BahanKain.id
BahanKain.id

Awal Mula Jasa Laundry Hingga Menjadi Peluang Bisnis Yang Menjanjikan

BahanKain
Awal Mula Jasa Laundry Hingga Menjadi Peluang Bisnis Yang Menjanjikan

Siapa sih yang tidak mengenal laundry? Bisnis penyedia layanan cuci dan setrika pakaian ini tumbuh begitu pesat dimanapun ia berada. Mulai dari pinggit jalan hingga ujung gang sekalipun. Bahkan tak sedikit yang menjalankan bisnis laundry di pusat-pusat perbelanjaan.

Terlepas dari itu, tahukah kamu bagaimana awal mula munculnya layanan laundry? Nah, kali ini kita akan mengulas sejarah kemunculan dan perkembangan jasa laundry.

Sejarah Jasa Mencuci Pakaian Pada Zaman Romawi Kuno

Sebenarnya jasa mencuci pakaian sudah ada sejak zaman Romawi kuno. Bangsa romawi memang dikenal memiliki sistem tata kota yang lebih canggih dan lengkap dibanding negara lain. Para pekerja laundry biasanya membersihkan pakaian bangsawan atau tuan tanah berbahan kain wol. Fakta tersebut diperkuat dengan penemuan lukisan dinding kuno di Pompei, Italia.


Pekerjaan laundry pada masa itu sangat melelahkan sehingga hanya dikerjakan oleh kaum pria. Pertama-tama, baju kotor dimasukkan ke sebuah tong berisi air. Setelah itu, pekerja laundry harus menginjak-injak baju tersebut untuk menghilangkan noda atau kotoran yang menempel.

Kemudian baju wol dijemur sampai kering lalu disikat sebelum akhirnya digantung di keranjang berisi belerang agar warnanya bisa putih bersih.Terkadang mereka menggosok baju dengan Cimolian yaitu sejenis tanah putih halus yang membuat warna baju jadi putih kinclong.

Sejarah Mesin Penuci Pada Masa Eropa Kuno

Tak seperti bangsa Romawi, pada masa Eropa Kuno masih belum tersedia layanan laundry. Masyarakat pada masa itu menggosok baju secara manual. Mekanisme kerja dan desain mesin cuci baru digagas oleh H. Siddgeir dari Inggris ketika memasuki tahun 1780an. Sistem kerja mesin cuci manual pertama mengadopsi gerakan tangan manusia di atas papan gilasan.


Tahun 1846 penemuan tersebut akhirnya dipatenkan di Amerika Serika. Teknologi mesin cuci itu terus berkembang seiring berjalannya revolusi di bidang industri karena dianggap bisa meringankan tugas rumah tangga dan pekerja laundry.

Memasuki tahun 1908 muncullah mesin cuci listrik generasi pertama yang disebut Thor. Namun target pasar mereka hanya mempu menjangkau bisnis laundry komersial. Di sisi lain, Maytag Corporation, Amerika mulai mengembangkan mesin cuci yang didesain khusus untuk konsumen rumahan.

Sejak saat itu, banyak merek dan perusahaan mesin cuci bermunculan. Kini mesin pencuci sudah tersedia dalam berbagai model dan merek. Perlengkapan usaha laundry kiloan juga sudah tersedia di pasaran.

Sejarah Laundry Di Indonesia

Jauh sebelum penemuan mesin cuci, orang-orang mencuci pakaiannya di pinggiran sungai. Sehingga noda yang menempel pada pakaian bisa hanyut terbawa aliran air. Metode pencucian seperti ini dilakukan di beberapa daerah pedesaan sejak abad ke 19.

Biasanya masyarakat mencuci pakaian sambil menggosok-gosokan batu di bagian yang kotor, memutar dan memukul pakaian lalu membilasnya di sungai. Ketika itu belum ada jasa pencucian seperti halnya laundry. Bahkan sabun cuci pun belum dikenal oleh masyarakat luas.

Seiring berjalannnya waktu kebiasaan membasuh baju di kali mulai berkurang. Deterjen atau sabun khusus pakaian mulai diproduksi pada tahun 1870. Kemasan dan bentuk sabun cukup beragam seperti kotak, bulat, dan botol kaca untuk sabun cuci cair.

Memasuki abad ke-20, dibuatlah sebuah kotak pencuci baju atau yang disebut sebagai mesin cuci. Peralatan ini dibuat meringankan beban saat mencuci pakaian. Awalnya produk tersebut kurang diminatii karena mayoritas masyarakat meragukan keamanan produk dan harganya relatif mahal.

Merebaknya Bisnis Laundry

Bisnis cuci setrika atau laundry modern terlahir di Amerika. Semua bermula setelah ribuan imigran Tiongkok mendarat disana karena banyaknya penyedia tenaga kerja dan industri pertanian. Mereka ingin membebaskan diri dan memulai hidup lebih baik sebab negaranya tengah mengalami kekacauan.

Sayangnya di tahun 1850 para imigran tidak diizinkan berpindah kewarganegaraan. Selang satu tahun seorang Wah Lee yang tak lain adalah migran Tiongkok membuka jasa Laundry manual. Wah lee didapuk sebagai pebisnis laundry pertama meskipun masih mengandalkan tangan.

Memasuki abad ke-20, imigran Tiongkok menghiasi tiap sudut kota Amerika dengan usaha laundry. Waktu pun terus berputar dan teknologi kian maju sehingga ditemukanlah berbagai tipe mesin cuci. Perangkat tersebut dilengkapi pengaduk bertenaga listrik sebagai pengganti mekanisme pencucian manual di sebuah papan.

Awalnya pengoperasian mesin hanya mengandalkan tenaga dari tangan lalu perlahan beralih ke daya listrik. Arus listrik mengalir ke bak berlubang yang berputar dan mengeluarkan air jika jumlahnya berlebih. Mekanisme ini dikenal sebagai siklus spin.

Bisnis laundry pun bertransformasi menggunakan mesin otomatis serta peralatan canggih guna mempermudah dan memberikan pelayanan terbaik. Terbukti para imigran bekerja di tempat laundry selama 10 hingga 16 jam per harinya. Kini, banyak negara menawarkan bisnis laundry dengan berbagai sistem kerja.

Teknologi Laundry Menggunakan Robot Laundroid

Seiring kesuksesan bisnis laundry, peralatan untuk laundry mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Atas dasar itulah, Jepang menciptakan sebuah robot bernama Laundroid yang mampu melipat pakaian.


Robot tersebut diklaim memiliki alat setrika otomatis serta lemari pakaian biasa. Teknologi terbarukan Laundroid memakai image analysis sehingga mampu mengidentifikasi jenis pakaian yang diterima.

Padatnya aktivitas membuat orang-orang memilih jasa laundry untuk membersihkan pakaiannya. Perkembangan zaman memunculkan berbagai terobosan guna mendukung operasional bisnis laundry.

Itu dia sejarah bisnis laundry yang kian menjamur terlebih di daerah perkotaan dan kawasan sibuk lainnya. Semoga penjelasan tersebut bermanfaat ya, Sob. 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait