BahanKain.id
BahanKain.id

14 Panduan Memilih Kain Untuk Bahan Busana

BahanKain
14 Panduan Memilih Kain Untuk Bahan Busana

Munculnya fenomena Citayam Fashion Week yang menggemparkan seluruh jagat dunia maya dan para desainer untuk mulai berani membuat style baju yang nyeleneh. Ajang unjuk fashion di tengah trotoar yang munculnya arena ini terinspirasi dari Paris Fashion Week. Terlepas dari masalah kontroversi, ajang pamer busana kaum muda ini tetap menjadi perhatian baik kalangan artis, pejabat hingga desainer fashion.

Pecinta dunia fashion dan para fashion designer pasti punya cara pandang berbeda ketika melihat style ABG-ABG yang berlaga di Citayam Fashion Week. Apalagi melihat keberanian mereka dalam memadu padankan beragam outfit yang terkesan asal-asalan. Lalu dengan begitu percaya dirinya melangkah di tengah zebra cross seolah berjalan diatas catwalk. Bagi sebagian desainer momen ini merupakan sumber inspirasi dalam memilih bahan dan membuat desain pakaian.


Pemilihan kain untuk bahan busana merupakan langkah paling krusial bagi seorang desainer fashion. Berikut beberapa aspek yang bisa menjadi panduan untuk memilih bahan fashion sehingga busana yang dihasilkan bisa sesuai dengan rancangan. Dikutip dari buku “Panduan Memilih Kain Bahan Busana” karya Adi Kusrianto, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih kain untuk fashion, yaitu:

1.       Jenis dan sifat serat kain

Serat sebagai komponen terkecil kain sangat menentukan sifat sebuah kain. Masing-masing serat tekstil pasti mempunyai satu karakter spesifik, baik itu serat alam, serat buatan berbahan alam ataupun serat sintetis murni.


Aspek inilah yang menentukan apakah busana tersebut lebih mengutamakan kenyamanan atau sekedar keindahan tampilannya saja. Dalam hal ini, tentu kain dari serat alam jauh lebih nyaman sementara serat sintetis punya tampilan yang menarik.

2.       Benang pintal atau filament

Umumnya daya serap serat filemen sangat hanja jenis sutera dan rayon saja yang punya daya serap tinggi. Dilihat dari tampilannya saja pasti sudah ketara mana benang filamen dan mana benang stapel. Karena benang filamen akan terlihat lebih mengkilap, sedangkan benang pintal hampir tidak berkilap dan berbulu.

3.       Kain tenun atau rajut

Keduanya punya karakter yang jauh berbeda, kelebihan dan kekurangan kain, maupun ciri khas kain. Kain tenun sifatnya lebih stabil, sementara kain rajut lebih fleksibel dan elastis.

4.       Jenis anyaman maupun jeratan

Kain tenun terbentuk dari hasil silangan antara benang lusi dan benang pakan menggunakan jenis anyaman tertentu. Sedang kain rajut dibuat dengan sistem jeratan yang saling menyambung. Keduanya merupakan dasar bagaimana benang dibentuk menjadi lembaran kain utuh.

Memilih kain untuk busana harus disesuaikan dengan desain anyaman atau jeratan kainnya untuk melihat letak nilai keindahannya.

5.       Bobot kain

Bobot kain dapat dikategorikan menjadi 4 yaitu kain berbobot sangat ringan (very light weight), ringan (light weight), sedang (medium weight) dan berat (heavy weight).

6.       Kepadatan Benang

Kepadatan benang dinyatakan dengan satuan ‘thread count’ atau TC. Makin tinggi nilainya, maka kain semakin rapat dan halus.


7.       Jenis Pewarnaan Printingnya

Jenis dan teknik pewarnaan serta printing berpengaruh pada kemungkinan luntur atau pudarnya warna pada busana yang dihasilkan. Oleh sebab itu, penting bagi seorang desainer untuk mengetahui serta mengantisipasi terjadinya luntur.

8.       Sifat kain, apakah melar atau menyusut

Sebelum menerapkan pola busana pada kain dan mengguntingnya, Anda harus tahu apakah kain akan menyusut atau justru melar. Tanpa memperhatikan hal ini, jahitan sebagus dan serapi apapun hasilnya tetap mengecewakan.

9.       Teknik finishing kain

Kain yang baru keluar dari proses tenun maupun rajut masih mentah dan belum bisa digunakan untuk bahan pakaian.  Jenis kain yang masih mentah ini kerap disebut blacu, greige atau kain mentah. Sehingga kain tersebut harus melalui proses finishing atau penyempurnaan agar memiliki sifat-sifat tertentu sebagai material busana.

10.   Kemampuan Menyerap Kelembaban

Faktor ini sangat membantu Anda ketika akan membuat pakaian anak atau bayi serta pakaian kerja yang nyaman.

11.   Kekuatan dan Ketahanan Aus

Aus ialah penurunan atau hilangnya kualitas sebuah produk, dalam hal ini adalah kain. Ketika Anda mendapatkan pesanan seragam kerja untuk 2000 karyawan dengan masing-masing dua set seragam atasan dan bawahan sementara seragam ini hanya dibagikan setiap 2 tahun sekali, maka carilah jenis kain yang cocok dipakai setiap hari dan tahan selama dua tahun. Membahas persoalan ini kekuatan dan ketahanan aus adalah dua unsur yang harus dipertimbangkan dengan sekasama.

12.   Sifat Drappery atau kejatuhan kain

Bagi seorang desainer dan penjahit, sifat drappery menjadi prasarat utama dalam memilih bahan busana. Karena sebagus apapun desain, motif maupun warna kainnya jika drappery atau jatuhnya kain ini tidak enak bahkan cenderung kaku, maka busana yang dihasilkan kemungkinan besar akan menjadi produk gagal.


Kain drapery yang bagus (kiri), kain dengan drapery buruk (kanan)

13.   Bagaimana Handfeel kain

Secara manusiawi inilah sensor terbaik untuk memilih kain yang kita anggap baik dan nyaman, yaitu mengacu pada tekstur kain, bagaimana rasanya saat Anda menyentuhkan tangan di atas kain.

Handfeel sebuah kain dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu; jenis serat, tenunan benang, serta finishing yang diterapkan pada kain.


Pengujian handfeel kain

14.   Kemudahan Penanganan

Semua kain selalu butuh penanganan yang hati-hati, mulai dari proses memotong, menjahit sampai cara merawat pakaian tersebut. Satu hal yang menjadi bahan pertimbangan adalah mampukah Anda menangani dan merawat jenis kain ini?

Itulah beberapa unsur dan prasyarat yang bisa menjadi panduan ketika Anda hendak memilih kain sebagai bahan busana. Semoga bermanfaat dan selamat mempraktekkan Sahabat Bahankain.

Anda mencari supplier kain untuk bahan busana? Bahankain.id punya beberapa koleksi kain yang bisa Anda pilih untuk bahan fashion. Mulai dari kain wolfis, ceruti baby doll, lady zara, Roberto cavalli, Armani satin, crinkle airflow dan masih banyak lagi.

Segara hubungi kami untuk info detail produk, pemesanan serta konsultasi seputar kebutuhan kain maupun tekstil lainnya.

Ingin belanja kilat, akses cepat? Silahkan kunjungi online store Mekar Jaya Tekstil yang ada di Shopee dan Tokopedia berikut ini: 

SHOPEE

TOKOPEDIA

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait