BahanKain.id
BahanKain.id

Sejarah Dan Perkembangan Bantal Dari Masa ke Masa

BahanKain
Sejarah Dan Perkembangan Bantal Dari Masa ke Masa

Terlepas dari fungsi utamanya sebagai penopang kepala, bantal menjadi salah satu benda yang tak boleh absen dari tempat tidur. Meski jenisnya sangat beragam, tetapi bantal selalu diidentikkan dengan kamar tidur.

Secara umum, bentuk bantal berupa persegi empat, persegi panjang, dan lonjong (bantal guling). Namun saat ini bantal tersedia dalam beragam jenis serta kegunaan. Sebut saja bantal sofa, bantal sandaran kursi, alas duduk, sandaran duduk dan masih banyak lagi.

Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya perihal sejarah dan awal mula penggunaan bantal? Usut punya usut, benda empuk teman setia waktu tidur kita ini menyimpan beragam fakta yang menarik untuk diketahui lho. Apa saja? Berikut ulasannya!

1.       Bantal pertama terbuat dari batu

Keberadaan bantal pertama kali terdeteksdi berasal dari Mesopotamia, sekitar 7.000 tahun sebelum masehi. Fakta uniknya, yang mereka pakai bukanlah bantal yang empuk dan nyaman, melainkan batu. Pada masa itu, bantal dibuat dari batu pipih berbentuk persegi panjang dimana satu bagiannya dibuat cekungan. Mereka meletakkan di bawah kepala sebagai penyangga.


Alkisah, salah satu orang paling kaya di Mesopotamia berinisiatif membuat sebuah benda yang bisa mencegah serangga agar tidak merambat ke rambut, hidung atau mulut saat tidur di lantai. Sejak saat itu kepemilikan bantal menjadi salah satu simbol status sosial seseorang. Makin banyak bantal yang dimiliki, maka makin terpandang pula kelas pemiliknya.

Baca Juga: 

Wow, Ternyata Ini 7 Manfaat Tidur Sambil Memeluk Guling!

2.       Bantal Pada Zaman Mesir Kuno

Penggunaan alas kepala saat tidur juga terdeteksi sejak periode Mesir Kuno. Tetapi, masyarakat pada masa itu meyakini bahwa kepala merupakan pusat kehidupan spiritual yang harus senantiasa dijaga. Sehingga muncullah bantal sebagai sandaran khusus bagi mereka yang sudah meninggal.


Mereka memanfaatkan benda-benda keras seperti halnya batu, kayu, dan keramik sebagai bantal. Bantal-bantal tersebut juga diukir dengan gambar para dewa dan ditempatkan di bawah kepala almarhum. Benda ini diyakini mampu menjauhkan si mayat dari pengaruh roh jahat. 

3.       Bantal Para Geisha di Jepang

Di Jepang, para geisha atau geiko menggunakan bantal kecil dari material yang keras guna menunjang penampilan. Mereka memakainya saat tidur untuk menjaga tatanan rambut agar tetap rapi dan mempertahankan postur leher supaya tetap tegak.


Geisha yang sedang menjalani pelatihan akan menaruh beberapa mangkuk nasi di sekeliling tempat tidur. Jika mereka tak sengaja terkulai ke satu sisi, otomatis semangkuk nasi itu akan menempel pada rambut.

4.       Bantal empuk dari Yunani dan Romawi

Bantal mengalami perubahan material di tangan bangsa Yunani dan Romawi. Tidak lagi menggunakan batu, tapi beralih ke material yang lebih empuk seperti jerami, alang-alang, dan bulu hewan. Bahan-bahan itu dimasukkan ke sebuah wadah lalu meletakkannya di bawah kepala sebagai bantal yang lebih empuk dan nyaman. Namun tetap saja, pemilik bantal masih terbatas di golongan orang-orang kaya.

Seiring berjalannya waktu, bantal mulai digunakan untuk alas saat berlutut atau berdoa. Di China, bantal tebuat dari bahan keras seperti porselen, kayu, perak, bambu, atau keramik. Namun mereka meletakkan beberapa helai pakaian di atasnya agar lebih empuk dan nyaman.

5.       Sempat tidak digunakan

Budaya menggunakan bantal saat tidur sempat ditinggalkan usai runtuhkan kekaisaran Romawi Barat. Hanya ada dua kelompok atau orang yang bisa tetap menggunakan bantal di era ini, yaitu ibu hamil dan Raja Henry VIII. Selain dua golongan tersebut, orang-orang diminta tidur tanpa bantal sehingga posisi kepala sejajar dengan punggung.

Keyakinan itu perlahan memudar dan banyak orang kembali memakai bantal untuk beristirahat, terutama di malam hari. Mereka mulai menyadari kebutuhan benda yang empuk. Disisi lain, mereka kerap mengganti isian bantal karena rawan serangan hama penyakit.

6.       Revolusi industri bantal

Kemajuan teknologi membawa perubahan besar-besaran dalam pembuatan bantal. Bantal mulai diproduksi secara massal sehingga harganya menjadi lebih terjangkau. Bahkan, memasuki era Victoria, bantal mulai beralih fungsi sebagai penghias ruangan dengan meletakkannya di atas kursi atau sofa.

Desain bantal yang ada saat ini juga merupakan buah dari Revolusi Industri. Dimana ia dilengkapi cover atau kain pelapis berbahan katun atau polyester serta isian berupa busa, dacron kapas, bulu angsa, wol dan masih banyak lagi.

Fungsi bantal pun bukan sebatas alas tidur, tetapi dilengkapi berbagai fitur pendukung. Seperti halnya membaca pola tidur, membangunkan penggunanya jika mendengkur, alarm, terapi tulang leher dan masih banyak lagi.

Itulah sekilas tentang sejarah perkembangan bantal dari masa ke masa. Kini banyak negara mengembangkan teknologi untuk membuat bantal yang lebih nyaman, tahan lama serta memberikan beragam manfaat secara sekaligus.  

Bicara soal perbantalan, BahanKain.id juga menjual bantal, guling, sprei dan berbagai keperluan home textile lho. Kami menyediakan bantal dengan beragam jenis, ukuran serta isian yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Langsung saja cek kategori produk Home Textile kami ya.

Atau lebih jelasnya, silahkan hubungi Customer Service kami via Whatsapp. 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait