BahanKain.id
BahanKain.id

Perbedaan Antara Merajut dan Merenda, Pemula Wajib Tahu Nih!

BahanKain
Perbedaan Antara Merajut dan Merenda, Pemula Wajib Tahu Nih!

Merenda dan merajut, dua kegiatan yang sangat menguji kesabaran tapi digemari oleh banyak orang. Seni crochet maupun knitting sama-sama menghasilkan kriya rajutan yang indah dan bernilai seni. Namun, ada beberapa aspek yang membuat keduanya tak lagi bisa disamakan.

Rajut menciptakan kain yang nyaman dan fungsional, sementara renda melahirkan sebuah karya seni yang indah. Keduanya sama-sama mengekspresikan kreatifitas sekaligus saksi bisu dari ketelitian dan ketekunan manusia dalam menciptakan keindahan dari untaian benang.

Selain itu, berikut beberapa hal yang membedakan proses rajut dan renda:

1.       Jumlah jarum

Perbedaan paling mendasar antara rajut dan renda adalah jumlah jarum yang digunakan. Proses knitting/rajut membutuhkan dua buah jarum berbahan baku logam, kayu, maupun plastik. Jarum rajut berujung tumpul untuk memudahkan pemasukan dan pengikatan benang. Ukuran jarum juga bervariasi sehingga penggunaannya tergantung ketebalan benang serta ukuran rajutan yang diinginkan.

Sumber: https://www.waynearthurgallery.com/

Sedangkan untuk merenda, kita hanya perlu satu buah jarum yang lebih panjang dan dilengkapi pengait di bagian ujungnya. Biasanya, jarum renda dibuat dari logam dengan mata jarum lebih besar dibandingkan jarum rajut. Hal itu karena proses renda menggunakan benang yang lebih tebal dalam proses pengaitan dan pemutaran hingga membentuk sebuah pola.

2.       Tingkat Kesulitan

Banyak orang setuju kalau knitting lebih gampang dipelajari karena hanya memiliki dua jenis stitches yaitu knit dan purl. Sementara jenis stich renda cukup banyak. Mulai dari chain, stitch, single crochet, double crochet dan masih banyak lagi. Namun selama kamu paham konsep jahitan crochet tentu prosesnya jadi makin gampang.

3.       Proses Pembuatan

Proses rajutan melibatkan pengaitan benang melalui lingkaran kecil atau jarum rajut. Benang diikat dan dipelintir dengan pola tertentu hingga membentuk kain. Proses knit dimulai dari satu titik awal kemudian benang ditarik melewati titik-titik tersebut hingga membentuk pola yang diinginkan. Biasanya rajutan menggunakan teknik pengulangan menyusun dan mengaitkan benang secara berurutan.

Sumber: https://easycrochet.com/

Disisi lain, pembuatan renda melibatkan prosedur pengikatan, pengaitan, dan pemutaran benang pada sekelompok benang yang diletakkan di atas bantalan renda. Kemudian jarum renda diputar dan dikaitkan dengan benang membentuk pola yang halus. Sehingga, pola pada kain renda jauh lebih rumit dan kompleks dibandingkan rajutan.

4.       Kenampakan Kain

Proses rajut menghasilkan kain yang tebal dan elastis. Struktur kain rajut juga lebih kokoh dan memiliki kekuatan tarik yang baik. Benang-benang berkaitan rapat sehingga tekstur rajutannya lebih jelas dengan pola yang terdefinisi.

Sebaliknya, kain renda justru berkarakter tipis dan agak transparan. Pola renda terbentuk melalui pengaitan dan pemutaran benang. Kain ini kerap digunakan untuk hiasan atau luaran kain yang lebih padat. Busana berenda memberikan kesan lebih anggun dengan pola-pola berdetail rumit.

Sumber: https://www.gathered.how/

Untuk mengetahui apakah sepotong kain dirajut atau drenda, perhatikan detail jahitannya. Pada kain rajut, pola jahitan seolah membentuk huruf “V”, sedangkan jahitan renda menyerupai simpul kecil. Periksa juga tekstur kain, jika handfeelnya halus, lentur, dan elastis, bisa dipastikan kalau itu hasil rajutan. Namun apabila struktur kainnya padat, diikat, dan sangat bertekstur, kemungkinan besar itu adalah renda.

5.       Bahan

Rajut atau knitting biasanya membutuhkan benang berbentuk bulat atau gelendong. Jenis benang yang digunakan dalam rajutan sangat bervariasi tergantung preferensi dan jenis rajutan yang ingin dibuat. Umumnya perajut menggunakan benang wol dan katun. Benang wol menghasilkan kain yang hangat dan lembut. Sedangkan rajutan dari benang katun akan lebih indah dan nyaman.

Untuk merenda dibutuhkan benang yang lebih halus dan berkualitas tinggi seperti benang sutra atau rayon. Hal itu karena pola kain renda sangat rumit dan tajam. Penggunakan benang halus akan menciptakan produk renda yang presisi.

6.       Ragam Produk

Seni merenda kerap diaplikasikan untuk membuat barang-barang fungsional dan kerajinan tangan. Seperti halnya tas, permadani, selimut, serbet, taplak meja, syal, tatakan gelas, dan hiasan dinding.

Sementara pemanfaatan kain rajut lebih mendominasi sektor konveksi dan fashion. Contoh produknya antara lain kaos, sweater, syal, cardigan, pakaian bayi, sarung tangan, beanie hat dan masih banyak lagi.

7.       Memperbaiki kesalahan

Dalam hal ini, banyak orang setuju kalau membuat crochet alias renda itu jauh lebih mudah dan cepat. Bukan tanpa alasan lho. Tapi ketika kita membuat satu kesalahan maka tak akan sulit untuk memperbaikinya.

Kamu hanya perlu membongkar beberapa titik tanpa harus mengganggu rajutan di sekitarnya. Lain cerita dengan kriya rajut. Jika knit stitchmu copot otomatis kamu harus membongkar barus atau rajutan yang lebih luas.

Perbedaan antara renda dan rajut mengungkap keunikan serta keindahan dari masing-masing teknik. Kegiatan merajut dan merenda bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang. Kabar baiknya lagi, dua rutinitas ini juga memberi banyak manfaat kesehatan lho.

Mulai dari melatih kesabaran, konsentrasi, pengendalian diri hingga membantu proses pemulihan penyakit kronis, kanker, trauma otak, dan penderita ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder).

Kalau punya waktu luang, kira-kira Sahabat Bahankain akan belajar merajut atau merenda nih? Selamat berkreasi!

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait