BahanKain.id
BahanKain.id

Pesona Kain Sekomandi, Wastra Tenun Sulawesi Barat Yang Usianya Hampir Lima Abad

BahanKain
Pesona Kain Sekomandi, Wastra Tenun Sulawesi Barat Yang Usianya Hampir Lima Abad

Tenun Sekomandi adalah kain tenun tradisional yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur Kecamatan Kalumpang, Mamuju, Sulawesi Barat. Konon kabarnya usia kain ini diperkirakan lebih dari 480 tahun lho. Wihh, udah tua banget yaa?

Klaim tersebut membuat kain sekomandi mendapat julukan sebagai salah satu wastra tenun tertua di dunia. Yuk, pelajari lebih dalam tentang sejarah, proses pembuatan dan perkembangan tenun sekomandi berikut ini!  

Mengenal Kain Tenun Sekomandi

Nama kain tenun ini tersusun dari dua kata yaitu ‘seko’ berarti persaudaraan atau kekeluargaan dan ‘mandi’ yang bermakna kuat atau erat. Secara harfiah, tenun sekomandi melambangkan sebuah ikatan persaudaraan yang kuat. Tiap corak dan warna benang kain sekomandi memiliki arti spiritual tersendiri.


Sayangnya meski hampir menginjak lima abas, ternyata banyak yang belum begitu mengenal kain tenun sekomandi. Padahal pusat pelestarian kain ini berada di Kabupaten Mamuju yang populer karena keindahan bentang alamnya dan menjadi destinasi favorit para turis. Mereka pun bisa menyaksikan secara langsung pembuatan kain sekomandi, mulai dari pemintalan serat kapas hingga proses tenunnya.

Salah satu motif tenun sekomandi yang paling terkenal adalah ‘Ulu Karua’ alias ketua adat atau delapan pemangku adat. Motif ulu karua terinspirasi dari corak pada daun yang digigit anjing. Konon, saat nenek moyang masyarakat Mamuju pergi berburu dengan anjing, mereka masuk ke sebuah gua. Saat keluar gua, anjing itu menggigit daun dan membentuk sebuah motif.

Pembuatan Tenun Sekomandi

Seperti kain-kain tenun lainnya, pengrajin tenun sekomandi punya cara-cara unik untuk membuat tiap lembar kainnya. Bahan dasarnya sendiri berupa kulit kayu yang ditumbuk kemudian dipintal secara manual. Benang dari serat kayu tersebut diberi pewarna alami seperti tanaman cabai yang diracikl dan dicampur pewarna lain untuk mempercantik tampilan kain sekomandi.


Modern ini, tenun sekomandi menggunakan benang katun dari biji pohin kapas atau kapuk. Kain ini didominasi warna cokelat, merah dan krem dengan warna dasar hitam. Butuh waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan lamanya untuk menghasilkan sehelai kain sekomandi. Bahkan kain dengan ukuran besar dengan motif rumit serta warna yang variative bisa menyita waktu hingga setahun atau mungkin lebih. Tak heran jika harga per lembarnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Kain tenun ikat sekomandi diperkirakan pertama kali diproduksi oleh masyarakat adat di wilayah Kalumpang. Tetapi, kini sentra pengrajin tenun sekomandi juga tersebar di Kecamatan Benehau, Kabupaten Mamuju. Dahulu, masyarakat sekomandi memakai kain ini sebagai alat tukar atau barter dan digunakan pada acara-acara adat seperti ritual, perta pernikahan, seserahan dan masih banyak lagi.

Perkembangan Kain Sekomandi

Seiring perkembanagn jaman, pengrajin tenun sekomandi mulai beralih menggunakan pewarna tekstil guna memperoleh warna-warna yang lebih terang dan bervariasi. Selain dijual sebagai souvenir, penenenun sekomandi juga kerap mendapat pesanan kain dengan warna dan motif khusus. Desainer fashion pun mulai tertarik memodifikasi kain sekomandi menjadi berbagai model pakaian.


Popularitas tersebut mendorong pemerintah daerah setempat untuk mendaftarkan tenun tradisional Desa Sekomandi sebagai IG (Indikasi Geografis). IG Kain Tenun Ikat Sekomandi sangat penting mengingat kekhasan, keindahan motif serta keunikan proses pembuatan yang tidak dimiliki kain tenun lainnya. Rencana tersebut direalisasikan lewat pertemuan Kementrian Hukum dan HAM Sulawesi Barat pada Kamis (30/03/2023) lalu. Selagi mempersiapkan berkas-berkas syarat pendaftaran, pihak pemkab memilih nama IG ‘Kain Tenun Ikat Sekomandi’.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno pun siap memberikan program pelatihan dan pendampingan bagi pelaku ekonomi kreatif di Rumah Tenun Sekomandi, Mamuju, Sulawesi barat. Sandiaga juga mengajak masyarakat setempat menyelipkan kain sekomandi dalam keseharian sebagai bentuk penghargaan sekaligus upaya menjaga kelestariannya.

Anda mencari supplier benang katun untuk produksi kain tenun tradisional maupun modern? BahanKain.id adalah tempat yang tepat. Kami mempunyai unit produksi benang katun yang didukung penuh dengan quality control ketat guna menghasilkan produk benang bermutu tinggi. Dapatkan harga dan penawaran terbaik dari kami.

Cek koleksi benang dan bahan-bahan tekstil kami di Kategori Produk Benang.

Atau hubungi kami via Whatsapp untuk mendapatkan detail produk serta info tekstil lainnya. 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait