BahanKain.id
BahanKain.id

9 Fakta Menarik Tantang Serat Nilon

BahanKain
9 Fakta Menarik Tantang Serat Nilon

Nylon merupakan jenis serat sintetis yang diperoleh dari pengolahan produk minyak bumi. Material nilon dapat dikombinsikan dengan serat lain untuk menghasilkan produk baru. Misalnya, campuran nylon dan katun akan menghasilkan bahan kain yang kuat, ulet dan bentuk lebih konsisten.

Kain berbahan dasar nilon kerap dipilih sebagai bahan pakaian olahraga maupun baju renang karena bersifat cepat kering. Terlepas dari semua itu, ternyata nilon menyimpan beragam fakta yang tak banyak diketahui khalayak luas.

Apa saja? Simak ulasan berikut ini ya!

Sekilas Tentang Serat nilon

Secara kimia, nilon diartikan sebagai polimer yang terdiri dari susunan rantai panjang heksametilen diamina dan asam adipat melalui polimerisasi kondensasi. Dengan kata lain, serat nilon adalah unit pengulangan molekul poliamida 6 sehingga membentuk ikatan jaringan yang sangat kuat dan menjadi solusi bahan serbaguna. 

Pembuatan serat nilon melibatkan reaksi dua polimer dengan panas ekstensif (sekitar545 derajat F). Setelah kedua molekul tersebut digabungkan maka terbentuklah satu molekul yang lebih besar. Poliamida dari tumbukan kedua molekul ini mengandung 6-6 atom karbon sehingga disebut poliamida 6.

1.       Ditemukan oleh Wallace Hume Carothers

Serat nilon pertama kali diciptakan pada tahun 1935 oleh Wallace Hume Carothers, seorang ahli kimia berkebangsaan Amerika Serikat. Sebelum itu, tepatnya tahun 1930-an seorang asisten laboratorium bekerja dengan senyawa ester yang menghasilkan asam dan alkohol yang bereaksi dengan air lalu menemukan polimer yang sangat kuat.

Sumber: https://www.mainmain.id/

Polimer tersebut memiliki titik lebur rendah, namun Wallace mulai mempelajari amida yang diperoleh dari amonia. Hingga pada 1935, ia menemukan serat poliamida berkekuatan baik terhadap panas maupun zat pelarut. Wallace mengevaluasi lebih dari 100 poliamida berbeda sebelum memilih satu, yaitu nilon. Serat itu akhirnya dikembangkan dan dikenal dengan Nylon-66 sebab terdapat enam atom karbon pada masing-masing molekul penyusunnya.

2.       Kelebihan Serat nilon

Beberapa karakteristik paling khas serat nilon yang juga menjadi kelebihannya, antara lain:

·         Elastisitas yang baik

·         Ringan tapi kuat dan tidak mudah robek

·         Mudah dicuci dan sangat cepat kering

·         Tidak meregang ataupun menyusut setelah dicuci

·         Tahan air maupun panas

·         Tidak menduung perkembmangan kutu, serangga ataupun jamur

3.       Kekurangan serat nilon

Terlepas dari berbagai kelebihan yang ditawarkan, kain nylon tetap punya beberapa kekurangan, yaitu:

·         Daya serapnya kurang baik sehingga terasa panas saat digunakan

·         Warna akan berubah jika terlalu lama terpapar sinar matahari

·         Sangat sulit didaur ulang

·         Mudah terdegradasi oleh sinar UV

4.       Nilon adalah kain sintetis yang sangat serbaguna

Versi pertama dari kain nilon adalah jenis nilon 6-6 yang keseluruhannya sintetis. Kemudian ada nilon 6, yang digunakan untuk membuat dan campuran serat lain. Nylon 46 dimanfaatkan dalam transmisi mesin, rem, dan sistem pendingin. 

