6 Motif Batik Kalimantan Timur Dan Maknanya

Keragaman budaya dari setiap provinsi di Nusantara memang selalu menarik untuk dibahas. Satu diantaranya yaitu batik khas Kalimantan Timur yang mempesona dan disukai banyak orang. Meski tak sepopuler batik Solo dan Pekalongan, tapi visual motifnya tak kalah indah.
Perpaduan motif geometris serta aksen-aksen dekoratif batik dari sisi timur Pulau Kalimantan ini mampu menghipnotis tiap pasang mata yang melihatnya. Kentalnya pengaruh budaya suku Dayak, Kutai dan Bugis menciptakan daya tarik tersendiri. Tiap motif juga sarat akan makna dan nilai filosofis.
Sejarah Singkat Batik Kalimantan Timur
Alkisah terciptanya batik di Kalimantan timur bermula ketika Putri Junjung Buih dari Bagantung hendak dipindang oleh Raja Patih Lambung Mangkurat. Sang Putri pun mengajukan dua persyaratan yaitu membuat kain tenun dan kain calap (kain yang diwarnai) dalam satu hari.
Akhirnya Patih Lambung memerintahkan 40 dayang putri untuk membuatnya dan jadilah kain tenun bermotif wadi atau padiwaringin yang kemudian dikenal sebagai batik calapan atau sasirangan. Batik ini menjadi pelopor terciptanya motif-motif lain.
Batik Kalimantan timur memiliki ciri khas berupa penggunaan warna-warna gradasi seperti jingga, hijau, merah jambu dan merah. Pembuatan batik Kalimantan tidak jauh berbeda dengan batik-batik pada umumnya. Caranya yaitu menerapkan lilin batik atau malam menggunakan canting pada lembaran kain.
Ragam Motif batik Kalimantan timur
Berikut beberapa motif batik khas Kalimantan Timur serta makna filosofisnya.
1. Motif Batang garing
Batang garing merupakan motif batik Kalimantan timur yang paling terkenal. Corak ini menggambarkan simbol pohon kehidupan yang banyak dijumpai pada relief etnik Suku Dayak. Corak batang garing dipercaya sebagai gambaran Dewa Ranying sebagai Mahatala Langit atau pencipta makhluh hidup.
Perpaduan warna merah dan hitam dengan lekukan motif simetris membuatnya terlihat tegas, unik sekaligus menarik. Tak heran jika banyak orang mengidam-idamkan kain batik bermotif batang garing.
2. Motif Mandau
Sudah bukan rahasia lagi kalau Mandau adalah senjata khas Suku Dayak yang menyimpan kesakralan. Senjata ini kerap digunakan dalam upacara adat atau pertunjukan seni dan tak sembarang orang bisa memilikinya.
Motif batik Mandau identik dengan ukiran khasnya yang tertera di bagian gagang, bilah pedang, dan sarung. Pola coraknya hampir mirip pedang asli, terlihat lebih tegas dan unik dengan perpaduan warna cerah.
3. Motif Burung enggang
Sesuai namanya, batik burung enggang terinspirasi dari fauna khas pulau Kalimantan yakni burung enggang. Konon burung ini juga melambangkan kehidupan dan kesetiaan penduduk Suku Dayak. Motif burung enggang dibuat dalam beberapa versi, ada yang motif burungnya dibuat jelas ada pula yang dipadukan dengan motif lain. Penambahan warna yang pas akan mempercantik motif burung enggang.
4. Motif Shaho
Motif Batik Kalimantan Timur lain ialah Shaho yang ide pembuatannya mengadopsi berbagai ukiran dan lukisan suku Dayak. Lengkungan bentuk dasarnya terinspirasi dari liukan akar dan ranting pohon, spiral, lingkaran, serta patung manusia.
Warna batik shaho cenderung cerah dan kontras sehingga menarik perhatian. Tak seperti pembuatan batik pada umumnya, proses pemberian warna batik shaho dilakukan dengan melukis warna satu per satu menggunakan alat menyerupai kuas.
Setelah itu, kain direbus dengan proses khusus agar tidak warnanya tidak mudah pudar dan tidak terjadi perpindahan warna. Untuk menghasilkan warna yang kontras para pembatik mengandalkan pewarna sintetik. Sedangkan untuk fiksasi warna mereka masih memakai bahan-bahan alami seperti kayu ulin.
5. Batik Tengkawang ampiek
Motif tengkawang ampiek juga termasuk deretab corak batik Kalimantan Timur yang menggambarkan ukiran kayu. Nama motif ini diambil dari bahasa Kutai yakni “tekawang” yaitu sejenis pohon meranti merah, sementara ampiek berarti ukiran kayu.
Kain batik tengkawang ampiek didominasi gambar ukiran kayu khas suku Dayak. Ditambah dengan pewarna batik cerah pada motif agar terlihat lebih indah dan unik.
6. Motif Kuntul Perak
Masih terinspirasi dari fauna endemik di Pulau Kalimantan ialah motif batik kuntul perak. Motif ini sebagai wujud menghargai keindahan burung kuntul perak yang menggambarkan ciri khas batik Kalimantan Timur.
Perpaduan motif kuntul perak dan ornamen ukiran khas suku Dayak membuatnya terlihat lebih mempesona. Perpaduan warnanya pun sangat pas dan tidak berlebihan.
Itulah ragam motif batik Kalimantan Timur yang unik dan mempesona. Sobat Bahankain lebih suka motif apa nih??.
Jangan lupa, jika Sahabat Bahankain sedang mencari supplier kain putihan berkualitas untuk kebutuhan batik, BahanKain.id siap membantu Anda. Khusus batik tulis, Anda bisa menggunakan kain prima sanforis, primis Cap Bedhaya, ataupun kain primis Cap Saron.
Selain kain polosan, kami juga menyediakan jenis kain dobby dengan beragam variasi motif dan material. Minimal order hanya 1 yard lho. Kami juga menyediakan paket katalog yang berisi potongan sampel kain serta detail produk.
Lebih lengkapnya, silahkan cek koleksi kain bahan batik kami di Kategori Produk.
Atau langsung hubungi customer service kami untuk detail produk, pemesanan serta info kebutuhan tekstil lainnya.
Sahabat juga bisa belanja kain mori via Shopee maupun Tokopedia di store Mekar Jaya Tekstil ya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!





