Apa Sih Bedanya Sablon Plastisol Dan Polyflex?

Menjamurnya jasa printing tanpa minimal order membuat para penggemar kaos sablon mulai meninggalkan sablon konvensional. Terlepas dari metode printing kualitas hasil gambar sablon juga sangat dipengaruhi oleh jenis sablon. Diantara jenis sablon yang paling populer dalam dunia perkaosan yaitu sablon plastisol dan polyflex (polyflox, felox).
Pada prinsipnya semua tipe sablon bagus jika diaplikasikan di media yang tepat. Lalu, mana yang lebih bagus, antara sablon plastisol dan polyflex?
Apa itu sablon plastisol?
Plastisol merupakan tipe sablon berbasis minyak atau oil based. Tinta sablon plastisol terbuat dari campuran resin PVC (Poly Vinyl Chloride) dan plasticizier. Tinta plastisol menunjukkan hasil terbaiknya pada kain-kain berwarna gelap dan dilakukan secara manual (screen printing).

Bahkan sablon plastisol termasuk
jenis sablon terbaik dan berstandar internasional karena kualitas, kekuatan,
dan teksturnya tidak mudah kering di screen. Jenis sablon ini sangat cocok
untuk mencetak gambar maupun tulisan dengan detail dot atau raster kecil.
Kelebihan Sablon Plastisol
Tinta sablon manual plastisol menawarkan beragam fitur yang menjadi kelebihan, diantaranya yaitu:
1. Durabilitasnya tinggi sehingga tahan lama
2. Berkualitas baik, kuat dan tidak mudah mengelupas
3. Warna sablonnya tidak mencolok dan tidak kusam
4. Kesalahan proses cetak bisa diperbaiki karena tintanya tidak cepat kering
5. Hasil sablon terkesan mengkikap dan memberikan efek 3D karena permukaannya agak timbul
6. Gambar dan gradasi warnanya lebih mendetail
7. Perawatan kaos yang disablon plastisol terbilang gampang
Kekurangan Sablon Plastisol
Meski didapuk sebagai sablon berkualitas internasional, tinta plastisol tetap punya kekurangan seperti:
1. Tinta plastisol terbuat dari bahan sintesis minyak langka sehingga harganya mahal.
2. Termasuk sablon eksklusif dan jarang dijumpai di tempat konveksi.
3. Tidak cocok untuk sablon satuan
4. Proses pengerjaannya lama
5. Kaos sablon plastisol rentan terhadap panas dan tidak dapat disetrika.
Apa Itu sablon polyflex?
Lain halnya dengan polyflex yang merupakan teknik penyablonan digital menggunakan media perantara heat transfer film berbahan polyflex / flock/polyflox. Tekstur material tersebut hampir mirip kain beludru dan sedikit timbul sehingga tampilan kaos sablon polyflex terkesan lebih mahal dan elegan.

Sablon polyflock banyak digunakan oleh produsen kaos distro hingga brand-brand ternama di pusat perbelanjaan atau mall. Jenis polyflex yang kerap dipakai yaitu Upperflock Chemica (polyflock chemica made in Prancis berstandar kualitas Eropa).
Seperti halnya plastisol, sablon polyflex juga memiliki kelebihan serta kekurangan, diantaranya yaitu:
Kelebihan Sablon Polyflex
1. Sablon polyflek juga berkualitas tniggi dan tahan lama
2. Terkesan elegan
3. Hasil sablonnya rapi karena menggunakan mesin
4. Polyflex cocok untuk sablon kaos satuan
5. Bersifat elastis dan tahan terhadap tarik
6. Ringan, tidak mudah mengkerut dan tidak menimbulkan rasa gatal
7. Prosesnya pengerjaannya lebih cepat
8. Kaos yang disablon polyflex tidak membutuhkan perawatan khusus
Kekurangan Sablon polyflex
1. Hanya menyediakan warna-warna solid
2. Biaya produksi sablon plastisol terhitung mahal mengingat harga bahan dan mesinnya
3. Ukuran desain yang dapat dicetak terbatas
Perbedaan sablon Plastisol dan Polyflex
Perbedaan paling mendasar antara sablon plastisol dan polyflex terletak pada metode pengaplikasiannya. Proses sablon plastisol dilakukan secara manual menggunakan teknik screen printing, sementara polyflock membutuhkan mesin digital serta transfer film.
Lalu apa sih bedanya sablon plastisol dan polyflex? Simak ulasan berikut ini:
Sablon plastisol:
1. Prosesnya membutuhkan pengulangan sehingga kurang efisien
2. Membutuhkan proses pengeringan yang terbilang lama
3. Hanya menggunakan tinta khusus plastisol
4. Agar tinta bisa merekat sempurna, dibutuhkan hairdryer serta mesin press
5. Tinta plastisol bisa disimpan dan digunakan lagi
Sablon polyflex:
1. Proses lebih cepat
2. Tidak membutuhkan proses pengeringan
3. Menggunakan material tambahan berupa lembaran film berbahan dasar vinyl
4. Mengandalkan mesin press untuk merekatkan polyflex
5. Tinta sisa tidak bisa diproses kembali
Kesimpulan
Berdasarkan penjabaran tersebut kita bisa menyimpukan bahwa sablon plastisol dan polyflex sama-sama unggul. Intinya, pilih mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan Anda.
Untuk sablon berkapasitas banyak (menggunakan sistem minimal order) dan harga murah, plastisol adalah opsi terbaik. Sedangkan untuk mencetak kaos berkapasitas kecil atau satuan, kamu bisa menggunakan sablon polyflex. Pilih juga kaos dari material berkualitas agar hasil sablonnya lebih maksimal.
Sudah cukup jelas kan. Kira-kira Sahabat Bahankain lebih prefer sablon plastisol atau polyflock nih? Pastinya harus sesuaikan dengan kebutuhan Anda ya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