Sumber: https://roboguru.ruangguru.com/

Nylon 510 awalnya dikembangkan oleh DuPont, terutama diaplikasikan di sektor industri. Terakhir, nilon 1,6 yang dibuat dengan mencampur adiponitrile, jenis formaldehida yang tidak digunakan untuk kain.

5.       China Menjadi pengekspor terbesar nilon

Serat nilon dipatenkan oleh perusahaan DuPont pada 16 Februar 1937. Tetapi sekarang pengekspor nilon terbesar justru dipengang oleh China diikuti India, Brasil, dan Pakistan. 

Sadar akan manfaat nilon dan biaya produksinya yang rendah, banyak negara mulai memproduksi nilon tetapi dalam jumlah sedikit.

6.       Peregangan dan elastisitas

Setiap bahan yang bisa diregangkan memiliki kecerdasan elastisitas. Setelah diregangkan secara maksimal, bahan akan sampai pada titik putus dan sobekan. Nilon memiliki kekuatan yang sangat baik dan kelenturan super. 

Kain nilon memberikan hasil terbaik dimana ia akan meregang hampir tiga kali dari panjang sebenarnnya. Fakta tersebut menjadikan nilon sebagai pilihan terbaik untuk membuat pakaian atletik yang nyaman.

7.       Tahan panas dan air

Nilon memiliki jalinan benang yang sangat rapat, bahkan hampir tidak memungkinkan dilewati air. Lapisan khusus poliuretan dari dalam berfungsi mendukung sifat kedap air, sifat higroskopis dan cepat kering. Tetapi jika disimpan dalam air untuk waktu yang lebih lama, ia mulai hancur dan layu.

8.       Titik lebur

Serat nilon adalah bahan sintetis dari senyawa karbon atau minyak bumi. Hampir semua produk berbahan dasar karbon sangat mudah terbakar, begitu pula nilon. Nilon tidak hanya langsung terbakar, tetapi juga meleleh dan meninggalkan residu hangus. Jadi lebih baik jauhkan pakaian nilon dari api.

Sifat termal Suhu transisi gelas nilon relatif rendah yaitu pada 45 hingga 60 derajat. Sedangkan, titik leleh nilon 6 antara 210 hingga 215 derajat, titik dekomposisinya 300 derajat, dan titik leleh di pada 255 derajat celcius.

9.       Berkilau

Serat nilon yang ditambahkan atau dicampur dengan serat kapas menambah kilau pada kain. Kemeja dan rok yang terbuat dari kain campuran nilon berkilau. Itu juga menambah aliran kain.

Kain nilon mencapai popularitasnya sejak peningkatan minat industri terhadap kapas dan sutra tetapi keduanya hanya dapat dibeli oleh orang kaya. Sejak saat itu, kain katun campuran nilon menarik banyak perhatian masyarakat. Kain nilon pun mulai merambah produksi stoking dan pakaian dalam wanita berkat kemampuan melarnya.

Nylon adalah bagian dari industri fashion dengan penggunaannya dalam stoking tipis yang dapat diregangkan, gaun body con yang pas, di bawah rompi, dan banyak lagi. Itu tergabung dalam kain untuk meningkatkan elastisitas dan ringannya.  

Akhir-akhir ini nilon masih merupakan kain campuran. Kain nilon adalah perpaduan proporsi yang berubah dengan kapas, sutra, sutra mentah, poliester, serat wol, dan banyak lagi. Hal itu menjadikannya pilihan populer untuk gorden, gaun flowy, pakaian dalam wanita, pakaian atletik, dan masih banyak lagi. 

Nilon diproses dari poliamida 6, yang merupakan polimer karbon. Dampak lingkungannya masih menjadi perhatian banyak orang. Jumlah bahan limbah yang dihasilkan selama produksi nilon sangat banyak. Butuh sejumlah besar air untuk mendinginkan serat nilon yang ditambahkan ke biosfer dan menyebabkan bahaya lingkungan.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait