6 Jenis Kampuh Jahitan Dan Cara Membuatnya

Kampuh (seam allowance) adalah bagian bahan yang tersisa diluar pola kain atau garis jahitan. Fungsinya sebagai penghubung antara dua bagian pakaian. Contohnya, menghubungkan pola badan depan dan belakang, menyatukan potongan pola celana bagian depan dan belakang, dan masih banyak lagi.
Lebar kampuh tergantung posisi serta kebutuhan penggunanya. Lebar kampuh standar yang disarankan sebesar 1,5 cm atau 5/8” (inci). Ukuran 5/8” sudah cukup memberikan jarak aman antara garis jahitan dan tepi potongan kain ketika menggabungkan dua potong kain dengan mesin jahit.
Tapi perlu digarisbawahi untuk saku atau bagian-bagian tertentu, lebih baik gunakan kampuh 3/8” (1,3 cm) atau 1/4” (6 mm). Sehingga penjahit tak perlu lagi memotong sisa kampuh setelah menjahit.

Lebar kampuh saku tergantung pola baju dan petunjuk menjahit. Dua kampuh diatur posisinya lalu direkatkan dulu menggunakan jarum pentul atau jahit jelujur, setelah itu baru disetik (stitch) dengan mesin jahit. Agar hasilnya kuat, tiap awal dan akhir jahitan harus dimatikan dengan menjahit maju mundur.
Nah, berikut jenis-jenis kampuh dan teknik penggabungannya.
1. Kampuh terbuka
Jenis kampuh ini memiliki tiras sambungan terbuka. Ciri khas kampuh terbuka ialah hasil akhir jahitan bisa dilihat di bagian sambungan yang dibuka lalu dipipihkan. Open seam paling umum diterapkan untuk menyambung pola bagian bahu, badan, rok, sisi lengan, sisi jas, mantel, celana dan belakang celana.
Ada kampuh yang terbuka pada garis datar, ada juga kampuk terbuka di garis lengkung. Berikut contohnya:
· Kampuh terbuka lengkung digunakan pada garis lengan princes, mulai dari kerung lengan depan atau belakang ke garis pinggang atau garis bawah kelim pakaian.
· Sedangkan kampuh terbuka datar bisa ditemukan pada sisi rok ataupun celana.
Penyelesaian tepi kampuh terbuka bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
· Menggunting zig-zag pada bahan yang tidak bertiras seperti kain sintetis atau stretch
· Menjahit stik dengan mesin jahit untuk kain-kain yang tidak terlalu tebal
· Obras yang biayanya murah dan hasil rapi, tapi tidak berlaku untuk pakaian bermutu tinggi
· Jahit mesin zigzag
· Penyelesaian bisban untuk bahan yang tebal seperti wol dan jenis pakaian yang tidak dilapisi.
· Difeston renggang
2. Kampuh Balik
Kampuh balik kerap digunakan untuk penyelesaian pakaian berbahan sutera dan katun yang bertekstur halus tapi tipis. Hasil akhirnya kuat dan rapih sehingga banyak diguanakan pada pembuatan pakaian dalam wanita, kebaya, maupun baju anak-anak. Lebar kampuh hanya 1 cm, sedangkan hasil jadinya kurang lebih 0,5 Cm atau lebih kecil.
Namun disatu sisi, teknik ini menyita waktu cukup lama karena harus menjahit dua kali tepi kampuh. Cara menjahitnya yaitu:
· Satukan bahan dengan posisi kedua bagian buruk saling berhadapan
· Jahit bagian baiknya dengan jarak 0,5 dari tepi kain
· Tiras kampuh digunting samppai menyisakan kampuh selebar 3mm
· Setelah itu, balik dan lipas kain tepat pada garis jahit agar sisi luarnya berhadapan
· Terakhir, buat jahitan baru dengan memberi jarak antara sambungan selebar tepi sambungan jahitan pertama.
3. Kampuh pipih
Disebut kampuh pipih sebab bentuk akhir kampuh dipipihkan lalu dijahit dua setikan pada satu sisi dan satu setikan di sisi lain. Busana yang memiliki kampuh pipih umumnya memiliki 2 jahitan mesin di bagian luar. Kampuh pipih dijahit dengan cara menyatukan 2 potongan kain tepat pada garis pola, kemudian tepi kampuh dilipat selebar 0.5 cm dan menjahitnya pada tepi kampuh.
Jenis kampuh ini digunakan untuk finishing pada baju bayi, kemeja distro, celana pendek dan celana jeans.
4. Kampuh perancis
Kampuh perancis terdiri dari satu jahitan untuk menyatukan dua lembar kain. Kampuh perancis dipakai untuk menjahit bahan-bahan berkarakter tipis. Cara menjahit kampuh perancis yaitu dengan menyatukan dua lembar kain dengan satu kali setikan.
Bagian baik kain saling berhadapan namun lebar kampuh tidak sama. Kampuh yang lebih lebar dilipat lalu diletakkan tepat pada garis pola/jahitan pinggir kain yang lebih kecil). Setelah itu garis pola dijahit selebar 0,6 mm.
5. Kampuh sarung
Kampuh sarung tampak dari kedua sisi seperti pada kain sarung palekat yaitu jenis kain bercorak kotak-kotak. Dimana motif tersebut harus bertemu satu sama lain.
Ciri khas kampuh ini adalah jahitan yang tampak di bagian buruk maupun baik kain. Pada kampuh sarung, kedua tepi kain dilipat selebar 0,5 cm lalu dijahit pinggirannya dari kedua sisi kain. Kampuh sarung lebih berfokus pada penyelesaian sambungan sarung.
6. Kampuh kostum
Kampuh kostum biasa digunakan untuk menyelesaikan jahitan lengan, sambungan pinggang dan bagian lain. Penyelesaian kampuh kostum dilakukan di sisi buruk kain lalu tirasnya diselesaikan secara manual.
Pertama-tama, sisa tepian kain dijahit seperti kampuh terbuka selebar 2,5 cm. Setelah itu keduanya dilipat ke dalam 0,5 sm dan diselesaikan dengan tusuk balut.
7. Kampuh obras
Terakhir, ada jenis kampuh yang paling umum diterapkan oleh industri garment maupun konveksi karena mudah diterapkan dan menghemat waktu serta biaya. Ya, itulah kampuh obras dimana sisa dari dua bagian kain yang sudah disambung kemudian disatukan dan diobras.
Itu dia beberapa jenis kampuh jahitan yang penting untuk diketahui. Semoga bermanfaat ya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



