BahanKain.id
BahanKain.id

Makna dan Fakta Dibalik Penggunaan Kain Mori Untuk Sabuk Silat

BahanKain
Makna dan Fakta Dibalik Penggunaan Kain Mori Untuk Sabuk Silat

Agak ngeri gak sih kalau kamu diharuskan untuk memakai kain mori pembungkus jenazah alias kafan? Mungkin iya, tapi perasaan itu harus ditepis jika kamu ingin menjadi bagian dari keluarga perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

PSHT atau dikenal juga SH Terate adalah sebuah perguruan silat yang diinisiasi oleh Ki Hardjo Oetomo. Organisasi pencak silat ini didirikan pada tahun 1922 dan berpusat di Madiun, Jawa Timur.

Makna Filosofi dan Fakta Tentang Sabuk Mori PSHT

Sabuk kain kafan atau mori merupakan salah satu atribut wajib bagi para anggota SH Terate. Mori PSHT menjadi lambang, tanda dan bendera yang menyatakan bahwa pemiliknya adalah warga Setia Hati Ternate yang sah.


Selama ini, banyak orang mempertanyakan alasan dibalik penggunaan sabuk mori dalam keanggotaan PSHT. Nah, kali ini kita akan mengungkap makna, alasan sekaligus fakta unik tentang sabuk mori silat seperti halnya PSHT. Dilansir dari laman PSHT Rayon Betro, berikut beberapa fakta tentang sabuk mori PSHT.

Simak ulasan lengkapnya yuk!

1.       Warna putih

Warna putih melambangkan kesucian hati serta kepasrahan pada Tuhan Yang Maha Esa. Secara tidak langsung warna tersebut mengingatkan pemakainya untuk selalu berbuat kebajikan, menghindari perilaku tercela, serta tidak mengambil sesuatu yang bukan miliknya.

2.       Ukuran kain

Panjang sabuk mori PSHT sebaiknya sakdedeg sakpengawe atau bisa dilebihi sedikit. Sakdedeg berarti ‘setinggi tinggi badan’, sedangkan sakpengawe artinya ‘sejangkauan tangan menggapai’. Hal itu menyimpan makna bahwa hendaknya setiap kemauan atau cita-cita harus senantiasa diukur sesuai kemampuan yang ada.

3.       Aturan menyimpan

Sabuk PSHT harus disimpan di tempat yang bersih, rapi dan mudah dilihat.  Dengan begitu, setiap melihatnya kita akan selalu teringat dan merasa terpanggil untuk senantiasa berkelakuan baik serta berakhlah mulia.

4.       Makna kain mori

Kenapa calon anggota diberi mori saat pengesahan? Jawabannya singkat saja, untuk mengingatkan mereka pada kematian. Kain mori PSHT bukanlah benda pusaka yang harus diagungkan sebab intinya adalah sebagai sarana pegingat bahwa setiap manusia pasti akan mati.

5.       Tradisi mencuci kain mori

Secara tradisi Jawa, sabuk silat dicuci dengan bunga (lambang kebaikan, keharuman), air yang bersih disertai doa dan laku khusus misalnya puasa dan berjaga (melek). Membersihkan pusaka itu perlu tapi ada yang lebih perlu lagi yaitu senantiasa membersihkan diri dengan mohon ampun, petunjuk dan bimbingan Tuhan Yang Maha Esa. Agar dapat beribadah dengan benar.

6.       Kenapa mori disakralkan?

Banyak orang menganggap kain mori adalah sejenis benda pusaka yang sakral dan dikeramatkan. Hal itu karena mereka yakin bahwa kain berwarna putih ini mempunyai yoni atau penunggu dan berkekuatan magis.

Bahkan muncul tiga pernyataan terkait mori yaitu:

Mori jangan sampai kena sinar matahari nanti penunggunya pergi.

Mori jangan dicuci pakai sabun nanti penunggunya ngamuk.

Mori jangan diperas waktu nyuci nanti badan kita sakit semua karena kualat.

Pernyataan itu kerapkali terdengar dan dipegang teguh oleh kebanyakan orang. Padahal faktanya tidak seperti itu lho.

Dikutip dari laman PSHTmadura, berikut penjelasan perihal makna dari ungkapan tersebut:

·         Kenapa mori tidak boleh di jemur di terik matahari?

Bukan karena takut penunggunya kabur, tetapi yang dikhawatirkan adalah kain mori menjadi tipis dan kaku. Sebenarnya sah-sah saja menjemurnya dibawah terik matahari, padahal mengangin-anginkan saja sudah cukup. Paparan sinar matahari yang terlampau sering akan menurunkan kualitas kain mori dan membuatnya cepat rusak.

·         Kenapa mori tidak boleh di cuci menggunakan sabun atau diterjen?

Itu karena kandungan zat aktifnya bisa mengubah warna mori jadi kusam atau njebluk. Warna putihnya pudar jadi agak kekuningan, lebih parah lagi struktur kainnya akan rapuh dan mudah sobek.

·         Kenapa mencuci Mori tdk boleh diperes/diuntir?

Alasannya kurang lebih sama. Memerasnya terlalu keras saat mencuci akan membuatnya rentan dan mungkin terkoyak. Sah-sah saja mencuci mori layaknya baju, namun alangkah lebih baik jika menggunakan cara yang lembut supaya serat kainnya tetap kuat.

·         Apakah mencuci mori harus setahun sekali & dilaksanakan pada bulan Muharam (suro) saja?

Ini nih yang membuat sebagian orang berpikir seakan-akan hanya boleh mencuci mori PSHT pada bulan muharram. Lebih tepatnya malam satu suro (1 Muharram).

Pernyataan tersebut juga tidak bisa dibenarkan sama sekali. Alasan kenapa mori tidak boleh sering dicuci sebenarnya kain akan semakin kotor dikarenakan getah dari bunga (kembang setaman). Mori juga rapuh, tipis, dan mudah rapuh. Jadi, sebaiknya cucilah mori kalau memang sudah kotor. Waktu mencucinya pun bebas, boleh dilakukan pada bulan apa saja bukan hanya di bulan suro.

7.       Jenis kain

Sabuk dari kain mori menjadi salah satu persyaratan untuk menjadi warga Setia Hati Terate yang sah. Itulah alasan mendasar kenapa kain-kain itu disebut mori PSHT. Pentingnya kedudukan dan makna filosofi kain mori, sudah cukup menjadi alasan kenapa harus dipilih jenis kain yang berkualitas tinggi.

Jenis mori yang digunakan antara lain:

·         Primis Gamelan Serimpi

Brand kain putihan satu ini sudah sangat legendaris dan kerap dipergunakan dalam upacara pengesahan keanggotaan SH Terate. Kain Primis gamelan serimpi berbahan dasar 100% serat katun dengan konstruksi padat sehingga menghasilkan kain yang berkarakter halus, struktur rapat dan tidak menerawang.

·         Primis Cap Tari Kupu

Karakteristik mori cap tari kupu tak jauh berbeda dengan primis gamelan. Kategori kain primis ini juga memiliki permukaan yang halus, struktur serat padat dan sudah melalui tahap bleaching sanforizing. Sehingga kualitasnya tetap baik meski dicuci berulang kali.

·         Primis Cap Bedhaya

Masih dari jenis mori katun primis ialah kain Cap Bedhaya. Meski namanya belum begitu dikenal, tapi kualitas tetap bisa diadu. Anyamannya lebih padat dan tebal dibanding primis srimpi.

·         Primis Cap Saron

Kain mori Cap Saron berbahan full benang cotton dan ditenun dengan kerapatan tinggi. Primis saron juga sudah melalui proses finish bleaching mercerizing sanforizing. 

Itu dia penjelasan singkat mengenai sabuk mori untuk pengesahan warga setia hati terate (PSHT). Sudah nggak penasaran lagi kan, Sobat?

Bicara soal kain mori, BahanKain.id bisa menjadi alternatif terbaik untuk memenuhi kebutuhan tekstil Anda. Sebagai supplier bahan kain dan tekstil, kami menyediakan beberapa pilihan kain mori berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Langsung saja, cek koleksi kain kami di Kategori Produk ya.

Hubungi kami via whatsapp terkait info detail produk, konfirmasi pemesanan maupun konsultasi seputar kebutuhan tekstil.

Atau kunjungi online store Mekar Jaya Tekstil yang ada di Shopee dan Tokopedia. 

SHOPEE

TOKOPEDIA 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait