BahanKain.id
BahanKain.id

5 Cara Mudah Mengetahui Arah Benang Lusi Dan Benang Pakan

BahanKain
5 Cara Mudah Mengetahui Arah Benang Lusi Dan Benang Pakan

Menjadi bagian dari industri tekstil tampaknya mampu mengubah cara pandang kita terhadap produk-produk tekstil sandang maupun non-sandang. Apalagi jika bekerja di bagian RnD atau Research and Development industri pertenunan yang menuntut kita untuk mempelajari lebih dalam tentang jenis dan karakteristik benang dalam satu lemmbar kain.

Benang adalah hasil pemintalan serat atau proses spinning. Setiap kain tenun tersusun dari dua jenis benang yaitu benang lusi dan benang pakan. Benang lusi merupakan benang yang membentuk panjang kain, sedangkan benang pakan searah dengan lebar kain

Cara membedakan benang lusi dan benang pakan

Di bagian RnD kamu akan lebih sering berurusan dengan kain-kain sampel yang memiliki beragam ukuran terbuat dari barbagai jenis serat. Beruntung jika konsumen memberikan lembaran kain yang utuh dengan bagian tepi yang jelas. Mudah saja untuk mengetahui mana benang lusi dan mana benang pakan.

Tapi bagaimana jadinya jika konsumen hanya memberikan potongan kainnya saja? Nah, inilah tugas utama RnD. Ketika dihadapkan dengan situasi seperti ini, Anda harus mengetahui sifat maupun karakter benang untuk lusi dan benang untuk pakan.

Sebagaimana kita tahu, benang lusi dan pakan memiliki perannya masing-masing. Jadi, keduanya tentu mempunyai perbedaan, baik dari sifat dan karakteristik benang maupun faktor-faktor lainnya. Lalu bagaimana sih cara mengetahui arah benang lusi dan pakan? Nah, cara-cara berikut ini bisa digunakan untuk mengetahui arah benang lusi (warp) dan benang pakan (weft).

1.       Alur proses pertenunan

Salah satu gerakan pokok mesin tenun dalam alur proses pertenunan yaitu pembukaan mulut lusi. Gerakan ini mengharuskan setiap helai benang lusi bergerak naik dan turun membentuk ruang untuk penyisipan benang pakan. Oleh karena itu, sebelum diproses pada mesin tenun, benang lusi harus melewati beberapa tahapan persiapan pertenunan.

Inti dari persiapan pertenunan ialah proses penganjian atau sizing yaitu pelapisan benang lusi dengan larutan kanji. Tujuan utama dari sizing yaitu meningkatkan kekuatan dan ketahanan gesek, sehingga menaikkan daya tenun benang selama proses tenun. Sedangkan benang pakan hanya tinggal menyilang jajaran benang lusi saja. Oleh sebab itu, benang dari spinning bisa langsung digunakan untuk pakan.

Jadi, sifat benang lusi pasti akan lebih kuat dan fleksibel daripada benang pakan. 

2.       Kekuatan benang

Dari segi kekuatan, tentunya benang yang diperuntukkan sebagai lusi harus memiliki kekuatan lebih baik dari benang pakan. Diantara faktor yang mempengaruhi kekuatan benang adalah puntiran atau twist. Kekuatan benang berbanding lurus dengan banyaknya puntiran, makin banyak puntiran maka kekuatannya semakin baik.

Intinya, jumlah puntiran pada benang lusi selalu lebih banyak dari benang pakan. Twist benang bisa ditentukan dengan melihat hasil pengujian TPI atau TPM.

3.       Mengkeret dan mulur benang

Mengkeret ialah nilai susut benang, sedangkan mulur merupakan pertambahan panjang benang sebelum putus. Saat dicuci benang lusi cenderung mengkeret sedangkan benang pakan justru melar.

Karena selama proses pertenunan benang lusi mengalami banyak tarikan dan regangan, jadi saat terkena air benang akan langsung menyusut (panjangnya berkurang). Hal ini berbanding terbalik dengan benang pakan, ia justru akan bertambah panjang sebab proses penganyaman.

4.       Kemudahan untuk ditiras

Cara paling mudah membedakan arah lusi dan pakan yaitu dengan ditiras atau diurai. Benang lusi akan lebih mudah diurai ketimbang benang pakan.  

Sebab, jajaran benang lusi hanya sedikit dirapatkan dan disusun seperti biasa pada proses penghanian. Beda dengan benang pakan, selama proses pertenunan jajaran benang ini dirapatkan oleh gerakan sisir tenun yang mendorong dan memukul-mukulnya. Proses ini lebih dikenal denagn istilah pengetekan. Tentunya pengetekan membuat benang pakan jadi lebih surat ditiras.

5.       Tetal kain

Tetal kain adalah istilah untuk menyatakan jumlah benang lusi dan pakan setiap inch kain. Menyangkut hal ini, tetal lusi selalu lebih banyak dari tetal pakan.

Perhitungan tetal kain harus dilakukan dengan sangat teliti, bahkan harus dilakukan pengulangan jika perlu. Alat yang digunakan untuk menghitung tetal kain biasanya berupa kaca pembesar (lup) atau secara manual dengan cara meniras setiap helaian benang pada 1 inch persegi kain.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menentukan arah benang lusi dan benang pakan dari sampel kain yang terbatas. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba, Sahabat Bahankain. 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait