BahanKain.id
BahanKain.id

5 Bahan Untuk Membuat Kain Menjadi Waterproof, Tetap Kering Meski Terkena Air

BahanKain
5 Bahan Untuk Membuat Kain Menjadi Waterproof, Tetap Kering Meski Terkena Air

Berbicara mengenai fitur-fitur tambahan dari lembaran kain, tentunya Sahabat sudah tidak asing lagi dengan kata “waterproof”. Nyatanya, belum lama ini hijab waterproof sempat menguasai menjadi trend berbusana kaum hijabbers Indonesia.

Nah, sebenarnya waterproof itu apa sih? Lalu apakah kain yang memiliki daya serap tinggi bisa dimodifikasi menjadi waterproof? Selain itu bagaimana sebuah kain bisa memiliki sifat waterproof?


Pertanyaan-pertanyaan itu akan kita bahas disini, jadi simak sampai akhir ya!

Apa itu Waterproof?

Waterproof sendiri berasal dari bahasa inggris yang berarti ‘tahan air’. Sedangkan secara istilah, waterproof adalah tingkat ketahanan suatu benda terhadap air yang dapat diukur dengan satuan IP (Ingress Protection).

Apakah kain yang berdaya serap tinggi bisa dibuat menjadi waterproof?

Jawabannya adalah bisa karena pada dasarnya ada berbagai metode yang dapat kita gunakan agar suatu kain tidak tembus air. Sebelum membahas kain yang berdaya serap tinggi, tak ada salahnya jika kita mengetahui jenis kain yang memang sudah dilengkapi dengan fitur tersebut. Kain-kain tersebut diantaranya yaitu kain yang terbuat dari serat buatan seperti polyester, nylon dan karet.

Pada dasarnya hampir semua jenis kain dapat dibuat menjadi waterproof dengan berbagai metode. Mulai dari modifikasi jenis anyaman, kerapatan dan yang paling mudah yaitu dengan melapisi kain menggunakan bahan-bahan khusus.

Bagaimana sebuah kain bisa bersifat waterproof?

Kain-kain berbahan alami seperti katun, rayon, linen, dan sutra selalu memiliki sifat yang mudah menyerap air. Jika dilihat dari sisi kenyamanan berpakaian ditengah suhu panas, tentu sifat inilah yang banyak dicari. Namun bila mempertimbangkan perlindungan dari cuaca terutama hujan dan udara dingin, kebanyakan orang akan memilih jenis kain yang tahan air.


Namun ada beberapa hal yang perlu Sahabat perhatikan sebelum membuat kain menjadi waterproof:

1.       Pastikan kain dalam kondisi bersih dan kering

2.       Pada bahan-bahan tertentu, zat pelapis eksternal dapat mengubah warna kain. Oleh sebab itu, cobalah beberapa area kain yang tidak terlihat sebelum menerapkannya secara menyeluruh.

3.       Pastikan ruang atau area proses memiliki sirkulasi udara yang baik

4.    Berhati-hatilah saat menggunakan bahan ini di area yang panas atau dekat sumber api karena bahan bisa saja melelh ataupun terbakar.

5.       Satu hal yang perlu diingat bahwa penerapan metode ini hanya bisa membuat kain bersifat waterproof secara sementara. Sehingga proses ini tidak bisa mengubah kain non waterproof menjadi waterproof secara permanen.  

6.   Bahan-bahan pelapis untuk waterproof lama-kelamaan akan kehilangan keefektifannya karena gesekan ataupun pencucian. Sehingga, Anda harus merawat kain-kain tersebut dengan benar.  

Cara membuat kain non-waterproof menjadi waterproof

1.       Waterproofing sprays and sealer

Waterproofing spray and sealer merupakan sejenis semprotan yang mengandung jenis bahan tertentu yang membentu lapisan tembus pandang di permukaan kain sehingga kain tetap kering meski terkena air. Semprotan ini umumnya disebut dengan istilah DWR coating atau Durable Water Repellent coating. Merk semprotan yang paling populer yaitu Scotchgard Heavy Duty Water Shield dan Sailerlite.

Ini merupakan langkah paling praktis untuk menjadikan kain non waterproof menjadi waterproof. Pilihlah waterproofing spray untuk kain di luar ruangan. Anda bisa mengaplikasikan semprotan ini pada bahan sintetis, kulit, nilon serta kanvas.

Sedangkan untuk kain katun biasanya menggunakan Silicon Spray yang dinilai paling efektif untuk mengubah pakaian atau sepatu menjadi waterproof. Bahan silikon ini tidak beracun, jadi aman untuk digunakan. Harga sekaleng semprotan silikon juga cukup terjangkau dan mudah kita temukan di toko online maupun offline.

Jangan lupa untuk memastikan kebersihan dari permukaan kain yang akan disemprot. Semprot secara tipis dengan beberapa lapisan, bukan satu lapisan tebal.

2.       Wax atau ilin

Natural Beeswax atau lilin lebah alami merupakan bahan yang paling sering digunakan untuk membuat kain waterproof. Hal ini karena sifatnya yang ramah lingkungan dan bisa melapisi permukaan kain tanpa meninggalkan residu atau zat sisa. Selain itu, lilin lebah alami juga mampu membuat kain tetap bernafas dan tidak basah meski terkena air. Tapi, ada satu hal yang perlu Anda perhatikan bahwa penggunaan lilin bisa menggelapkan warna kain.

Proses pengolesannya pun cukup mudah, cukup panaskan lilin dengan hairdryer atau pemanas lainnya. Selanjutnya, gosokkan lilin lebah dari kedua arah, sisi ke sisi dan ke atas dan ke bawah. Perlu diperhatikan bahwa jenis bahan pelapis ini hanya dapat digunakan untuk kain polos tanpa hiasan apapun.

Jika tidak ada lilin lebah, Anda bisa menggunakan candle wax atau lilin paraffin

3.       Minyak Biji Rami

Cara paling murah dan mudah untuk membuat kain bersifat waterproof yaitu dengan memanfaatkan minyak biji rami. Kain yang diolah dengan metode ini sering disebut sebagai oily fabric atau kain minyak. Seperti yang kita tau, kain dan minyak memiliki partikel yang berbeda sehingga kain akan tetap kering saat terkena air.

Simple saja, cukup campurkan minyak biji rami dan mineral spirit dengan komposisi yang sama lalu rabus. Setelah iru, rendam seluruh permukaan kain dalam lautan lalu gantung kain selama beberapa hari di tempat yang berventilasi baik. Hasilnya kain memang sedikit berbau, tapi perlahan bau ini akan memudar setelah 1 hingga 2 minggu.

4.       Melapisi kain dengan bahan yang berbeda

Untuk membuat pakaian menjadi tahan air, Anda bisa menggunakan beberapa lapis bahan keras yang terbuat dari zat Teflon atau Polyurethane (PU). Berikutnya, Anda bisa menggunakan nilon atau polyester dengan anyaman rapat sedangkan lapisan dalam harus terbuat dari bahan yang dapat menyerap keringat.

5.       Seam sealing tape

Seam sealer tape adalah sebuah pita perekat yang diaplikasikan pada jahitan untuk menahan air ketika memperkuat jahitan. Pita ini dapat mencegah air merembes melalui jahitan karena dia mampu menutupi dan menyegel semua area yang mungkin bisa dimasuki air.

Sekalipun sifat dasar bahan sudah bersifat waterproof, pakaian atau produk lainnya mungkin saja tidak bersifat tahan air karena jenis benang yang digunakan tidak bersifat tahan air. Atau bisa saja ada ruang dari jahitan yang memberikan jalan air untuk masuk.

Itulah beberapa jenis bahan yang bisa Sahabat gunakan untuk memberikan sifat tahan air pada pada kain. Ingat yaa Sobat, sifat waterproof pada kain non waterproof yang berasal dari penambahan bahan-bahan ini hanyalah sementara.

Jika Sahabat membutuhkan jenis kain anti air permanen lebih baik pilih bahan kain yang memang sudah bersifat waterproof. Salah satunya ada kain voal Cinderella Splash Repellent yang cocok untuk bahan hijab, jilbab, kerudung dan fashion item lainnya. Jenis kain ini terbuat dari material 100% polyester sehingga bersifat ringan, sedikit mengkilap dan tetap nyaman saat dipakai.

Hubungi Customer Service kami untuk detail dan pemesanan produk kain maupun bahan kain.


KAIN CINDERELLA WATER REPELLENT

Sahabat juga bisa cek koleksi produk Bahankain.id via Shopee dan Tokopedia di store Mekar Jaya Tekstil atau langsung klik di bawah ini:

Shopee

Tokopedia 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait