10 Jenis Kaos Kaki Yang Wajib Kamu Tahu!

Kaos kaki merupakan salah satu produk garmen yang berfungsi menyerap keringat, melindungi kaki dari gesekan, cuaca dingin dan lain sebagainya. Dalam kebiasaan masyarakat Indonesia, kaos kaki hanya dipakai pada saat-saat tertentu saja.
Pemandangan berbeda akan kamu temukan jika berkunjung di negara-negara empat musim seperti Korea, Jepang dan China. Masyarakat di sana justru menjadikan kaus kaki sebagai item yang wajib dipakai, kapanpun dan dimanapun. Meski tidak ada aturan khusus, tetapu menggunakan kaus kaki adalah budaya yang masih mereka pertahankan hingga saat ini.
Tapi, tahukah kamu kalau ternyata kaus kaki sudah ada sejak ribuan tahun lalu lho. Yaps, catatan sejarah mengungkap fakta bahwa kaos kaki berasal dari abad ke 8 SM. Bentuknya masih sederhana dan belum sesempurna yang saat ini.
Lalu, seperti apakah perkembangannya? Simak ulasan lengkapnya yuk!
Perkembangan Kaus Kaki Dari Masa Ke Masa
Pada abad ke 8 SM, masyarakat Yunani Kuno memakai kaos kaki bahan kusut dari bulu binatang. Sementara orang-orang di Roma mulai memanfaatkan kulit binatang dan untaian benang yang dirajut manual. Ketika itu, mereka memakai kaus kaki untuk melindungi sekaligus menghangatkan kaki saat musim dingin maupun panas.

Popularitas kaos kaki pun semakin meningkat. Tapi harganya masih tergolong mahal mengingat proses pembuataannya yang cukup sulit dan menyita banyak waktu. Sehingga kaos kaki hanya diproduksi dalam jumlah terbatas dan hanya dipakai oleh kalangan-kalangan tertentu saja. Bahkan hingga abad ke-10, item ini hanya dimiliki oleh orang-orang kaya dan kaum bangsawan.
Kaos kaki modern muncul pada tahun 1589 ketika William Lee berhasil menciptakan mesin rajut untuk kali pertama. Pendeta asal Inggris ini terus mengembangkan penemuannya agar bisa lebih modern dan bisa diterima negara lain.
Sejak saat itu, rumah rajut mulai banyak bermunculan di Perancis maupun Skotlandia. Mereka memproduksi kaus kaki berbahan sutra warna, wol dan beludru. Model, jenis, motif dan warna kaos kaki pun makin bervariasi seiring dengan kemajuan teknologi serta perubahan kebutuan manusia.
Jenis-jenis kaus kaki
Sebagian orang menggunakan kaus kaki untuk melindungi kaki dari cuaca panas atau dingin. Ada yang memakainya agar tidak lecet karena sepatu. Ada pula yang mengenakan kaus kaki sebagai penyerap keringat agar kaki atau sepatunya tidak berbau.
Tetapi faktanya, modern ini banyak orang menggunakan kaos kaki demi kepentingan fashion semata. Munculnya beragam model kaus kaki kian memudahkan pemakainya untuk memilih tipe mana yang sesuai dangan gaya mereka.
4 Fitur Kaus Kaki
Bahan kaus kaki dapat memberikan berbagai tingkat kehangatan dan kenyamanan. Kamu bisa memilihnya sesuai kebutuhan:
1. Kehangatan
Kaos kaki wol, kasmir, dan akrilik menjaga suhu kakimu supaya tetap hangat di tengah cuaca dingin.
2. Menyerap kelembapan
Kemampuan menyerap serat katun tentu sudah tak diragukan lagi. Sehingga kaos kaki katun menjadi opsi terbaik untuk menemani aktivitas fisikmu.
3. Kelenturan
Kaus kaki spandeks atau nilon akan memberikan pengalaman dalam hal kenyamanan karena menempel sempurna pada kaki.
4. Ketahanan
Setiap kaus kaki yang mempunyai desain bagian tumit dan jari kaki yang diperkuat akan tahan lebih lama. Bukan nilai estetikanya, tapi dua bagian itu menonjol dan bersinggungan langsung dengan alas kaki.
Berikut jenis-jenis kaos kaki berdasarkan panjang dan kegunaannya
1. Cover socks untuk flat shoes

Desain kaus kaki jenis ini cukup unik sebab ia hanya menutupi bagian telapak kaki saja. Biasanya cover socks dipakai bersama alas kaki bersiluet pendek seperti flat shoes, slippers, dan lain sebagainya. Kaos kaki ini menjadi salah satu favorit untuk menyokong aktivitas sehari-hari, terutama wanita yang gemar memakai flat shoes.
2. Angkle sock untuk sneakers

Sebagian orang tak suka memperlihatkan kaus kaki yang mereka pakai. Demi kenyamanan, kamu bisa memilih ankle sock saat memakai sneakers. Kaos kaki yang hanya sebatas mata kaki ini akan menghindarkan kakimu dari lecet. Motif ataukah polos, sesuaikan saja dengan outfit dan gayamu.
3. Quarter-length socks

Ukuran quarter-length sedikit lebih panjang dari ankle socka hingga menyentuh tulang kering. Kaus kaki seperempat panjang juga dikenal sebagai kaus kaki celana, melindungi area di mana sepatu Anda bertemu dengan Achilles Anda. Quarterlength socks jadi rekomendasi terbaik pelengkap sepatu lari dan teman terbaik saat melakukan aktivitas fisik apapun.
4. Crew-length socks

Juga disebut kaus kaki pertengahan betis, kaus kaki panjang kru memanjang di tengah antara lutut dan pergelangan kaki, setengah otot betis. Ketinggian kaus kaki ini cocok untuk sepatu kets dan sepatu bot tinggi.
5. Calf-length socks
Kaus kaki ini menutupi seluruh otot betis dan memanjang hingga ke lutut. Kaus kaki sebetis juga disebut kaus kaki di atas betis.
6. Knee-high socks
Kaus kaki selutut menjulur ke atas kaki dan menutupi seluruh permukaan lutut.
7. Thigh-high socks
Panjang kaus kaki thigh-high hingga setengah paha dan biasa dilengkapi sabuk garter atau karet supaya tidak melorot.
8. Split-toe socks
Split-toe socks didesain dengan jahitan pemisah antara jempol kaki dan jari lain. Jenis kaus kaki ini akan nyaman digunakan saat memakai sandal.
9. Leg warmer socks
Panjangnya sebatas lutut dan dibuat dari serat akrilik atau wol. Leg warmer socks akan menjaga kaki tetap hangat selama bulan-bulan musim dingin.
10. Boot socks
Boot socks idealnya digunakan saat cuaca dingin dan bahan wol tebal membuat kaki tetap hangat saat memakai sepatu boot.
Itulah sejarah singkat dan jenis-jenis kaus kaki yang perlu kamu ketahui. Tak perlu bingung ketika dihadapkan dengan berbagai pilihan. Nggak cuma menyempurnakan penampilan, tetapi juga memberikan kenyamanan yang dibutuhkan kaki kamu dalam jangka panjang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



