Kisah Penciptaan Dan Makna Filosofis Motif Batik Udan Liris

Motif udan liris termasuk dalam deretan batik larangan Keraton Yogyakarta atau Awisan Dale. Artinya kain batik tersebut tidak boleh digunakan oleh sembarang orang. Bahkan dulunya, batik udan riris hanya boleh dipakai oleh putra dari garwa ampeyan, wayah, buyut, canggah Pangeran Sentana dan Kanjeng Gusti Pangerann Adipati Anom.
Kisah Penciptaan Motif Udan Liris
Batik udan liris atau riris begitu istimewa karena penciptanya bukan pembatik biasa, melainkan Sri Susuhan Pakubuwana III. Peristiwa itu terjadi pada pertengahan abad ke XVIII ketika Pakubuwono III menjalani ibadah mati raga atau Laku Teteki.

Sumber: https://www.semarangpos.com/
Lebih tepatnya saat beliau melakukan ‘kungkum’ atau berendam di Sungai Premulung. Sungai itu mengalir di dekat makan leluhurnya yaitu Kyai Ageng Henis yang berada di Kecamatan Laweyan. Di tengah ritual, tiba-tiba hujan gerimis turun disertai tiupan angin. Sebagian orang mungkin menganggapnya biasa, tetapi fenomena ini justru memunculkan ide Paku Buwana III untuk menciptakan motif batik udan liris.
Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, udan riris artinya hujan rintik-rintik atau hujan gerimis. Terkait penyebutannya ada yang menggunakan kata liris, ada juga yang melafalkan riris. Namun, pada dasarnya keduanya memiliki arti sama. Corak ini menjadi simbol kesuburan, kesejahteraan dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa
Makna Batik Udan Liris
Udan riris menampilkan gabungan aneka motif membentuk pola garis-garis miring dan mengarah ke satu sisi. Desain garis tersebut diisi tujuh corak, yaitu lidah api, setengah kawung, banji sawut, mlinjon, tritis, ada-ada, dan untu walang. Ketujuh motif disusun rapat dan memanjang secara diagonal.
Pola diagonal tersebut seolah menggambarkan arah jatuhnya air hujan saat tertiup angin. Sedangkan susunan padatnya melambangkan harapan dan doa agar memperolah keberkahan dari Sang Pencipta.
Berikut makna motif-motif:
1. Goresan berbentuk lidah api melambangkan ambisi
2. Setengah motif kawung menyimbolkan sesuatu yang berguna
3. Banji sawit melambangkan kebahagiaan
4. Mlinjon melambangkan kehidupan
5. Tritis melambangkan ketabahan hati
6. Ada-ada yang melambangkan keperkasaan
7. Watu walang yang melambangkan kesinambungan atau keberlangsungan
Seperti kain batik klasik lainnya, motif udan riris juga menyimpan makna dan nilai-nilai filosofis. Batik udan liris melambangkan keteduhan, kemuliaan, serta keberlimpahan rezeki. Motif ini bermakna ketabahan dan tahan banting dalam menjalani hidup guna meraih kejayaan serta medekatkan diri pada Sang Pencipta.
Batik udan liris berpesan bahwa manusia harus selalu tabah menjalani kehidupan meski dilanda berbagai permasalahan. Sebagai makhluk ciptaan yang paling sempurna, manusia harus tahan banting, tidak mudah mengeluh dalam menghadapi segala permasalahan dan ujian.
Khususnya bagi orang-orang yang baru menjajaki lembaran baru sebagai sepasang suami istri. Kalaupun salah satu dari mereka manghadapi masalah, maka pasangannya harus membantu mencari penyelesaian.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



