BahanKain.id
BahanKain.id

Sejarah dan 7 Fakta Menarik Tentang Ikat Pinggang

BahanKain
Sejarah dan 7 Fakta Menarik Tentang Ikat Pinggang

Sobat Bahankain pasti taulah ikat pinggang, gesper atau sabuk. Disamping fungsi utamanya sebagai penahan celana agar tidak melorot, sabuk juga membuat tampilanmu lebih rapi dan modis.

Benda yang biasa melingkar dipinggang pria atau pelengkap busana wanita ini ternyata punya sejarah panjang lho.

Apa sajakah itu? Simak ulasan berikut ini yuk!

1.       Sudah ada sejak zaman perunggu

Sabuk dalam sejarah dipakai oleh orang-orang Mesir Kuno pada Zaman Perunggu, antara tahun 3300-1200 SM. Awalnya sabuk hanya dibuat dari sambungan bagian-bagian tumbuhan seperti akar, kulit pohon dan dedaunan. Namun, seiring berjalannya waktu mereka mulai menggunakan kulit binatang yang lebih kuat dan tahan lama.


Jejak ikat pinggang juga terekam pada era Mesopotamia atau sekitar abad ke 17. Awal-awal perkembangannya, ikat pinggang hanya umum dipakai oleh pria. Desainnya pun sangat sederhana.

2.       Digunakan sebagai identitas militer

Memasuki abad pertengahan, sabuk menjadi salah satu simbol status sosial di wilayah Eropa. Tujuan pemakaiannya pun mulai berubah. Di beberapa kota, ikat pinggang digunakan sebagai aksesoris penanda orang berkasta tinggi. Mereka melingkarkannya ke pinggang, diluar seragam lalu dipadukan dengan pedang.

Selama periode ini, wanita dilarang memakai ikat pinggang meski hanya untuk aktivitas sehari-hari. Usai perang dunia pertama atau memasuki abad 19, sabuk menjadi pelengkap seragam militer bagi mereka yang berpangkat tinggi.

3.       Ukuran jadi lebih kecil saat Perang Dunia II

Karena tren tentang fashion sepertinya memang terus terulang, pemakaiannya untuk dunia militer pun populer kembali ketika memasuki masa Perang Dunia I dengan bahan tebal. Tapi, pada masa Perang Dunia II, benda ini sudah kehilangan banyak gaya dan ukurannya makin kecil karena kekurangan bahan.

4.       Ikat pinggang untuk wanita

Setelah tahun 1930-an, ikat pinggang mulai jadi hal umum di kalangan wanita. Mereka memadukannya dengan gaun panjang dan itu menjadi sebuah ikonik.

Tahun 1930-an adalah masa dimana banyak wanita bereksperimen memakai celana. Dan agar tidak gampang melorot, mereka menggunakan ikat pinggang.

Baca Juga: 
Mengupas Sejarah Dan Variasi Model Obi Belt Kekinian

5.       Ikat pinggang di era modern

Perubahan besar fungsi dan penggunaan ikat pinggang terjadi saat memasuki abad 20-an. Ketika itu, sabuk digunakan seperti pinggang celana jatuh ke posisi lebih rendah.

Ikat pinggang digunakan sebagai aksesoris wajib untuk mengikat celana yang kendur, fashion. Variasi desain beraneka ragam membuat pemakainya lebih gagah dan “macho.” Ada pula sabuk yang lebih feminim dan biasa dikenakan kaum wanita.

6.       Bahan dan jenisnya beragam


Ikat pinggang fashion dibuat dari berbagai jenis bahan seperti halnya kulit, kain, karet, logam, dan plastik. Variasi gaya pun tak terbatas.

·         Ikat Pinggang formal

Sabuk formal identik dengan sosok pria dewasa di lingkungan rapi. Khususnya aktivitas yang memaksa seseorang memakai jas, seperti saat di kantor, acara formal atau pertemuan penting.

Ciri khas ikat pinggang formal adalah bentuk yang sederhana, rapi dan elegan. Biasanya juga dibuat dari bahan kulit asli berdesain mewah. Harganya sekitar puluhan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung merek, bahan, dan kualitasnya.

·         Ikat Pinggang Casual

Sesuai namanya, ikat pinggang casual lebih santai dan punya banyak model. Bahannya pun beragam seperti sintetik, kanvas dan kulit dengan desain kepala bervariasi. Tipe sabuk ini mencerminkan seorang yang rapi tapi lebih fleksibel dan trendi.

·         Ikat pinggang kanvas

Gesper atau ikat pinggang kanvas banyak disukai remaja, karena karakter bahannya yang lentur dan beraneka warna. Bentuk kepala sabuk kanvas tidak memiliki lubang sehingga pemakai tidak perlu repot-repot menyesuaikan ukurang pinggang.

Sebagai catatan, sabuk kanvas berwarna cerah dan santai kurang sesuai digunakan secara formal seperti di sekolah atau kantor.

7.       Unisex dan Gender-Neutral

Banyak ikat pinggang fashion dapat dikenakan oleh semua jenis kelamin. Ada tren yang semakin menekankan konsep pakaian gender-netral, dan ikat pinggang bisa menjadi salah satu cara untuk melakukannya.

Itulah 7 fakta tentang ikat pinggang dengan tampilan tepat sesuai posisi dan keadaan kamu saat memakai. Dengan penampilan yang tepat, lebih membuat kamu percaya diri dan menarik saat dilihat orang lain.

Dan situ tips terakhir yang memang kuno namun memang sangat membantu untuk fashion kamu, yaitu menyamakan warna sabuk kamu dengan warna sepatu yang kamu pakai. 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait