BahanKain.id
BahanKain.id

Mengenal Jenis Rajutan Bahan Kaos Serta Karakteristiknya

BahanKain
Mengenal Jenis Rajutan Bahan Kaos Serta Karakteristiknya

Kaos merupakan salah satu produk tekstil yang dibuat dari benang menggunakan teknik rajut atau knitting. Karakteristik kainnya mudah merenggang sehingga nyaman dipakai untuk aktivitas sehari-hari. Pada dasarnya, kain knitting terbentuk dari jalinan benang pembentuk panjang kain yang disebut wale dan course sebagai penentu lebar benang.

Salah satu sifat khas kain rajut yaitu elastis dan mudah ditarik. Kemampuan tersebut berasal dari loop-loop yang terdapat diantara jalinan benang rajut. Selain itu, berikut beberapa kelebihan kain rajut:

1.       Bertekstur lembut

Sebagian besar kain rajut dibuat dari material katun berkualitas yang sangat lembut dan nyaman. Dengan begitu pakaian rajut cocok dipakai segala rentang usia tanpa menimbulkan alergi maupun iritasi.

2.       Cocok untuk musim dingin


Diameter benang rajut lebih besar ketimbang benang tenun sehingga kain dengan rajutan berlapis mampu menghalau udara dingin dari luar. Atas dasar itulah kain rajut dipilih untuk membuat baju hangat sebangsa jaket, syal, mantel dan topi. Khusus untuk bahan kaos, ukuran benang rajutnya jauh lebih tipis dan tetap terasa nyaman meski digunakan saat cuaca panas.

3.       Elastis dan lembut

Kain rajut bersifat fleksibel, gampang melar tapi tetap bisa kembali ke ukuran semula dan tidak terlalu menempel di badan. Baju rajut sangat cocok bagi Anda yang kurang suka memakai baju mepet.

Disisi lain, kain rajut tetap punya beberapa kekurangan diantaranya yaitu:

1.       Lebih mudah rusak

Pada prinsipnya keawetan kain rajut tergantung bagaimana kebiasaan mencuci dan merawatnya. Baju knitting yang bertekstur lembut akan cepat rusak jika tidak dicuci dengan benar. Satu hal lagi, pencucian otomatis menggunakan mesin cuci sangat tidak disarankan untuk kain rajut karena besar kemungkinan benang tersangkut dan merusak jalinannya.

2.       Perawatannya terbilang rumit

Mencuci sweater atau model busana rajut tebal lainnya membutuhkan banyak effort dan cukup menguras tenaga. Penggunaan deterjen bisasa berpotensi menurunkan kualitas dan merusak handfeel kain.

Sebaiknya rendam pada larutan shampoo, kucek sedikit pada bagian bernoda lalu bilas dan jemur di bawah sinar matahari. Sebisa mungkin hindari pemakaian sikat cuci.

Kenyamanan dan desain simpel kaos membuatnya begitu digemari. Dengan variasi warna, bahan dan tipe rajutan yang beragam, pemanfaatan kain kaos pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut beberapa jenis rajutan bahan kaos yang banyak diproduksi oleh pabrik:

1.       Single knit (rajutan polos)

Kain single knit dibuat menggunakan dua jarum rajut dan seutas benang. Ciri khas kainnya terletak pada kenampakan kain yang berbeda di kedua sisinya. Selain itu, ujung kain single knit juga akan menggulung saat digunting.


Kemampuan elastisitas dan fleksibilitasnya yang baik membuat kain ini kerap dipilih sebagai bahan kaos. Disisi lain, teknik single knitting juga sangat umum digunakan oleh seorang pemula karena pengaplikasiannya lebih cepat dan mudah.

Baca Juga:

Karakteristik Kain Knitting Beserta Dengan Kegunaannya

2.       Double knit

Berbeda dengan single knit, kain double knit dibuat dari dua helai benang yang dirajut bersamaan menggunakan dua buah jarum. Mekanisme tersebut menghasilkan struktur jalinan lebih kokoh serta karakter kain yang lebih tebal dibandingkan produk single knit.

Ujung kainnya pun tak akan menggulung setelah digunting. Kain double knit biasanya dipakai untuk membuat baju olaharaga maupun kaos oblong.

3.       Pique atau Lacoste

Rajutan pique atau lacoste memiliki karakter motif dan tekstur unik di salah satu sisinya. Tipe rajutan kain ini tidak dapat dipakai secara bolak-balik. Kebanyakan produsen garmen memanfaatkan kain rajut pique sebagai bahan dasar kaos polo.

4.       Striper

Kain rajut striper bisa dibuat dengan teknik single knit dan double knit. Kombinasi dua warna benang menghasilkan kain bermotif stripe yang tidak dapat digunakan secara bolak-balik.

Jenis kain ini berbahan dasar benang yarn dyed (sudah dicelup warna) sehingga tidak memelukan proses pencelupan lagi.

5.       Drop Needle (cabut jarum)

Kain drop needle dibuat menggunakan teknik cabut jarum. Ciri khas kain drop needle terletak pada garis-garis 3D yang menimbulkan tekstur unik ketika diraba. Seperti halnya double knit, kedua sisi kain rajut drop needle ini sama dan bisa dipakai bolak-balik.

Kain rajut cabut jarum sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar kaos slim fit, baju atasan, kaos dalam atau singlet dan item fashion lainnya

6.       Rib

Sahabat Bahankain tentu tidak asing dengan kaos rib. FYI, sebenarnya ‘rib’ adalah jenis rajutan yang diterapkan dalam pembuatan kaos rib lho. Kenampakan dua sisi kain rib layaknya bahan double knit, hanya saja karakter bahan rib ini jauh lebih tebal.

Produsen fashion biasa menggunakan kain rib untuk membuat manset, polo shirt, sweater, kaos dan masih banyak lagi. 

Itulah beberapa jenis rajutan bahan kaos beserta karakteristik dan penggunaannya. Semoga bermanfaat ya Sobat Bahankain. 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait