BahanKain.id
BahanKain.id

Tren Digitalisasi Produksi Dan Pemasaran Industri Tekstil Tahun 2023

BahanKain
Tren Digitalisasi Produksi Dan Pemasaran Industri Tekstil Tahun 2023

Hingga saat ini, teknologi di bidang tekstil terus mengalami perkembangan dan menjadi pilihan para pebisnis tekstil. Teknologi 3D, Industri 4.0, Blockchain, dan IoT menjadi tren teknologi yang berpotensi besar dalam industri tekstil di seluruh dunia. Perusahaan pun bisa mengoptimalkan produksinya agar lebih efektif dan efisien.

Inovasi Teknologi Nano

Nanotechnology sudah mulai digunakan sejak 2012 lalu, tetapi ia baru mulai populer setelah tahun 2017. Penerapan teknologi terbarukan ini membuat performa produk lebih menarik, memperbanyak varian warna, meningkatkan elastisitas bahan dan menambahkan fitur anti air pada kain.


Singkatnya, teknologi nano berfungsi menambahkan partikel berukuran nano di bidang tekstil agar dapat:

1.       Meningkatkan kualitas kain supaya lebih anti air dan tidak mudah berjamur atau terinfeksi bakteri

2.       Menaikkan daya tahan panas udara hingga 40°C

3.       Menambah kekuatan struktur kain supaya makin lembut dan halus sehingga cocok untuk bahan sandang.

Digitalisasi Produksi dan Pemasaran Tekstil

Sejak revolusi digitalisasi, industri tekstil menjadi salah satu bidang yang cukup banyak menggunakan mesin dan peralatan canggih. Penerapan teknologi ini memungkinkan pekerjaan produksi jadi lebih cepat sehingga jam kerja lebih efektif.

Digitalisasi juga berhasil meningkatkan efektivitas pelayanan, mempermudah tata kelola logistik dan pengadaan barang-barang produksi. Akhir-akhir ini, perusahaan mempercayakan semua pekerjaannya ke pebisnis digital untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Diantara tren teknologi industri tekstil yang paling menonjol yaitu digital printing. Teknologi percetakan modern menggunakan mesin digital langsung pada kain, atau media lain. Printing inkjet berpotensi mengurangi limbah produksi secara signifikan dibanding pewarnaan metode layar putar dan kemudahan penggunaan.


Keunggulan Mesin Digital Printing Tekstil

  • Efektivitas biaya operasional maupun produksi
  • Konsumsi air dan energi lebih minim
  • Perputaran modal cepat
  • Proses produksi lebih singkat
  • Desain bervariasi dan bisa custom
  • Lebih berkelanjutan dan aman bagi lingkungan

Dalam konsep strategi digital marketing “Pemasaran digitalisasi produksi dan pemasaran industri tekstil”. Digital marketing merupakan bentuk perubahan strategi pemasaran online dengan metode promosi lewat media sosial seperti Facebook, Instagram ataupun Twitter.

Tren digitalisasi produksi dan pemasaran menjadi aspek penting dalam upaya meningkatkan kualitas produk. Selain memudahkan segala keperluan industri tekstil, teknologi digital juga memberikan manfaat bagi pebisnis di bidang tersebut. Berkaitan dengan penerapan teknologi ini, ada satu faktor krusial yang harus senantiasa diperhatikan yakni keamanan data.

Peningkatan Permintaan Serat Alam dan Perpindahan ke Kain Non-woven

Salah satu perubahan yang paling signifikan dalam industri tekstil adalah meningkatnya permintaan serat alam. Seperti halnya bulu binatang, mineral, serta komponen tumbuhan sebagai bahan baku pembuatan kain katun, sutra, linen, wol, dan kasmir.

Memasuki tahun 2023, jumlah produksi serat alami perlahan mengalami peningkatan. Kemungkinan besar tren ini akan berlanjut karena mampu menekan dampak buruk lingkungan.

Ada juga yang beralih ke kain non-woven dari proses kimia. Bahan ini begitu populer berkat ketahanan cuci, kelembutan, kemampuan meregang, dan keawetannya.

Penerapan Internet of Things(IoT) pada Industri Tekstil

Internet of Things adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan koneksi antara perangkat dan jaringan yang terhubung secara online dan beroperasi secara interaktif memanfaatkan teknologi mesin tak jenuh (machine-to-machine) untuk mengoptimalkan fungsi dan peranan perangkat dalam rangka membangun sebuah interaksi.

Otomasi dan Peningkatan Keamanan Kerja

Berdasarkan survey BPS dari total 2,8 juta tenaga kerja di industri tekstil dan konveksi Indonesia, sekitar 2,5 juta atau 88% nya adalah perempuan. Atas dasari itulah, peningkatan keamanan kerja dalam rangka kesejahteraan menjadi agenda prioritas pemerintah.

Hal tersebut karena selama ini ada banyak perusahaan yang lupa atau tidak memperhatikan keamanan kerja. Contohnya pekerja tidak mengetahui aturan kerja dan tidak diberi hak untuk melaporkan kondisi yang mereka hadapi.

Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan keamanan kerja pada industri manufaktur tekstil. Perusahaan akan mengidentifikasi tanda awal mengganggu pekerja dan mengambil langkah-langkah pencegahan tertentu.

Misalnya satu cara mencegah terjadinya kecelakaan adalah dengan memakai alat pelindung diri. Dalam hal ini, pelaku bisnis juga dapat mengandalkan teknologi otomatisasi.

Berfokus pada Lingkungan

Tekstil adalah industri yang paling banyak membutuhkan bahan baku produksi yang berhubungan dengan lingkungan dan kesehatan. Hasilnya berupa limbah, seperti air hujan, air pembasuh, dan limbah padat.

Perencanaan dari pihak industri serta kesadaran dari masyarakat luas juga mendorong meningkatnya penggunaan tinta jenis tertentu dalam lingkup produksi tekstil. Seperti halnya tinta pigmen berbasis air yang bisa terurai secara alami, tinta UV, dan tinta berbahan baku nabati seperti alga dan sayuran.

Upaya meningkatkan produktivitas, kinerja dan efisiensi perusahaan yang bertujuan mengurangi input dan output material maka diperlukan pengembangan metode perencanaan produk sesuai kebutuhan untuk meningkatkan kualitas produknya.

Dalam rangka mengantisipasi perubahan lingkungan, membuat perencanaan produk untuk fokus lingkungan merupakan suatu kebutuhan penting bagi para pengusaha. Mereka juga harus bisa menciptakan struktur yang mampu menghadapi berbagai tantangan dari tren-tren ekonomi dan memproduksi barang yang bermanfaat bagi masyarakat.

Efisiensi dan Energi Bersih

Disisi lain, pengelola industri tekstil juga mulai meningkatkan efisiensi dan menggunakan energi ramah lingkungan. Tren teknologi industri dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam hal penggunaan alat monitoring energi.

Pemanfaatan energi terbarukan di Asia Tenggara baru memasuki masa transisi dari batu bara ke gas. Penggunaan listrik pabrik dari pembangkit listrik tenaga gas berpeluang mengurangi jejak emisi karbon hingga 50%. Sedangkan energi terbarukan Solar Panel hanya digunakan untuk kebutuhan penerangan sekitar lokasi pabrik serta peralatan elektronik dari lobby hingga kantor. Saat ini, kita bisa menemukan pemandangan atap solar panel di beberapa kawasan industri di Indonesia. 


Sumber: 

Buletin Teksil Edisi 28

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait