BahanKain.id
BahanKain.id

Pesona Kerawang Gayo, Kain Tradisional Khas Aceh Tengah Yang Sarat Akan Makna

BahanKain
Pesona Kerawang Gayo, Kain Tradisional Khas Aceh Tengah Yang Sarat Akan Makna

Tanah Gayo, itulah sebutan akrab Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang berada di ujung pulau Sumatera. Julukan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi geografis dimana sebagian besar daerahnya dihuni oleh penduduk asli Aceh yaitu Suku Gayo. Wilayah Gayo meliputi Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues dan sebagian Aceh Tenggara, Aceh Timur serta Aceh Tamiang.

Seperti etnis lain, masyarakat Tanah Gayo juga memiliki ragam budaya tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Satu diantaranya yaitu kain adat Kerawang Gayo atau upuh ulen-ulen yang kerap dipakai sebagai busana tari dan saat resepsi pernikahan. Lalu apa maksud dari kerawang gayo? Bagaimana sejarahnya dan apa saja kegunaannya? Kita kupas satu per satu yuk!

Nah, sebenarnya kerawang adalah sebutan untuk aksen sulaman dan bordiran khas Gayo. Motif-motif tersebut diwarisan oleh leluhur Suku Gayo yang tinggal di daerah Gayo takengon tepatnya di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Sejarah Kerawang Gayo

Konon kabarnya, kain kerawang pertama kali ditemukan dalam ornamen Umah Pitu Ruang. Rumah adat suku Gayo ini adalah mahar yang diberikan oleh Adi Genali Raja Linge I untuk putri Kerajaan Johor pada abad ke-10.

Nama “kerawang” sendiri berasal dari dua kata, yaitu iker yang bermakna dasar buah pikiran dan rawang yang berarti menerawang fenomena alam semesta. Sehingga kain kerawang gayo dapat didefinisikan sebagai suatu karya berupa motif ukir yang berasal dari menerawang fenomena alam semesta. Hasil penerawangan tersebut kemudian dituangkan pada beragam media.


Sumber: https://mycity.co.id/

Sebelum menetapkan corak kain kerawang, para pemangku adat meramal dan memikirkannya secara cermat. Kemudian mereka menuangkannya dalam bentuk motif yang dianggap sebagai simbol-simbol dan menyebutnya Kerawang.

Tiap simbol memiliki makna perihal tuntunan dan tatanan kehidupan bermasyarakat. Harapannya tak lain supaya penduduk Gayo dapat memegang teguh pedoman berperilaku sesuai motif-motif Kerawang. Selain motif, warna kain gayo juga menyimpan arti tersendiri yaitu:

1.       Hitam merupakan hasil keputusan adat

2.       Merah sebagai tanda keberanian (mersik) bertindak dalam kebenaran

3.       Putih pertanda suci lahir maupun batin

4.       Kuning melambangkan kehati-hatian (urik) dalam berperilaku

5.       Hijau bermakna kejayaan dan ketekunan (lisik)

Dari warna-warna di atas penduduk gayo diibaratkan sebagai masyarakat yang mersik (berani), lisik (tekun) dan urik (teliti).

Ragam Motif Kerawang Gayo serta Maknanya

Tak seperti kain dari daerah lain yang dihiasi motif flora maupun fauna, ragam hias pada kain kerawang hanya berupa aksen-aksen geometris yang terbentuk dari unsur garis, sudut, bidang dan ruang. Hal itu karena kentalnya pengaruh agama Islam di Gayo yang melarang penggambaran segala wujud makhluk hidup.


Sumber: https://baranewsaceh.co/

Berikut ini motif-motif yang masih terus dikembangkan oleh penduduk gayo serta maknanya:

1.       Motif Sesirung

Berupa segitiga sama kaki yang tumpang tindih dimana warna kuning di atas dan merah di bawah. Corak ini bermakna persatuan dan saling membantu.

2.       Motif Leladu

Bentuknya mirip motif sesirung, bedanya leladu terdiri dari tiga warna yaitu kuning, hijau serta merah yang berulang dan selang seling. Motif ini bermakna persatuan ulama, raja dan rakyat dalam satu kekuatan.

3.       Motif Bunge Kipes

Motif bunge kipes berbentuk setengah lingkaran, bagian dalam bususr berwarna kuning, hijau, merah, kuning, merah, hijau dan kuning. Corak ini mengandung nilai filosofis yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungannya.

4.       Motif Sede Rino

Berupa titik atau lingkaran kecil berwarna putih yang berderet dan memanjang pada dasar kain berwarna merah. Motif ini bermakna bisa menerima budaya lain tanpa merusak budaya sendiri.

5.       Motif Mun Berangkat

Bentuk motif mun berangkat berupa lengkungan spiral yang saling menyilang. Ujung spiral berupa segitiga meruncing dan berwarna putih. Melambangkan usaha memperbaiki kehidupan (hijrah) dengan mengubah sistem berdasarkan hak dan batil serta berubah menjadi lebih baik.

6.       Motif Bunge Panah

Sesuai namanay, corak bunge panah ini mirip anak panah yang dibuat secara berulang. Bermakna keterbukaan dan tidak menjalankan sesuatu yang bertentangan dengan agama maupun adat istiadat.

7.       Motif Tampuk Manis

Tampuk manis berbentuk segi empat dimana bagian dalamnya membentuk baling-baling berwarna merah, kuning dan hijau. Baling-baling tersebut menuju ke delapan arah mata angin sebagai simbol tanggung jawab pada kehidupan. Biasanya Kerawang motif ini diaplikasikan pada busana wanita yang sudah berumah tangga.

8.       Motif Bunge Lapan

Kerawang bunge lapan membentuk segi empat yang dihias warna kuning dan merah. Corak ini menjadi lambang struktur pemerintahan 8 kejurun (reje) jaman dulu di bawa kejurun patiambang.

9.       Motif Rempelis

Motif ini dikenal sebagai jahitan garis lurus berwarna kuning dan merah yang kerap dipakai sebagai pembatas antar motif.

10.   Motif Bunge Tabur

Bunge tabur menggambarkan bunga dengan delapan buah kelopak yang berulang dan disandingkan motif mata itik. Memiliki arti wilayah kekuasaan.

Pembuatan dan Penggunaan Kerawang Gayo

Awalnya Kerawang dibuat secara manual menggunakan teknik sulaman tangan. Tetapi tradisi itu berubah setelah kedatangan Belanda yang membawa serta kilang atau mesin jahit. Masyarakat Gayo pun mulai beralih ke mesin dan teknik bordir hingga saat ini.


Sumber: https://www.antarafoto.com/

Meskipun demikian, motif kerawang tidak mengalami perubahan apapun dan keasliannya masih terus dipertahankan. Seiring perkembangannya, kain Kerawang Gayo tak hanya digunakan sebagai pakaian adat seperti halnya baju Lokop dan selendang panjang. Kini motif kerawang banyak ditemui pada tas, dompet, peci serta aksesoris lainnya.

Itulah sekilas tentang Kerawang Gayo kain bermotif khas dari Aceh Tengah. Dengan keberagaman warna serta keunikan yang dimilikinya, kain ini menjadi salah satu produk yang digemari banyak orang.

Anda mencari supplier benang untuk kebutuhan tenun bukan mesin ataupun mesin? BahanKain.id bisa menjadi pilihan terbaik. Produk benang kami terbuat dari material TC (Tetoron Cotton), cotton combed, cotton carded, katun OE, rayon dan TR (Tetoron Rayon). Khusus benang TC kami menyediakan beberapa variasi warna.

Anda bisa langsung menghubungi CS kami melalui whatsapp terkait spesifikasi, detail produk dan pemesanan. Dapatkan produk berkualitas dengan penawaran dan harga terbaik dari kami.

Atau cek koleksi produk benang kami di Kategori Produk Benang (Yarn). 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait