BahanKain.id
BahanKain.id

Ketentuan Dan Cara Memakai Pakaian Ihram Untuk Lelaki Maupun Perempuan

BahanKain
Ketentuan Dan Cara Memakai Pakaian Ihram Untuk Lelaki Maupun Perempuan

Ramadhan menjadi bulan yang paling dinanti umat muslim untuk berlomba-lomba meraih pahala, salah satunya dengan melakukan perjalanan umroh. Selain dokumen penting, uang saku dan buku pedoman, keperluan yang harus disiapkan seorang muslim saat hendak melaksanakan ibadah haji atau umroh ialah pakaian ihram.

Sesuai namanya, pakaian ihram adalah busana yang dipakai saat melakukan umrah dan haji dengan ketentuan. Kain atau pakaian ihram untuk Jemaah laki-laki maupun perempuan sunnahnya berwarna putih dan tidak dijahit.

Maksud dari ‘tidak dijahit’ bukan berarti kain tersebut tidak boleh dijahit jarum atau mesin ya, Sahabat Bahankain. Tetapi merujuk pada kain yang dijahit membentuk pola tertentu sehingga memperlihatkan lekuk tubuh. Contohnya seperti celana panjang, celana dalam, kemeja, dan lain sebagainya.

Pakaian ihram untuk laki-laki terdiri dari dua lembar kain tanpa jahitan yang berfungsi menutup sebagian aurat atas dan seluruh bagian bawah. Satu kain disarungkan, sementara kain lainnya diselendangkan pada bahu. Akan tetapi saat melakukan tawaf, disunahkan memakai kain ihram dengan cara idhtiba’. Yakni meletakkan bagian tengah selendang di bawah ketiak kanan dan ujungnya di atas bahu kiri.

Sedangkan pakaian ihram perempuan harus menutup seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan hingga ujung jari. Jika telah memakai kain ihram, Jemaah umroh maupun haji dilarang berkata kotor, membunuh hewan, bersetubuh dan memotong rambut. Tujuannya tak lain agar kesucian ibadah tetap terjaga dengan baik.

Cara Memakai Kain Ihram Untuk Laki-Laki

Sebenarnya tidak ada acuan baku tentang bagaimana cara memakai kain ihram. Tetapi dasar penggunaannya sangat berbeda dengan pakaian-pakaian pada umumnya. Sebelum memakai kain ihram, Jemaah juga harus mandi, berwudhu dan melafalkan niat terlebih dahulu.


Sumber: https://www.idntimes.com/

Pemakaian kain ihram harus dari atas pusar sampai batas mata kaki.  Pastikan Sisa kain sebelah kiri lebih panjang agar bisa dilipat lalu disarungkan. Kalau perlu pakailah ikat pinggang lalu selipkan ujung kain ihram pada sabuk untuk menjaganya tetap kencang dan tidak melorot. 

Setidaknya ada dua bagian yang perlu diperhatikan para jemaah saat hendak memakai kain ihram, yakni tubuh bagian atas dan bawah.

Berikut poin-poin pentingnya:

1.       Bagian Bawah

·         Pertama-tama ambillah salah satu kain ihram.

·         Gunakan kain tersebut untuk menutupi bagian atas pusar sampai di bawah lutut.

·         Lipat bagian atas seperti memakai kain sarung ketika hendaksholat.

·         Pastikan lipatan kainnya sempurna. Jangan sampai aurat terlihat saat duduk atau jongkok.

·         Jangan mengikatnya terlalu kencang supaya Anda tetap merasa nyaman dan tetap leluasa saat bergerak.

2.       Bagian Atas

·         Selempangkan kain kedua di bagian pundak agar kanan dan kirinya bisa tertutupi.  

·         Namun ketika melakukan tawaf (memutari Ka’bah sebanyak 7 kali), bahu kanan harus dibiarkan terbuka. Caranya dengan murunkan lipatan kain ihram melalui bawah ketiak kanan lalu selempangkan ke belakang bahu kiri.

·         Kaitkan ujung satu sisi ke ujung lain supaya kain tidak mudah longgar atau terlepas.

·         Setelah prosesi tawaf, barulah kan ihram kembali dipakai menutupi seluruh tubuh.

Selain tata cara di atas, ada beberapa ketentuan yang harus tetap dijaga saat memakai kain ihram.

1.       Panjang bawahan tidak boleh melebihi batas mata kaki dan tidak boleh kotor.

2.       Tidak perlu memakai pakaian dalam maupun aksesoris lain.

Ketentuan Pakaian Ihram Untuk Perempuan

Pakaian ihram bagi perempuan lebih simpel dan mudah digunakan. Cara mengenakannya seperti memakai mukena ketika hendak sholat. Hal yang terpenting disini adalah memastikan kain bisa menutupi seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan wajah. Pakaian ihram untuk perempuan juga tidak boleh ada jahitan.


Berikut ketentuan-ketentuan dalam memakainya:

1.       Panjang kain bagian bawahan haruslah sampai batas tumit.

2.       Memakai kaos kaki.

3.       Sepatu tidak boleh memiliki tumit atau heel dan terbuat dari bahan karet.

4.       Panjang lengan baju harus mencapai pergelangan tangan.

5.       Kerudung yang digunakan juga harus panjang menjuntai menutup sempurna bagian dada.

Itulah cara memakai kain ihram serta ketentuan-ketentuannya. Tahukah kamu bahwa kain putih tanpa jahitan yang hanya diselempangkan di badan ternyata bermanfaat bagi kesehatan lho.

Sebab, pakaian ihram yang sederhana itu membuat tubuh memperoleh cukup udara untuk relaksasi. Sehingga oksigen yang masuk ke pori-pori akan membantu mengembalikan stamina dan vitalitas. Badan pun jadi lebih sehat dan bugar.

Membahas perihal pakaian ihram, di BahanKain.id juga tersedia kain ihram dan beragam jenis kain putihan lho. Tentunya dengan kualitas terbaik serta harga yang bersaing. Toko offline kami di Jln. Wates km 7,4, Yogyakarta.

Sahabat juga bisa membeli kain putihan secara online via website, Shopee maupun Tokopedia. Kami siap melayani pengiriman ke seluruh Indonesia lho. Silahkan cek koleksi kami di Kategori Produk.

Untuk spesifikasi lengkap dan konfirmasi pemesanannya, Anda bisa menghubungi kami melalui whatsapp ya.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait