BahanKain.id
BahanKain.id

Bukan Sekedar Hobi, Ini 7 Fakta Unik Tentang Merajut

BahanKain
Bukan Sekedar Hobi, Ini 7 Fakta Unik Tentang Merajut

Modern ini, merajut jadi sebuah hobi yang identik dengan kaum wanita, khususnya lansia. Di film-film kartun juga sering ada scene menek-nenek berkacamata duduk di kursi goyang sembari memainkan perlengkapan rajut. Ya, begitulah kiranya yang dibayangkan banyak orang perihal merajut.

Padahal realitanya, merajut adalah aktivitas genderless dan sangat lazim dilakukan oleh pria maupun wanita dari segala usia. Bahkan sejarah juga mencatat bahwa seni membuat simpul dari seutas benang ini berawal dari kegabutan para pelaut pria.

Selain itu, berikut 7 fakta unik tentang merajut:

1.       Seni Rajut berasal dari Timur tengah

Tak ada yang bisa memastikan kapan awal mula kemunculan seni rajutan. Hal itu karena jaman dulu rajut dibuat benang-benang alami yang cepat lapuk. Jenis jarum rajut pun sulit dibedakan apakah tusuk rambut, tusuk sate, gelendong ataukah benda lain.


Akan tetapi, produk rajutan paling tua adalah sepasang kaus kaki katun bermotif kaligrafi yang ditemukan di Mesir dan diperkirakan berasal dari tahun 1000 Masehi.

Penemuan itu diperkuat dengan artikel sejarah merajut yang ditulis oleh Julie Theaker. Dimana ia memperkirakan bahwa seni rajut berasal dari Timur Tengah karena produk rajutan banyak yang berbahan dasar katun dan sutra.

2.       Awalnya adalah hobi kaum pria

Butuh ketelitoam dan jam terbang untuk menghasilkan rajutan yang bagus. Pantas jika pada era pertengahan, baju rajut hanya dimiliki orang-orang dari kalangan eksklusif saja. Bahkan, perajut yang bisa menciptakan karya dari benang mereka sendiri akan mendapat gelar khusus.

Peralihan gender juga bukan lagi hal baru, apalagi dalam konteks fashion. Begitu pula dengan kegiatan merajut, dulunya banyak dilakukan pria tapi sekarang justru identik dengan perempuan. Padahal lelaki hobi merajut juga nggak ada salahnya, kan?

3.       Bisa jadi hobi sekaligus terapi


Terlihat membosankan, tapi merajut itu seru dan banyak manfaat lho. Dilansir dari buku Knit for Health & Wellness: How to knit a flexible mind and more, merajut bisa menjadi terapi yang baik untuk pasien Alzheimer, stress dan depresi. Menariknya lagi, ternyata hobi satu ini juga cocok untuk terapi anak-anak berkebutuhan khusus atau ADHD.

4.       Dulunya sebuah profesi

Saat ini merajut memang lebih cocok dijadikan hobi. Padahal sebelum era revolusi industri, merajut adalah sebuah profesi. Ketika itu, tenaga manusia masih sangat diandalkan dalam produksi kain rajut karena belum banyak mesin pabrik yang bisa membuat rajutan.

Baca Juga:
Perbedaan Antara Merajut dan Merenda, Pemula Wajib Tahu Nih!

Namun seiring kemajuan teknologi dan meningkatnya kebutuhan produk knitting, keterampilan rajut manusia mulai digantikan oleh mesin-mesin canggih. Hingga akhirnya, merajut hanya menjadi hobi atau kegiatan pengisi waktu luang.

5.       Bermanfaat untuk kesehatan

Beberapa sumber juga menyebut bahwa merajut dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik anak-anak maupun orang dewasa.


Berikut manfaat merajut di bidang kesehatan:

·         Manfaat seperti meditasi

Merajut bisa menjadi hobi yang menyenangkan meski harus diawali berbagai drama karena memang tak bisa dibilang mudah. Tapi dengan banyak latihan, perlahan kamu pasti tahu triknya dan semakin menikmati hobi baru ini.

Membuat rajutan sederhana menggunakan jenis anyaman yang sama dan berulang akan memberikan manfaat setara dengan latihan pernapasan saat meditasi. Pikiran pun jadi lebih rileks dan santai sehingga kita bisa berpikir lebih jernih.

·         Melatih fungsi kognitif

Merajut adalah aktivitas dinamis dimana setiap keputusan bisa diatur untuk memvisualisasikan produk akhir. Aktivitas ini akan merangsang korteks motorik, lobus frontal dan oksipital agar bisa memperkuat pikiran sekaligus memperlambat gangguan kognitif.

·         Meningkatkan konsentrasi

Sulit fokus menjadi satu perkara yang kerap menghantui anak-anak maupun orang dewasa. Dengan merajut otak akan terlatih untuk lebih berkonsentrasi dan mengurangi kondisi hiperaktivitas. Kainginan untuk segera melihat hasil rajut akan memperkuat konsentrasi di setiap tugas.

·         Meningkatkan daya ingat

Seperti halnya membangun kebiasaan baru, merajut butuh latihan yang konsisten agar lebih terampil. Bahkan perajut dengan jam terbang tinggi pun bisa membuat kesalahan. Knitting akan memaksa Anda mengingat setiap kesalahan dan menyusun strategi untuk menghindarinya.

·         Cara praktis untuk detoksifikasi digital

Kemajuan teknologi membuat banyak orang mudah terpaku pada perangkat digital daripada melakukan aktivitas di dunia nyata. Merajut bisa menjadi salah satu langkah untuk memisahkan diri dari kencaduan teknologi sekaligus menjaga kesehatan mata.

Itulah beberapa fakta menarik dari kegiatan merajut. Intinya, kegiatan merajut tak hanya diperuntukkan bagi wanita. Dan gak ada salahnya juga kalau laki-laki punya hobi merajut karena manfaatnya memang banyak banget.

Sobat Bahankain udah ada niatan memulai merajut belom nih? Selamat mencoba ya!

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait