BahanKain.id
BahanKain.id

Daya Tarik Baju Bodo, Pakaian Adat Tertua Di Dunia Asal Bugis

BahanKain
Daya Tarik Baju Bodo, Pakaian Adat Tertua Di Dunia Asal Bugis

Baju bodo atau baju labbu merupakan pakaian adat kaum perempuan Suku Bugis dari Makassar, Sulawesi Selatan. Diketahui ‘baju bodo’ adalah penamaan cara Makassar sedangkan dalam bahasa Bugis disebut waju ponco. Baju ini berbentuk segi empat, biasanya berlengan pendek atau kurang lebih setengah atas bagian siku. 

Dalam bahasa Makassar, "bodo" artinya ‘pendek’. Konon, baju bodo sudah ada sejak abad ke-9 dan dicap menjadi salah satu pakaian tertua yang ada di dunia.

Baju labbu adalah busana atasan atau blus dibuat berpotongan longgar dengan pola lengan dan badan yang menggelembung. Selain berdesain longgar, baju bodo juga dibuat dari kain muslin yang berkarakter tipis dan transparan. Karakter itulah menjadi ciri khas sekaligus daya tarik baju bodo sebagai baju adat Sulawesi bagian selatan. 

Sejarah baju bodo

Baju bodo disebut-sebut sebagai salah satu busana adat tertua di dunia. Pernyataan itu didukung oleh catatan sejarah kain Muslin yang menjadi bahan dasar Baju Bodo. Jenis kain yang dikenal Maisolos (Yunani Kuno), Masalia (India Timur), atau Ruhm (Arab) ini pertama kali diperjualbelikan di kota Dhaka, Bangladesh.


Akan tetapi masyarakat Sulawesi Selatan sudah lebih dahulu mengenal kain tipis yang ditenun dari pilinan serat kapas. Tepatnya sekitar pertengahan abad ke-9, jauh sebelum Eropa yang baru mengenalnya pada abad ke-17, dan Perancis abad ke-18.

Karakteristik khas kain muslin yaitu tenunan benang yang renggang membuatnya terlihat transparan sehingga cocok dipakai di wilayah-wilayah beriklim tropis. 

Baju Bodo mulai dibuat dari kain yang lebih tebal setelah masuknya pengaruh agama Islam ke wilayah Sulawesi. Mereka memadukannya dengan baju dalaman berwarna senada. Ada pula yang dibuat lengan panjang agar lebih sopan dan cocok saat menggunakan kerudung.

Sedangkan untuk bawahannya tetap menggunakan sarung yang terbuat dari serat pisang hutan atau serat akar anggrek liar.

Penggunaan Baju Bodo

Awalnya, wanita Bugis memakai baju bodo tanpa dalaman ataupun kain pelapis sehingga payudara dan lekuk tubuh mereka akan terlihat jelas. Busana itus dipadukan dengan sarung bermotif kotak-kotak yang menutupi bagian pinggang ke bawah. Hingga tahun 1930-an, masih banyak perempuan Bugis-Makassar memakai Baju Bodo tanpa memakai penutup dada.


Warna-warna terang baju bodo menunjukkan identitas, usia dan status sosial pemakainya. Seperti halnya busana-busana tradisional dari daerah lain, awalnya pemakaian baju bodo didasarkan pada status sosial dan usia seseorang. berikut ketentuan warna baju bodo untuk bangsawan jaman dulu:

·         Warna putih dipakai oleh inang raja atau dukun atau bissu

·         Warna hijau untuk putri para raja atau saat upacara pernikahan

·         Warna ungu dikhususkan bagi para janda

Pemakaian baju bodo juga dibedakan berdasarkan usia

·         Anak-anak di bawah 10 tahun memakai baju bernama waju pella-pella dengan warna kuning gading.

·         Usia 10 – 14 tahun mengenakan baju Bodo berwarna jingga dan merah muda.

·         Usia 14 – 17 tahun menggunakan bodo warna jingga dan merah muda, berlapis susun dua.

·         Usia 17 – 25 tahun atau perempuan yang sudah menikah dan mempunyai anak (di usia ini) memakai warna merah tua, belapis, dan bersusun.

·         Menginjak usia 25 – 40 tahun, wanita bugis memakai baju Bodo berwarna hitam

Dahulu aturan-aturan tersebut wajib ditaati. Tapi peraturan itu menghilang seiring lunturnya kepercayaan animism dan dinamisme.  

Sekarang tidak ada lagi batasan maupun ketentuan khusus bagi perempuan yang ingin mengguanan busana khas perempuan Bugis ini. Kita bebas memakainya di perhelatan apa pun, bahkan dalam acara yang tidak ada kaitannya dengan tradisi. Seperti halnya memakai baju bodo saat momen wisuda.

Bahan Kain Untuk Baju Bodo

Di era modern ini baju bodo dibuat dari beragam jenis kain. Berikut beberapa jenis kain yang kerap digunakan sebagai untuk membuat pakaian tradisional wanita Sulawesi Selatan:

1.       Kain Muslin

Bahan pertama yang paling sesuai untuk baju bodo tentu saja kain muslin. Muslin adalah jenis kain katun tipis yang berkarakter halus dan lembut. Kain ini kerap digunakan untuk membuat baju bayi dan aksesoris fashion.

2.       Kain organza

Berikutnya ada bahan organza atau organdi, yaitu jenis kain ringan dengan tenunan jarang dan terlihat transparan. Dahulu kain ini dibuat menggunakan benang sutra sehingga permukaannya tampak mengkilap. Harganya pun cenderung mahal.

Namun, kini kain organza berbahan dasar nilon, rayon, atau poliester sudah banyak tersedia di pasaran. Tentunya dengan harga yang jauh lebih murah.

3.       Kain Chifon (sifon)

Sifon merupakan jenis kein bertekstur halus serta berkarakter tipis, menerawang dan agak licin. Biasanya kain ini terbuat dari serat nilon, sutra, atau poliester.

4.       Kain crepe

Masih dari katergori kain yang tidak terlalu tebal yakni crepe. Bahan crepe bersifat lentur dengan tekstur sedikit berpasir, kasar dan permukaan mengkerut.

Itulah sekilas tentang baju bodo, pakaian adat Sulawesi Selatan yang unik dan menarik. Dari bojo bodo, kita bisa mengetahui bagaimana perkembangan kebudayaan masyarakat Bugis. Dimana awalnya busana yang menampakkan payudara dianggap layak dan sopan-sopan saja untuk digunakan. Masyarakat pada masa itu tidak menganggap itu sebagai bagaian dari pornografi.

Nah, jika Sahabat Bahankain sedang mencari kain untuk membuat baju bodo, BahanKain.id bisa menjadi alternatif terbaik. Kami menyediakan kain-kain berkarakter tipis seperti sutra organdi kaca, sutra sifon, kain sifon polyester dan kain crepe.

Cek Kategori Produk atau langsung hubungi Customer Service kami dan dapatkan rekomendasi bahan serta harga terbaik. 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait