BahanKain.id
BahanKain.id

Fungsi Dan Jenis Kain Furing Untuk Batik

BahanKain
Fungsi Dan Jenis Kain Furing Untuk Batik

Penambahan furing pada baju batik memang bukanlah sesuatu yang wajib. Tetapi kehadiran bahan pelapis ini akan memaksimalkan nilai estetika dan kenyamanan pengguna kemeja maupun dress batik. Keindahan motif batik budaya serta keunikan coraknya menjadikan kemeja batik diminati oleh banyak orang.

Sebagai lapisan kain tipis yang dipasang di bagian dalam busana, furing batik dipasang untuk memberikan beragam nilai lebih. Seperti penampakan hasil akhirnya, tujuan ditambahkannya bahan pelapis yaitu untuk meningkatkan kenyamanan dan performa baju batik.

Biasanya terbuat dari bahan yang lembut dan nyaman seperti katun, polyester atau campuran antara keduanya. Kemeja berfuring akan memberikan sebuah pengalaman berpakaian yang lebih baik pada penggunanya.

Fungsi Kain Furing Untuk Batik


Sumber: https://id.carousell.com/

Setidaknya terdapat 6 alasan kenapa batik dengan lapisan furing lebih direkomendasikan daripada tanpa lapisan sama sekali. Apa saja? Berikut ulasannya!

1.       Sebagai pelapis bagian dalam batik

Memang tak ada salahnya untuk memakai busana batik tanpa kain furing. Namun, ada baiknya mempertimbangkan kembali opsi ini. Sebab faktanya, keberadaan furing dapat meminimalisir kontak langsung antara kulit dan tekstur kasar kain batik. Sehingga pemakai kemeja akan terhindar dari potensi iritasi maupun rasa tidak nyaman.

Disisi lain, kulit yang mudah berkeringat di saat cuaca panas berpeluang besar menurunkan kualitas batik itu sendiri. Dalam hal ini, kain pelapis menjadi solusi menjaga kualitas kain batik.

2.       Menyerap keringat

Tentu kamu tidak ingin baju batik yang sangat berharga rusak karena biang keringat bukan? Itulah kenapa kamu membutuhkan kain tambahan alias furing. Apalagi jika bahan baju batikmu adalah sutra atau satin polyester yang panas.

Pastikan bahan furing efektif menyerap cairan serta memberikan sensasi adem dan nyaman. Pertimbangkan juga ketebalan kain, pilihlah yang tipis agar pemakai tidak terbebani oleh bobot baju.

3.       Memberikan kesan rapi dan eksklusif

Produsen busana batik menambahkan kain furing pada baju formal seperti halnya kemeja atau dress. Tujuannya tak lain adalah untuk menciptakan kesan penampilan yang lebih rapi, elegan dan terawat.

Ketika kancing kemeja batik dipasangkan, furing akan memberikan sentuhan estetik dan melengkapi visualnya. Kekakuan serta bentuk kemeja pun senantiasa terjaga.

4.       Menciptakan pola baju lebih lurus

Suka model-model pakaian yang longgar? Jika iya, pilihlah busana batik yang berfuring. Fungsinya tak lain untuk menjadikan potongan baju lebih tegak. Sehingga menghilangkan lekuk tubuh yang mungkin tercetak saat memakainya.

Lebih-lebih jika bahannya bersifat jatuh seperti sutra atau satin yang sangat mudah membentuk lekuk tubuh. Lapisan dalam membuat baju batik sedikit lebih kaku, batik pun tidak mudah melekat di kulit.

5.       Mempertahankan kualitas batik

Terakhir, penerapan kain lining pada busana batik daya tahan. Dengan adanya lapisan dalam yang memisahkan kulit dari batik, furing membantu mengurangi risiko sobek atau kerusakan pada kain batik akibat gesekan dengan kulit atau benda lain.

Hal ini sangat penting mengingat kemeja batik seringkali digunakan untuk acara-acara resmi dengan mobilitas tinggi. Dengan furing, busana batik tetap terlihat indah dan terjaga keutuhannya dalam jangka waktu lebih lama.

Jenis Kain Untuk Furing Kemeja Batik


Tidak hanya memberikan sentuhan elegan dan kenyamanan, furing kemeja batik juga dapat disesuaikan dengan berbagai jenis kain untuk memenuhi preferensi dan kebutuhan individu. Berikut adalah beberapa jenis kain yang sering digunakan untuk furing kemeja batik:

1.       Kain voal

Voal alias voile termasuk salah satu jenis bahan yang sangat umum diaplikasikan pada kemeja bermotif batik. Kain voal tak hanya dikenal sebagai bahan yang lembut tetapi juga cenderung ringan, agak kaku dan tidak terlalu menerawang. Kemeja pun selalu terlihat rapi dan tanpa rasa berat sedikitpun.

Meski berkarakter tipis, tetapi struktur kain ini tetap mampu melindungi kulit, menyerap keringat serta mendukung sirkulasi udara yang baik.

2.       Kain katun

Katun merupakan pilihan yang umum digunakan untuk furing kemeja batik. Katun dikenal lembut, ringan dan memberikan kenyamanan maksimal saat digunakan. Daya serapnya terhadap keringat juga baik, sehingga pemakai terhindar dari rasa gerah.

3.       Kain polyester

Bahan polyester cukup populer sebagai kain pelapis baju batik. Bahan ini unggul dari segi ketahanan dan bersifat anti-kusut. Dengan begitu, kemeja batik tetap rapi dan terawat sepanjang waktu. Selain itu, kain polyester juga memiliki daya tahan yang baik terhadap noda dan pemudaran warna.

4.       Kain rayon

sering digunakan sebagai furing untuk kemeja batik. Rayon memiliki tekstur lembut dan halus, serta mampu memberikan tampilan yang elegan dan mengalir pada kemeja batik. Kain ini juga memiliki sifat yang baik dalam menyerap kelembapan, menjaga kulit tetap kering dan nyaman.

5.       Kain Satin

Satin memiliki kilau indah, permukaan yang halus serta memberi sentuhan elegan pada kemeja batik. Selain menampilkan efek mewah dan glamor, pelapis berbahan kain satin juga memberi efek dingin di kulit.

Itu dia penjelasan tentang betapa pentingnya keberadaan furing dan beberapa jenis kain pelapis yang cocok untuk kemeja batik. Inti dari semua itu adalah kenyamanan.

Bicara soal kain pelapis, BahanKain.id menyediakan kain voal berkualitas dengan berbagai pilihan warna. Dapatkan harga terbaik untuk pembelian minimal 1 roll kain. 

Kami juga menyediakan beragam jenis kain yang biasa digunakan sebagai furing pakaian. Cek di Kategori Produk kami ya. 

Segera hubungi customer service kami dan dapatkan penawaran terbaik. 

Atau belanja lebih mudah via Shopee dan Tokopedia di store Mekar Jaya Tekstil

SHOPEE

TOKOPEDIA

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait