. Sejarah ini bermula pada akhir periode 1970-an dimana para binaragawan di Amerika dilarang keras berlatih tanpa memakai atasan. Tak kehabisan akal, mereka pun memotong bagian bawah kaus agar bisa melihat otot perutnya selama melakukan latihan fisik.

Sejak saat itulah crop top berkembang sebagai busana yang menonjolkan kesan atletis dan maskulin. Baju ini pun mencapai puncak popularitasnya, usai sejumlah selebritas dunia kedapatan memakainya diberbagai kesempatan. Termasuk sebagai karakter pada film maupun konser. Sebut saja Jennifer Grey dalam Dirty Dancing serta karakter Alex Owens pada Flashdance.

5.       Puncak kejayaan crop top

Bisa dibilang tahun 1990 adalah puncak kejayaaan sekaligus peralihan gaya crop top menjadi milik kaum wanita. Penyanyi dan artis pun kerapkali menampilkan outfit crop top bersama low-rise jeans sebagai dailywear bahkan kostum khas saat perform. Bisa dilihat dari gaya berbusana Britney Spears, Madonna, Christina Aguilera, dan Spice Girls ketika itu.  

6.       Style crop top kekinian

Gaya berbusana bertemakan baju potongan sebatas dada atau pusar ini sempat redup di awal 2000-an. Kini, style crop top seolah kembali ke era 1940 dan 1950 dimana para perempuan memadukannya dengan baju luaran.

Namun, mayoritas pemakainya memilih celana high waist agar kesannya tidak terlalu terbuka seperti dulu. Tak sedikit pula yang memakainya bersama manset atau inner shirt yang lebih tertutup tapi tetap modis.

Nah, itu dia sejarah perkembangan crop top serta fakta uniknya. So, jangan heran lagi kalau ada cowok yang memakai crop top ya. 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait