BahanKain.id
BahanKain.id

Cara Memasang Fusible Interfacing dan Non-Fusible Interfacing Untuk Busana

BahanKain
Cara Memasang Fusible Interfacing dan Non-Fusible Interfacing Untuk Busana

Penambahan material pelapis atau interfacing pada busana bertujuan memperkuat struktur kain agar memiliki bentuk tertentu. Biasanya diaplikasikan pada kerah, lubang kacing, ban pinggang, manset lengan dan sisi-sisi lain yang membutuhkan stabilitas untuk membentuk siluetnya

Secara garis besar, ada dua jenis interfacing yaitu fusible interfacing (mempunyai lem perekat) dan non-fusible interfacing (tanpa perekat).


Dimana keduanya memiliki kekurangan serta kelebihan masing-masing. Berikut  ulasannya:

1.       Fusible interfacing

Kelebihan:

·         Cepat dan mudah diaplikasikan

·         Cocok untuk hampir semua jenis kain rajut maupun tenun

Kekurangan:

·         Membuat tampilan kain menjadi lebih kaku

·         Timbul ‘gelembung' jika lemnya mulai terlepas

·         Bisa merusak kain yang sensitive terhadap panas

·         Tidak cocok untuk kain dengan tenunan longgar

·         Jika terlanjut salah, akan sulit diperbaiki

·         Merusak bahan-bahan bertekstur unik seperti kain plisket, crepe atau crinkle

Baca Juga: 

Jenis-Jenis Interfacing Dan Cara Memilihnya

2.       Non-fusible interfacing

Kelebihan:

·         Tidak merubah tampilan alami kain

·         Cocok untuk kain sintetis, kain bertenunan longgar dan kain bertekstur

·         Mudah dilepas dan dipasang kembali jika terjadi kesalahan

Kekurangan:

·         Kurang cocok untuk kain rajut

·         Proses pemasangannya lebih lama

·         Memunculkan celah dan tampak tidak rapi kalau ukurannya tidak sesuai

Dengan karakter berbeda tentu cara memasangnya juga tidak sama. Simak langkah-langkah berikut ini ya!

Cara Memasang Fusible interfacing

Interfacing berperekat lebih mudah dipasang karena hanya membutuhkan panas setrika. Caranya dengan memotong interfacing sesuai pola tapi ukurannya sedikit lebih kecil dari pola kain utama tanpa penambahan kampuh. Tujuannya agar jahitan busana bisa fleksibel dan tidak kaku, apalagi jika busana tersebut tidak diberi tambahan lining.


Ada pula penjahit yang memotong interfacing sama persis dengan ukuran kain utama (seperti pada pembuatan tas). Setelah itu, barulah pelapis tersebut direkatkan pada kain menggunakan setrika. Meski terlihat mudah, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

1.       Persiapkan alat dan bahan:

·         Potongan pola kain yang akan dilapisi interfacing

·         Interfacing berperekat dipotong sedikit lebih kecil dari potongan pola kain (sekitar 1/4 inci dari tepi potongan)

·         Setrika

·         Kain katun tipis

·         Botol semprot berisi air biasa

2.       Saat hendak menyetrika, pastikan posisinya benar. Yaitu permukaan berperekat pada interfacing menghadap ke kain utama. Bagian yang memiliki lem akan tampak sedikit mengkilap dan terasa sedikit lengket saat disentuh.

3.       Agar lebih aman, kamu bisa menggunakan kain katun tipis untuk melapisi sisi yang salah (tidak berlapis lem).

4.       Semprotkan air di permukaan kain press secukupnya. Langkah ini optional ya.

5.       Tekan setrika yang sudah pasa secara perlahan dan tunggu selama 10-15 detik.

6.       Terakhir, dinginkan kain yang sudah dipasangi interfacing tersebut kurang lebih 20 menit.

Cara memasang Non-fusible interfacing

Tak seperti interfacing berperekat, non-fusible interfacing tidak mempunyai sisi perekat sehingga pemasangannya hanya dengan cara dijahit ke kain. Bentuk dan ukurannya pun harus sama persis dengan potongan kain. Sisa bagian interfacing dipotong setelah ia terpasang secara sempurna.


Simak cara memasang interfacing tanpa perekat berikut ini:

1.       Pertama-tama, potong pelapis antarmuka sesuai pola bagian busana.

2.       Pasangkan dengan kain utama dengan cara menyematkan beberapa jarum pentul. Ingat, gunakan jarum sesedikit mungkin agar interfacing tidak mudah terdistorsi.

3.       Jahit jelujur agar interfacing tetap pada posisinya lalu lepaskan jarum satu per satu. 

4.       Jahit antarmuka ke kain seperti jahitan lurus biasa. Gunakan kelonggaran jahitan yang lebih pendek sehingga interfacing bisa menempel sempurna.

5.       Terakhir, gunting dan rapikan interfacing sedekat mungkin dengan garis jahitan agar memberikan kesan halus pada kain.

Ingatlah bahwa antarmuka non-fusible berbeda dengan fusible. Karena pada saat memasang fusible interfacing, bagian tepinya dipangkas sebelum pemasangan. Sedangkan sisa bagian pinggir non-fusible interfacing dipotong setelah memasangnya.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait