BahanKain.id
BahanKain.id

Kenali 8 Model Celana Jeans Dan 20 Macam Kain Denim

BahanKain
Kenali 8 Model Celana Jeans Dan 20 Macam Kain Denim

Bahankain.id - Sejak awal perkembangannya hingga saat ini, popularitas kain denim memang tak pernah surut. Denim sebagai bahan celana Jeans, jaket dan busana atasan yang berasal dari kota Nimes, Perancis. Awalnya bahan ini disebut ‘Serge de Nimes’ lalu disingkat menjadi ‘de Nime’ dan kini lebih akrab dengan nama Denim. Jenis kain kokoh berbahan katun maupun campuran serat katun.

Sahabat Bahankain tau nggak, kenapa bagian dalam kain berwarna putih dan biru di bagian luar?  FYI, sebelum proses pertenunan, benang lusi dicelup dengan warna biru indigo atau nila sedangkan benang pakan dibiarkan tanpa pewarna.


Denim mulai populer sebagai bahan pakaian sejak tahun 1873 karena kerja sama Jacob Davis dan Levi Strauss. Levi Strauss adalah seorang pedagang kain sementara Jacob Davis berprofesi sebagai penjahit. Jacob Davis mendapat pesanan menjahit celana panjang yang sekarang dikenal dengan nama jeans. Dulunya, celana berkarakter kuat ini didesain khusus untuk pekerja kapal dan tambang.

Kerja sama keduanya pun diikat dalam sebuah perusahaan yang bernama Levi Straus Company. Merk dagang ini dipatentkan di San Fransisco, negara bagian Calivornia, Amerika Serikat pada 20 Mei, 1873.

Model Celana Jeans


Awalnya, jeans hanya dibuat dengan desain standar, namun seiring berjalannya waktu, model potongan celana jeans makin bervariasi. Hingga saat ini, setidaknya ada 8 macam celana jeans, diantaranya yaitu:

1.       Skinny Jeans atau biasa disebut cigarette jeans. Pola potongan pada celana Skinny jeans mengikuti bentuk kaki yang mengecil, mulai dari paha hingga pergelangan kaki. Sekilas, bentuk skinny jeans ini mirip dengan legging.

2.       Straight-Leg Jeans atau jeans slim-fit yaitu Jeans berpotongan lurus dari atas kebawah. Jeans model ini cocok digunakan saat bersantai.

3.       Jeans Bootcut lebih populer dengan sebutan celana Cut bray. Jenis celana ini didesain sedikit melebar di bagian pergelangan kaki.

4.       Jeans Bell-Bottom memiliki ukuran pas di paha dan melebar dari lutut hingga bukaan kaki.

5.       Wide-Leg Jeans alias Jeans kaki lebar dipotong lebar di seluruh kaki, mulai melebar di sekitar pertengahan paha dan kemudian berlanjut ke bukaan kaki yang lebar.

6.       High-Waist Jeans atau Jeans bertingkat tinggi, juga dikenal sebagai jeans pinggang tinggi. Lingkar pinggang dari celana ini berada di pinggang alami yaitu sekitar pusar. Model celana ini cukup populer di tahun 80-an dan 90-an.

7.       Jeans Mid-Rise model celana jenans ini bagian ujung atasnya berada di antara pinggang dan pinggul. Bagian atas jeans mid-rise biasanya sampai sekitar satu inci di bawah pusar.

8.       Jeans Low-Rise celana jeans yang menyentuh beberapa inci di bawah pusar Anda atau lebih tepatnya di pinggul. Bentuk celana jeans ini sempat begitu populer di tahun 2000-an.

Jenis Kain Denim


Sejalan dengan perkembangan model busana yang ada saat ini, kain Denim dapat dibedakan 20 macam beserta masing-masing karakternya. Berikut ini 20 jenis kain denim yang perlu diketahui:

1.       Denim katun

Kain denim satu ini dibuat dari 100% benang katun. Karakter kainnya kaku karena tidak ada campuran serat elastis, seperti poliester, rayon maupun jenis-jenis spandex. Kekuatan kainnya juga membuat kain ini lebih awet dan tahan lama sehingga cocok untuk membuat seragam kerja.

2.       Denim twill atau keeper

Denim twill ditenun dengan pola anyaman keeper 2/1 maupun 3/1. Kain denim 2/1 berarti dalam sekali anyaman ada 2 helai benang lusi disilangkan dengan 1 helai benang pakan. Jenis anyaman ini menghasilkan perbedaan arah garis diagonal yang ditimbulkan anyaman keeper. Pada keeper kanan, garis kepar melintang dari kiri bawah ke kanan atas sehingga menghasilkan kain tenun yang lebih rapat.

3.       Raw Denim

Raw Denim yaitu jenis kain denim tanpa proses sanforized. Kain ini sering disebut denim kering atau denim mentah. Kain denim ini akan menyusut setelah dicuci, oleh sebab itu denim harus dicuci terlebih dahulu sebelum akhirnya dijahit. Sebab kain denim mentah ini nilai susutnya bisa mencapai 20% di pencucian pertama.

4.       Denim Sanforized

Sesuai denagn namanya, denim sanforized sudah melalui proses finishing Sanforizing agar tidak menyusut setelah pencucian. Selain raw denim, sebagain besar kain denim adalah Sanforized.

5.       Colored Denim

Selain untuk Blue jeans, denim juga diproduksi untuk celana jeans warna warni. Coloured denim ini memiliki pilihan warna seperti khaki, putih, cream, pink, maroon dan beragam warna lainnya.

6.       Elastance Denim

Kain elastance denim dibuat dari kombinasi katun dan serat sintetis yang bersifat elastis seperti lycra/ spandex. Hasilnya berupa kain denim yang lebih lentur dan fleksibel. Selain itu, elastance denim juga bertekstur lembut, mudah dirawat, memiliki kemuluran yang lebih baik, serta tampilan tidak mudah kusut.

7.       Selvedge Denim

Selvedge Denim ialah jenis kain denim dengan tepi yang diberi benang sebagai tanda berwarna oranye atau merah. Kata “self-edge” berarti membentuk tepi sendiri. Keberadaan benang selvedge ini bertujuan meminimalisir kemungkinan tepi kainnya terurai tidak rapih karena proses tenunnya menggunakan mesin airjet loom.


Kehadiran selvedge menunjukkan bahwa celana jeans tersebut mempunyai kualitas yang lebih tinggi dan harganya lebih mahal.

8.       Light Denim

Sebagaimana sebutannya, Light Denim atau Denim ringan ini adalah kain denim dengan karakter lebih tipis dan bobotnya memang lebih ringan. Light demin cukup dikenal sebagai bahan blus, kemeja dan pakaian musim panas.

Kain chambray juga sering termasuk kategori Light Denim, tetapi Chambray dicelup setelah selesai ditenun, sehingga warna sisi depan dan belakangnya mirip. Meski benang lusi dan pakannya dibuat dari bahan yang berbeda.

9.       Crushed Denim

Crushed denim yaitu kain denim yang tampilannya terkesan sudah rusak. Jenis kain ini memang sengaja didesain rusak sejak proses pertenunan agar memiliki kesan kusut yang permanen.

10.   Waxed reverse Denim

Waxed reverse Denim adalah denim yang dilapisi lilin bagian dalamnya agar kainnya bersifat tahan air atau water resistance. Kain ini biasanya digunakan untuk bahan tas maupun peralatan outdoor.

11.   Polycore denim

Merupakan denim yang dibuat dari campuran poliester dan kapas. Kain polycore denim memiliki keunggulan dua serat ini, dimana kapas untuk daya serapnya dan polyester untuk sifat anti kusutnya.

12.   Washed Denim (Denim yang Dicuci)

Denim ini dicuci dan digosok menggunakan asam. Washed denim sering disebut Marble Denim. Proses ini menghasilkan warna kain seolah memudar akibat abrasi dengan batu yang direndam para larutan Clorin. Sehingga terciptalah efek motif yang kontras dengan warna biru nila.

Washed denim juga bisa dilakukan dengan teknik pencucian enzim, stone wash, ice wash. Biasanya proses ini dilakukan setelah denim menjadi celana jeans.

13.   Denim Poli

Denim Poly dibuat dari bahan baku serat polyester lebih banyak (bahkan mungkin 100%). Dengan persentase serat polyester yang lebih banyak dibandingkan denim polycore, hasil kainnya menjadi lebih lembut, mudah dirawat, kemuluran yang lebih baik, serta tampilannya tidak mudah kusut.

14.   Ecru Denim

Denim yang belum dicelup indigo dan masih berwarna alami denim yang tanpa diwarnai, yaitu off white khas serat kapas.

15.   Bull Denim

Bull denim termasuk jenis denim yang sangat kokoh dan tangguh karena konstruksi keepernya 3/1. Walaupun Bull Denim tidak sekuat dan setebal kanvas, tapi kain ini dikenal sangat awet dan tidak mudah rusak.

16.   Double Dyed Denim (Denim celup ganda)

Umumnya benang untuk denim dicelup dengan pewarna Indigo. Namun pada double dyed denim kain ini dicelup dua kali seupaya rona warnanya sangat gelap.

17.   Thermo Denim

Denim dengan unsur Thermochromic merupakan variasi denim yang mampu mengubah warnanya sesuai suhu udara dari warna keputihan hingga ke biruan. Biasanya kain ini juga diberi sifat anti bacteria dan memiliki lapisan kain ringan yang direkatkan. Sehingga kain thermo denim seolah mempunyai efek bergaris.

18.   Denim OE atau menurut jenis benang tenunnya

Denim ini dapat dikategorikan menurut jenis benang tenun yang digunakan. Yaitu benang tenun dari Open End spinning dan tenang tenun hasil Ring spinning. Karakter denim yang dibuat dengan benang Ring Spinning lebih kuat dibanding benang Open End.

19.   Denim Slub

Jenis kain satu ini terbuat dari benang dengan ketebalan yang tidak rata. Benang ini memberikan tekstur berbeda dari kain denim lainnya. Permukaan kain denim slub terasa bertekstur ketika diraba, intensitas warnanya juga tidak rata.

20.   Denim menurut berat kainnya

Kategorisasi denim berdasarkan berat kain denim dalam ounce per yard persegi. Denim dengan bobot 10,5 ounce per yard ke atas adalah golongan denim berat. Semakin berat bobotnya maka sifat kain akan lebih kuat dan awet.

Nah, itulah beberappa jenis celana dan kain denim yang penting untuk sahabat ketahui. Nantikan info seputar dunia tekstil, lainnya di Blog Bahankain.id. 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait