9 Tips Merawat Mesin Cuci Agar Awet Dan Tidak Cepat Rusak

Keberadaan mesin cuci memang sangat membantu perkerjaan rumah tangga. Terutama untuk mencuci baju-baju atau perlengkapan sehari-hari yang berat seperti halnya selimut, handuk, seprai, dan gorden. Meski tak digunakan setiap hari, tapi mesin cuci bisa cepat rusak jika tidak diiringi langkah perawatan yang tepat.
Idealnya, umur guna satu set mesin cuci adalah 10 tahun. Kalau ternyata mesin itu rusak dan tidak bisa dipakai lagi jauh sebelum mencapai usia tersebut, berarti masa pakainya di bawah rata-rata. Dengan kata lain, mesin itu tidak awet.
Tips Merawat Mesin Cuci
Merawat mesin cuci memang gampang-gampang susah, kita harus telaten agar ia berfungsi sebagaimana mestinya. Nah, berikut beberapa tips merawat mesin cuci yang bisa kamu terapkan!
1. Letakkan di area yang kering
Walaupun cara kerjanya menggunakan air dan udara kering, tetapi bagian luar mesin cuci tidak didesain untuk itu. Bagian-bagian mesin akan rentan rusak jika terus berada terpapat kelembaban dan panas tinggi.
Area tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk atau paparan sinar matahari akan mempengaruhi suhu perangkat mesin cuci. Jadi, sebaiknya tempatkan mesin cuci di lingkungan yang kering, bersirkulasi baik dan tentunya di dalam rumah.
2. Gunakan sesuai kapasitasnya
Setiap mesin cuci didesain untuk bisa menampung cucian hingga kapasitas tertentu. Nah, kalau ingin mesin cucimu tetap awet, jangan sekali-kali melebihi batas tersebut, ya.
Tabung yang diisi terlalu penuh akan membuat proses pencucian tidak optimal dan membebani kinerja mesin cuci. Kotoran pada pakaian pun tidak tercuci dengan baik, sehingga hasil cucian kurang maksimal.
3. Jangan menyimpan pakaian kotor di tabung mesin cuci
Siapa nih yang terbiasa meletakkan setiap pakaian kotor di tabung mesin cuci? Ini nih kebiasaan yang harus kamu ubah. Selain menimbulkan bau tidak sedap, hal itu juga dapat merusak kualitas mesin cuci, lho.
4. Setting mesin cuci sesuai jenis pakaian
Memang lebih praktis menggunakan mode 'reguler' atau 'automatic' untuk kebanyakan baju. Meski demikian, setiap jenis pakaian tetap memiliki aturan pencucian berbeda-beda.
Hampir semua mesin cuci modern sudah dilengkapi pengaturan khusus sesuai jenis baju. Kamu bisa memanfaatkan fungsi itu tiap kali hendak mencuci.
Jadi, tak hanya kualitas pakaian saja yang terjaga, tetapi langkah ini juga merupakan salah satu langkah merawat mesin cuci agar awet dan tahan lama.
5. Bersihkan tabung dan filter secara berkala
Setiap mesin cuci memiliki filter yang berfungsi menyaring kotoran dari pakaian. Setidaknya bersihkanlah filter mesin cuci 3 bulan sekali untuk memperpanjang umur pakainya.
Caranya gampang kok. Kamu hanya perlu mengisi tabung mesin dengan air secukupnya lalu atur pada mode pencucian kosong atau cleaning. Untuk hasil lebih baik, bersihkan tabung dan filter mesin dua minggu sekali.
Lepaskan filter mesin, kemudian rendam menggunakan campuran air, soda kue atau cuka putih, dan sedikit detergen. Sikat perlahan hingga ke sela-sela penyaring, lalu bilas dan jemur sampai kering.
6. Cabut colokan mesin cuci setelah digunakan
Berawal dari lupa lalu terbiasa, faktanya banyak orang membiarkan colokan tetap terhubung dengan listrik setelah selesai digunakan. Namun, tahukah kamu kalau kebiasaan ini bisa berakibat buruk bagi mesin cuci lho.
Jika suatu ketika ada pemadaman listrik, voltase peralatan elektronik sering kali tidak stabil. Hal itu bisa menyebabkan korslet dan alat elektronik pun jadi lebih mudah rusak. Agar kita terhindari dari kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi, lebih baik cabut colokan listrik mesin cuci tiap selesai pencucian.
7. Merawat mesin cuci sesuai jenisnya
Pada awal perkembangannya, mesin cuci hanya memiliki satu tabung dengan pintu di bagian depan. Kini mesin cuci tersedia dalam beragam versi. Cara merawatannya juga berbeda-beda.
Berikut penjelasannya:
· Mesin Cuci 1 tabung Front Loading
Mesin cuci 1 tabung umumnya sudah dilengkapi fitur dan sistem serba otomatis. Selain melakukan perawatan di atas, jangan lupa untuk selalu membuka penutup mesin cuci kalau sudah selesai memakainya. Dengan cara ini kinerja mesin otomatis kan berhenti secara sempurna.
Bukan tanpa alasan, hanya saja takutnya jika suatu saat kita kelupaan mematikan tombol power dan mesin cuci berada pada posisi stand by. Saat melihat pintu mesin yang terbuka kita akan ingat dan mengecek kondisi mesin cuci pasca digunakan.
Bayangkan, kalau mesin cuci terus standby maka bukan hanya listrik saja yang boros, namun ia akan terus bekerja dan cepat panas.
· Mesin cuci 2 tabung
Tiap selesai mencuci, cek tabung spin dan body apakah ada benda-benda yang terlempar ke sana. Uang koin, kancing, kertas, gumpalan benang, dan benda-benda kecil seringkali tersangkut di sela-sela bagian tersebut.
Jangan abaikan hal ini supaya tabung tetap berputar baik dan motor tidak terbakar. Sangat disayangkan apabila mesin cuci yang kamu miliki rusak hanya karena keteledoran kecil.
Jangan lupa, lap bagian dalam tabung cuci dan pengering dengan kain bersih yang lembut. Langkah ini efektif membersihkan kotoran, jamur, dan bau tak sedap di kedua tabung mesin cuci.
· Mesin cuci 1 Tabung Top Loading
Mesin cuci top loading adalah jenis mesin cuci 1 tabung yang pintunya berada di atas. Seluruh sistem pengaturan mesin pun berada di bagian atas.
Sebisa mungkin hindarkan tombol-tombol tersebut dari air, cairan pewangi, detergen, atau benda berbahaya lain. Pastikan juga posisi mesin cuci seimbang agar tidak bergoyang dan merusak bagian dalam mesin.
Itu dia 9 tips merawat mesin cuci supaya awet dan tidak mudah rusak. Sudahkah kamu merawat mesin cucimu dengan benar? Semoga uraian di atas bisa membantu kamu ya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!




