BahanKain.id
BahanKain.id

Blangkon Bukan Sekedar Aksesoris Kepala, Ini 7 Faktanya

BahanKain
Blangkon Bukan Sekedar Aksesoris Kepala, Ini 7 Faktanya

Siapa sih yang tidak mengenal blangkon, aksesoris kepala satu ini selalu identik dengan sosok pria Jawa yang berwibawa. Bagi masyarakat suku Jawa, blangkon bukan hanya penutup kepala biasa. Tetapi juga menyimpan beragam fakta yang sangat menarik untuk diketahui.

Blangkon merupakan sejenis aksesoris kepala pria yang terbuat dari kain polos ataupun batik dan menjadi pelengkap busana tradisional Jawa. Istilah blangkon berasal dari kata ‘blangko’ yang berarti siap pakai.

Jauh sebelum adanya blangkon, pria Jawa jaman dahulu harus memakai kain iket berbentuk segitiga yang dililitkan ke kepala. Kehadiran blangkon menjadi solusi iket kepala instan yang lebih praktis ketika digunakan. Awalnya blangkon memang hanya dikhususkan untuk pria dewasa, tapi saat ini blangkon dibuat menjadi beragam ukuran dan bisa dipakai semua kalangan usia.


Selain itu, blangkon juga cocok untuk menghadiri acara formal seperti pernikahan atau tradisi maupun non-formal.

Fakta Menarik Tentang Blangkon

1.       Bentuk penghormatan terhadap kaum pria

Blangkon merupakan aksesoris kepala yang hanya didesaun untuk dipakai seorang pria Jawa. Penutup kepala lelaki Jawa ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kaum pria. Masyarakat Jawa Kuno mempercayai bahwa kepala seorang pria menyimpan arti khusus. Sehingga blangkon menjadi aksesori wajib. 

2.       Aturan membuat blangkon

Sebagai bentuk penghormatan tentunya aksesoris kepala pria Jawa ini tidak boleh dibuat secara asal-asalan. Ada beberapa aturan yang wajib diikuti dan pembuatannya pun hanya boleh dilakukan seniman dengan keahlian khusus.

·         Blangkon harus dibuat dari kain iket atau udeng yang berbentuk persegi dengan ukuran 105 cm x 105 cm.

·         Bahan tersebut bisa berupa kain polosan atau kain batik yang dilipat, dililit lalu dijahit sedemikian rupa hingga bentuknya menyerupai topi.

Tetapi perkembangan zaman menghadirkan blangkon modern yang hanya membutuhkan setengah ukuran kain tersebut.

3.       Ukuran standar blangkon


Blangkon tersedia dalam beragam ukuran, nomor terkecilnya adalah 48 sedangkan nomor paling besar 59. Standar ukuran ini diukur dari jarak antara garis melintang telinga kanan ke telinga kiri melewati ubun-ubun dan dahi.

4.       Simbol pengendalian diri seorang pria

Dulu seorang pria Jawa memiliki rambut panjang sehingga mereka menjepitnya di bawah blangkon untuk membuatnya tetap rapi. Bahkan, membuka penutup kepalanya di depan khalayak umum dianggap sebagai sebuah emosi yang menantang untuk memulai permusuhan.

Sehingga dengan memakai blangkon, harapannya pria Jawa akan lebih mampu mengendalikan diri ketika muncul amarah atau emosi yang berlebihan.

5.       Sebagai pengingat ibadah

Sebenarnya pakem pembuatan tutup kepala pria alias blangkon ini dipengaruhi oleh masuknya ajaran agama Islam ke Pulau Jawa. Hal ini tergambar pada desain blangkon yang mempunyai lipatan melingkar dan tonjolan di sisi belakang.

·         Jumlah lipatan blangkon sebanyak 17 melambangkan jumlah rakaat dalam shalat 5 waktu.

·         Tonjolan di belakang sebagai pengingat untuk menjalankan ibadah

·         Sementara lipatan kain di samping tonjolan blangkon berjumlah 5 merupakan simbol rukun Islam.

6.       Simbol kalimat syahadat

Selain itu, blangkon juga memiliki dua ikatan di bagian belakang yang bermakna dua kalimat syahadat yang menjadi syarat seseorang memeluk agama Islam.


Kedua ikatan tersebut diletakkan tempat teratas dan terhormat yaitu kepala pria terutama bagi pria Jawa. Dengan begitu, apa pun ide dan pemikiran yang berasal dari kepala atau akal pikiran harus didasarkan pada hukum, aturan agama serta harus berlandaskan iman yang kuat.

7.       Jenis-jenis blangkon

Jika dilihat dari desainnya, blangkon terbagi menjadi beberapa jenis dan masing-masing punya ciri khas tersendiri.

·         Blangkon Jogja identik dengan mondolan atau tonjolan di belakang.

·         Sedangkan bagian belakang blangkon Solo tidak memiliki mondolan dengan jebeh berbentuk segitiga.

·         Terakhir ada blangkon banyumasan dengan ciri khas motif yang lebih berwarna dan bernilai eksotis. Blangkon banyumasan ini terbagi menjadi 2 model yaitu ginoan dan wiriatmajan. Penggunannya hanya khusus untuk acara-acara formal saja.

Itulah beberapa fakta unik tentang aksesoris kepala pria Jawa atau blangkon. Dibalik kesederhanannya ternyata blangkon bukan sekedar penutup kepala biasa tapi juga memiliki makna dan nilai filosofi yang mendalam.

Nah, buat Sahabat Bahankain yang membutuhkan kain mori untuk bahan batik dan membuat blangkon, segera hubungi tim Bahankain.id ya.

Sebagai pusatnya segala kebutuhan tekstil yang berlokasi di Yogyakarta, Bahankain.id menyediakan beragam jenis kain mori berkualitas dan cocok digunakan sebagai bahan kain batik. Sebagian besar produk kami bisa dipesan secara ecer atau meteran. Namun tetap ada harga khusus untuk Anda yang membeli koleksi kain Bahankain.id minimal satu roll atau grosir.

KAIN MORI PRIMA 1 BMS

Kami juga melayani pesanan by order dengan ketentuan minimal lho, Sobat. Langsung cek koleksi produk kain mori kami ya.

Order via Shopee dan Tokopedia juga bisa lho. Silahkan kunjungi toko Mekar Jaya Tekstil yang ada di Shopee maupun Tokopedia.

SHOPEE

TOKOPEDIA 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait