BahanKain.id
BahanKain.id

PROSES PEMINTALAN SERAT ALAMI DALAM INDUSTRI TEKSTIL

BahanKain
PROSES PEMINTALAN SERAT ALAMI DALAM INDUSTRI TEKSTIL

Benang merupakan salah satu bahan utama dalam pembuatan kain tenun, benang terbuat dari serat-serat yang digabungkan dan diberikan antihan sehingga menjadi untaian yang kontinyu dan berbentuk seperti tali yang memanjang. Untuk menghasilkan suatu benang tekstil, harus melewati beberapa tahapan proses pemintalan benang. Berikut ini merupakan tahapan proses pemintalan serat alami dalam industri tekstil:

1.      Blowing

Blowing merupakan proses pembukaan serat, yang dilanjutkan dengan pembersihan dan pencampuran serat. Mesin blowing inilah yang pertama dilalui oleh material serat, gumpalan-gumpalan serat mengalami pembukaan dan juga pembersihan.

2.      Carding

Carding merupakan proses pembersihan, penguraian serat dan pemisahan antara serat pendek dan serat panjang. Mesin carding adalah mesin yang memegang peranan yang sangat penting yang menentukan kualitas untuk menghasilkan produk dalam suatu pemintalan benang. Fungsi dari mesin carding adalah:

a.       Carding action

Carding action berfungsi sebagai penggaruk serat diantara dua bagian permukaan yang tajam yang mempunyai kecepatan yang berbeda

b.      Pembersihan

Pembersihan pada proses ini adalah kotoran-kotoran akan dibuang melalui saringan akibat adanya pemukulan serat dari sebuah alat yang disebut dengan taken. Dengan adanya gaya centrifugal kotoran-kotoran akan terlepas dari serat-serat.

c.       Pemisahan serat pendek

Didalam proses ini serat-serat pendek (serat yang patah) pada proses sebelumnya sebagian akan dibuang dan dipisahkan sewaktu adanya pembentukan top flat

d.      Pembentukan sliver

Serat individu yang telah melalui proses pembentukan akan membentuk seperti lapisan tipis dan lembut selebar mesin carding kemudian ditumpuk pada drum-drum besar berdiameter 40cm yang dsebut dengan can carding.

Drafting

Drafting merupakan proses penarikan. Penarikan terjadi sekitar 0 sampai 100 kali dengan mengabaikan jumlah waste yang dibuang.

3.      Drawing

Drawing merupakan proses perangkapan, penarikan, dan juga peregangan sliver lebih merata. Mesin ini merupakan mesin yang memproses sliver dari mesin carding dengan merangkap dan menarik sesuai dengan nompor yang dikehendaki. Tujuan dan prinsip kerja mesin ini adalah:

  • Memproses rangkap sliver carding dan mendraftnya untuk mendapatkan sliver yang rata.

Kualitas sliver yang dihasilkan dari setiap mesin carding tidak akan sama. Mulai dari ketebalan ataupun jumlah nep dalam setiap gramnya. Untuk mendapatkan hasil yang rata maka sliver dari mesin carding diproses kembali pada mesin drawing. Beberapa sliver hasil dari carding disatukan dan di draft menjadi nomer tertentu sehingga kekurangan/kelemahan dari satu sliver akan tertutupi oleh sliver yang lainnya

4.      Combing

Setelah melewati proses drawing kemudian masuk ketahap berikutnya adalah proses combing. Combing merupakan proses pemisahan kotoran, serat-serat pendek, pelurusan dan pensejajaran serat, serta menghilangkan nep untuk mendapatkan benang dengan kualitas tinggi. Kemudian proses dilanjutkan pada mesin combing yang frekuensi patah benang di dalam proses pemintalan lebih sedikit. Persentase kerataannya lebih tinggi dan kekuatan benangnya lebih besar. Input dari proses combing adalah serat yang panjangnya tidak rata dan sebagian besar mengandung serat-serat pendek. Sedangkan output dari proses combing adalah sliver combing yang terdiri dari kumpulan dari serat-serat yang panjang.

5.      Roving

Roving merupakan penarikan, pemberian antihan, dan penggulungan. Roving adalah suatu mesin yang memproses sliver hasil dari proses drawing menjadi roving dengan ukuran tertentu.

Fungsi dan prinsip kerja dari mesin roving adalah:

Menarik sliver, memberikan gintiran dan menggulung ke bobbin untuk memudahkan proses selanjutnya.

Bagian-bagian terpenting dari mesin roving:

·         Drafting sistem

·         Penggintiran (pemberian twist)

·         Penggulungan 

6.      Spinning

Spinning merupakan suatu mesin yang memproses material yang dihasilkan dari mesin roving menjadi benang single sesuai dengan nomer tertentu.

Tujuan dan prinsip kerja dari mesin ring spinning adalah:

Memproses material berupa roving menjadi benang tunggal, pada mesin inilah proses pemintalan yang sesungguhnya. Proses penarikan serat untuk menjadi massa serat yang halus sesuai nomor benang yang dikehendaki dan memberikan twist sesuai dengan kegunaan dan fungsinya.

Benang yang sudah diberikan twist kemudian digulung pada bobbin (cop) untuk dikirim ke proses selanjutnya. Untuk menentukan seberapa besarnya pabrik biasanya diukur dengan banyaknya jumlah spindle ring spinning (mata pintal) yang dimiliki pabrik tersebut. Proses spinning ini dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu penyuapan, drafting, twist, dan pengulungan

7.      Winding

Winding merupakan proses penggulungan benang menjadi bentuk gulungan yang lebih besar, dan menghilangkan benang-benang yang lemah atau tidak rata. Winding adalah suatu mesin yang memproses atau memindahkan gulungan dari bobbin ring spinning menjadi gulungan besar yang berbentuk cones. Tinggi rendahnya effisiensi mesin ini tergantung pada kualitas benang yang dihasilkan dan setting clearer yang di gunakan pada mesin tersebut.


Berdasarkan tahapan proses pemintalan serat alam, benang terbagi menajadi 2 jenis :

Benang Combed (benang sisir)

Mesin blowing ––> mesin carding ––> mesin drawing ––> mesin combing ––> mesin roving ––> mesin spinning ––> mesin winding

 

Benang Carded (benang garu)

Mesin blowing ––> mesin carding ––> mesin drawing ––> mesin roving ––> mesin spinning ––> mesin winding

 

Demikian artikel mengenai proses pemintalan benang yang dimulai dari proses pencampuran serat atau biasa disebut dengan proses blowing sampai dengan proses winding atau benang yang sudah siap pakai. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait